GMKtec EVO-X5 Pro dan Acemagic F9A termasuk gelombang awal workstation ringkas yang memakai AMD Ryzen AI Max+ PRO 495, chip yang sebelumnya memakai nama sandi Gorgon Halo. Nilai jual utamanya bukan GPU diskret, melainkan memori berbandwidth tinggi hingga 192GB yang dipakai bersama oleh CPU dan GPU terintegrasi. Kapasitas ini ditujukan bagi pengembang yang ingin menjalankan model AI besar secara lokal, tanpa harus mengirim prompt atau dokumen ke layanan cloud.
1
8
43
Spesifikasi utama: fokus pada memori terpadu
Ryzen AI Max+ PRO 495 menggabungkan 16 inti CPU Zen 5 dan 32 thread, dengan boost hingga 5,2GHz, serta grafis terintegrasi Radeon 8065S berisi 40 compute unit. AMD mencantumkan dukungan hingga 192GB LPDDR5X-8533 pada antarmuka 256-bit. NPU-nya dinilai hingga 55 TOPS, sementara materi vendor menyebut total kemampuan AI platform hingga 131 TOPS.
1
3
43
Berbeda dari PC dengan RAM sistem dan VRAM GPU diskret yang terpisah, memori di sini berada dalam satu kumpulan bersama. Dalam konfigurasi yang didukung, hingga 160GB dari total 192GB dapat dialokasikan sebagai memori grafis untuk iGPU. Secara teoretis, LPDDR5X-8533 melalui antarmuka 256-bit menyediakan bandwidth sekitar 273GB/detik.
3
35
43
Dua perangkat yang dipamerkan di IFA 2026 tersebut adalah:
- GMKtec EVO-X5 Pro: GMKtec mengonfirmasi mini PC dengan Ryzen AI Max+ PRO 495, memori hingga 192GB, dan alokasi GPU hingga 160GB. Penjualannya disebut akan dimulai pada Oktober 2026.
8
- Acemagic F9A: Acemagic memamerkan F9A PRO 495 dengan keluarga prosesor yang sama, memori terpadu hingga 192GB, dan grafis Radeon 8065S. Salah satu laporan menyebut bodinya sekitar dua liter, berukuran 158,5 × 158,5 × 81,5 mm.
1
29
Dokumentasi publik yang tersedia belum menjelaskan secara setara dan final soal port, karakter pendinginan, batas daya, maupun konfigurasi regional dari kedua sistem. Detail itu sangat penting, karena performa AI yang berkelanjutan pada mini PC sangat ditentukan oleh pendinginan dan pengaturan daya, bukan nama chip semata.
Mengapa 192GB relevan untuk LLM kelas 300 miliar parameter?
Jumlah parameter saja tidak cukup untuk menentukan apakah sebuah model muat. Format kuantisasi dan kebutuhan memori tambahan saat runtime juga menentukan. Untuk bobot model saja, model dengan 300 miliar parameter kira-kira membutuhkan:
| Format bobot |
Perkiraan ukuran bobot mentah |
Realistis dimuat dalam alokasi GPU 160GB? |
| FP16 |
600GB |
Tidak |
| INT8 |
300GB |
Tidak |
| INT4 |
150GB desimal |
Berpotensi, tetapi ruang cadang sangat terbatas |
Pada 4 bit per parameter, 300 miliar bobot memakan sekitar 150GB sebelum metadata kuantisasi, buffer runtime, dan key-value cache untuk konteks dihitung. Karena itu, klaim kelas 300B dari AMD bergantung pada kuantisasi agresif serta konfigurasi beban kerja tertentu. AMD juga memberi syarat berdasarkan arsitektur model, kuantisasi, dan beban kerja.
15
31
Kesimpulan praktisnya: sistem seperti ini mungkin bisa memuat dan menjalankan sebagian model INT4 di kisaran 300B secara lokal. Namun, itu tidak berarti model 300B dapat berjalan dalam FP16 atau INT8, dan tidak menjamin kecepatan generasi token yang tinggi. Alokasi memori besar ke GPU juga menyisakan ruang yang lebih terbatas bagi sistem operasi dan pekerjaan di sisi CPU.
Materi yang dikutip juga belum memberikan bukti primer yang andal mengenai demonstrasi atau model bernama “Qwen3.8-Flash-Next”. Nama tersebut tidak sepatutnya diperlakukan sebagai benchmark atau demo produk yang telah terverifikasi secara independen tanpa sumber primer.
