Goldman Sachs memperingatkan pasar minyak global memasuki fase ’demand destruction’ karena penutupan Selat Hormuz memangkas aliran minyak hingga 19 juta barel per hari, membalikkan surplus menjadi defisit historis seb... Proyeksi harga bank investasi ini berubah drastis dari rata rata $71 per barel untuk Brent pada...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What did Goldman Sachs warn about the Strait of Hormuz closure triggering a demand destruction phase, how severe are the supply losses and i. Article summary: ## Goldman Sachs on the Strait of Hormuz Crisis: Demand Destruction, Supply Losses, and Price Scenarios. Topic tags: general, general web, user generated. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "[Skip to content](https://energynewsbeat.co/crude-oil/goldman-warns-energy-markets-enter-demand-destruction-phase#content). * [LIVE IN A BLUE HIGH TAX STATES?](https://energynews" source context "Goldman Warns Energy Markets Enter Demand Destruction Phase - Energy News Beat" Reference image 2: visual subject "[Skip to content](https://energynewsbeat.co/crude-oil/goldman-warns-energy-markets-enter-demand-destruction-phase#conten
Penutupan Selat Hormuz—jalur vital yang biasa dilalui sekitar 19,5 juta barel minyak per hari—telah memicu apa yang digambarkan Goldman Sachs sebagai salah satu guncangan pasokan minyak terbesar dalam sejarah, mendorong pasar energi global ke dalam fase ’demand destruction’ . Dengan aliran minyak yang anjlok drastis hingga serendah 0,5 juta barel per hari (bph), kekurangan pasokan fisik ini begitu besar bahkan jika kesepakatan damai segera tercapai, cadangan yang terkuras habis akan tetap membuat inventori sangat kritis dan harga tetap dalam tekanan ekstrem
.
Angka-angka di balik gangguan ini sungguh mengejutkan menurut ukuran sejarah mana pun. Aliran minyak melalui jalur air kritis ini telah anjlok sekitar 17–19 juta bph . Goldman memperkirakan sekitar 14,5 juta bph produksi minyak mentah Timur Tengah telah terganggu
. Dengan hanya sekitar 4 juta bph kapasitas jalur pipa bypass yang tersedia, setidaknya 16 juta bph dari pasokan yang terganggu tidak dapat dialihkan, yang secara instan menghapus sekitar 15,5% dari pasokan minyak global
.
Kekurangan fisik ini telah menjungkirbalikkan keseimbangan pasar global. Surplus sebesar 1,8 juta bph pada tahun 2025 kini berubah menjadi defisit 9,6 juta bph pada kuartal II-2026 . Harga produk olahan yang meroket telah menyebabkan penurunan permintaan sekitar 1,7 juta bph di kuartal kedua dan diperkirakan 100.000 bph untuk sepanjang tahun
. Analis Goldman memperingatkan bahwa “kerugian permintaan yang lebih tajam mungkin diperlukan jika guncangan pasokan berlangsung lebih lama”
.
Penarikan stok minyak global terjadi pada laju yang belum pernah tercatat sebelumnya. Pada April 2026, inventori terkuras pada laju 11–12 juta bph . Pada bulan Mei, dengan aliran Hormuz hanya 5% dari level normal, lajunya tetap ekstrem secara historis di 8,7 juta bph—hampir dua kali lipat rata-rata laju sejak konflik dimulai
. Penarikan cepat ini menguras cadangan global dan menyiapkan panggung bagi kelangkaan bahan bakar yang parah jika arus pelayaran tidak kembali normal
.
Goldman Sachs secara progresif telah menaikkan prospek harganya seiring krisis yang semakin dalam. Perkiraan bank investasi ini menjabarkan berbagai skenario waktu dan implikasi harganya:
Daan Struyven, co-head Riset Komoditas Global di Goldman Sachs, mencatat bahwa pasar kini memperhitungkan premi risiko yang signifikan—sekitar $14 per barel—untuk mengompensasi kemungkinan penghentian total aliran Hormuz selama empat minggu .
Keseriusan situasi ini mendorong peringatan terkoordinasi yang langka dari para pemimpin Dana Moneter Internasional (IMF), Bank Dunia, dan Badan Energi Internasional (IEA) pada 29–30 Mei 2026 . Dalam pernyataan bersama setelah pertemuan tingkat tinggi mengenai konflik, ketiga lembaga tersebut memperingatkan bahwa gangguan berkelanjutan terhadap pelayaran minyak melalui Selat Hormuz menimbulkan risiko serius terhadap keamanan bahan bakar, stabilitas pasar, dan ketahanan ekonomi yang lebih luas, terutama saat Belahan Bumi Utara memasuki bulan-bulan puncak permintaan musim panas
.
“Cadangan minyak global dikuras pada laju yang memecahkan rekor sebagai respons terhadap kehilangan pasokan besar melalui Selat Hormuz,” kata para pemimpin lembaga tersebut. “Jika arus pelayaran tidak kembali normal, penipisan cepat cadangan minyak global yang berkelanjutan menjelang puncak permintaan minyak musim panas akan menimbulkan risiko yang semakin besar terhadap keamanan bahan bakar.”
Peringatan tersebut secara khusus menyoroti kerentanan negara-negara berkembang dan pasar negara berkembang terhadap potensi kekurangan bahan bakar fisik dan lonjakan biaya impor .
Krisis ini tidak memukul semua perekonomian secara setara. Berikut adalah bagaimana guncangan pasokan ini berjenjang di seluruh kawasan utama:
Untuk saat ini, pasar minyak global masih berada di wilayah yang belum dipetakan, dengan Goldman Sachs memberi sinyal bahwa penyeimbangan kembali fundamental akan membutuhkan pemulihan total pasokan atau ’demand destruction’ tambahan yang signifikan—sebuah realitas yang sudah tercermin dalam harga Brent mendekati $106 dan penipisan inventori yang memecahkan rekor.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Goldman Sachs memperingatkan pasar minyak global memasuki fase ’demand destruction’ karena penutupan Selat Hormuz memangkas aliran minyak hingga 19 juta barel per hari, membalikkan surplus menjadi defisit historis seb...
Goldman Sachs memperingatkan pasar minyak global memasuki fase ’demand destruction’ karena penutupan Selat Hormuz memangkas aliran minyak hingga 19 juta barel per hari, membalikkan surplus menjadi defisit historis seb... Proyeksi harga bank investasi ini berubah drastis dari rata rata $71 per barel untuk Brent pada 2026 menjadi target $90 di kuartal keempat, dengan skenario gangguan parah memproyeksikan lonjakan ke $110 atau lebih saa...
IMF, Bank Dunia, dan IEA mengeluarkan peringatan bersama bahwa penarikan rekor cadangan minyak sebesar 8,7 juta barel per hari pada bulan Mei mengancam keamanan bahan bakar, stabilitas pasar, dan ketahanan ekonomi glo...