Lompatan utamanya adalah kapasitas, bukan perubahan total arsitektur
Dibanding kelas Ryzen AI Max 300 sebelumnya yang berhenti di 128GB memori terpadu LPDDR5X-8000, platform PRO 400 menaikkan batas menjadi 192GB. Itu setara kenaikan 50%. Batas alokasi memori grafis juga naik dari 96GB menjadi 160GB, menurut laporan mengenai pengumuman platform AMD.
11
Peningkatan bandwidth jauh lebih kecil. Konfigurasi LPDDR5X-8000 256-bit menghasilkan sekitar 256GB/detik secara teoretis, sedangkan LPDDR5X-8533 mencapai sekitar 273GB/detik—naik sekitar 6,6%. CPU tetap merupakan desain Zen 5 16-core, sementara model puncaknya tetap membawa Radeon 8065S. Jadi, ini pada dasarnya adalah penyegaran kapasitas memori, bukan lompatan besar pada arsitektur komputasi.
9
33
36
Bagi calon pembeli, perbedaannya penting: memori ekstra mengubah ukuran model yang dapat tetap berada di memori lokal, tetapi tidak menjadikan iGPU Radeon ini setara akselerator pusat data dengan memori HBM berbandwidth sangat tinggi.
Ekosistem Gorgon Halo 192GB yang lebih luas
Keluarga PRO 400 mencakup Ryzen AI Max PRO 485, 490, dan Max+ PRO 495. Model 495 adalah konfigurasi tertinggi dengan 16 core dan Radeon 8065S; 485 dan 490 memakai Radeon 8050S.
16
32
Sistem lain yang diumumkan di sekitar platform ini meliputi:
- Minisforum MS-S1 MAX P495, workstation mini yang diiklankan dengan memori terpadu LPDDR5X hingga 192GB dan hingga 160GB yang dapat dialokasikan sebagai VRAM.
3
4
- Framework Desktop, desktop ringkas dengan PRO 495, memori 192GB, bandwidth yang dinyatakan 273GB/detik, serta hingga 160GB untuk iGPU.
14
33
- Lenovo ThinkCentre X Ultra, yang dilaporkan tersedia hingga PRO 495, tetapi dengan batas memori lebih rendah, yaitu 128GB, serta hingga 96GB memori grafis. Perangkat ini diperkirakan mulai dari US$3.669 dan dikirim pada November 2026.
34
Siapa yang layak mempertimbangkannya?
Workstation mini Gorgon Halo 192GB paling tepat dipandang sebagai mesin untuk inferensi dan pengembangan AI lokal, ketika kapasitas model dan privasi data lebih penting daripada throughput tertinggi. Perangkat ini dapat menarik bagi tim yang menguji LLM terkuantisasi, alur kerja dokumen privat, atau pengembangan AI luring yang sebelumnya memerlukan instans cloud atau workstation multi-GPU jauh lebih besar.
Tetap ada batas yang jelas. iGPU Radeon dengan memori bersama dan bandwidth sekitar 273GB/detik sangat berbeda dari akselerator kelas atas berbasis HBM dengan bandwidth jauh lebih besar. Angka 55 TOPS NPU pun bukan ukuran langsung kecepatan generasi LLM besar; tumpukan perangkat lunak, jalur eksekusi GPU, format model, panjang konteks, dan daya berkelanjutan semuanya memengaruhi hasil nyata.
1
35
Harga juga menjadi kendala. Acemagic dilaporkan berencana menjual F9A 192GB/2TB seharga €8.000 melalui toko sendiri dan Amazon pada September 2026. Angka itu sebaiknya dibaca sebagai harga daftar yang direncanakan, bukan harga transaksi ritel yang telah terkonfirmasi.
6
Meski begitu, EVO-X5 Pro dan F9A memperlihatkan arah workstation AI ringkas: menyediakan memori terpadu yang cukup besar agar model terkuantisasi yang lebih besar dapat tetap berada dalam satu mesin di meja kerja. Pertanyaan paling berguna bagi pembeli bukan sekadar apakah perangkat mengklaim dukungan “300B”, melainkan model terkuantisasi spesifik apa, dengan panjang konteks berapa, yang bisa dijalankan pada kecepatan yang dapat diterima.