Penurunan DeFi yang lebih tajam mengubah komposisi pasar. Untuk pertama kalinya sejak kuartal III 2023, jumlah pinjaman CeFi yang masih beredar melampaui DeFi.
Penurunan sebesar 16,78% tentu signifikan. Namun, Galaxy lebih menyoroti bentuk penurunannya: pasar tidak jatuh dalam satu guncangan besar, melainkan menyusut secara bertahap dan berjenjang—pola yang digambarkan seperti “tangga” atau staircase.
Kondisi ini berbeda dari kuartal II 2022, ketika total pinjaman kripto yang masih beredar anjlok lebih dari 55% di tengah krisis kredit pasar bearish. Galaxy menilai penurunan pada kuartal II 2026 lebih selaras dengan pengurangan leverage yang dikelola secara bertahap, bukan pelepasan posisi secara paksa dan kegagalan berantai yang biasanya menandai krisis kredit tak terkendali.
Perbedaan tersebut penting, tetapi bukan berarti pasar sudah bebas risiko. Kontraksi bertahap tetap dapat berubah menjadi kekacauan jika diikuti likuidasi besar-besaran atau gagal bayar dari pihak lawan utama. Karena itu, pandangan Galaxy bersifat kondisional: proses deleveraging masih dapat berlanjut secara terukur selama tidak muncul pemicu yang mengguncang stabilitas pasar.
Penurunan DeFi sebesar 27,61% dalam satu kuartal hampir tiga kali lebih besar dibandingkan kontraksi pinjaman CeFi. Perbedaan ini menjelaskan mengapa posisi kedua model berubah meskipun keduanya sama-sama menyusut.
Pada akhir kuartal, nilai pinjaman DeFi berada di 20,43 miliar dolar AS, sementara CeFi mencapai 22,98 miliar dolar AS. Angka tersebut menunjukkan bahwa pengurangan leverage terjadi di berbagai bentuk kredit berbasis kripto, bukan hanya pada satu jenis platform.
Karena segmen stablecoin berbasis CDP juga menurun, kontraksi kuartal II dapat dikatakan meluas ke seluruh kategori kredit berbasis agunan kripto yang dipantau dalam laporan tersebut.
Tether menguasai 58,54% pangsa pinjaman CeFi pada kuartal II. Meski demikian, pangsanya turun sekitar 371 basis poin sepanjang kuartal tersebut.
Angka ini menegaskan tingginya konsentrasi di pasar pinjaman terpusat. Pinjaman CeFi memang lebih tahan dibandingkan DeFi, tetapi segmen ini tetap sangat bergantung pada satu pemberi pinjaman dominan.
Data yang tersedia mendukung angka pangsa pasar dan perubahan kuartalannya sebagai bagian dari analisis Galaxy. Namun, data tersebut belum secara independen menjelaskan penyebab perubahan pangsa Tether.
Dengan total 56,16 miliar dolar AS, pasar ini berada 22,53 miliar dolar AS di bawah puncaknya pada kuartal III 2025. Jadi, penurunan tersebut bukan sekadar fluktuasi satu kuartal, melainkan perpanjangan dari kemunduran yang telah berlangsung selama beberapa kuartal sejak puncak siklus.
Meski demikian, perbandingan dengan 2022 menjadi catatan terpenting. Penurunan saat ini cukup besar untuk menunjukkan bahwa leverage dan permintaan pinjaman telah berkurang. Namun, pola yang dilaporkan masih lebih lambat dan tersebar dibandingkan keruntuhan yang menyertai krisis kredit pada 2022.
Untuk saat ini, kesimpulan Galaxy sebaiknya dibaca sebagai diagnosis terhadap struktur pasar, bukan jaminan bahwa kerugian besar mustahil terjadi. Pasar pinjaman kripto memang sedang mengurangi leverage, tetapi prosesnya belum menunjukkan ciri reaksi berantai.
Risiko utama terhadap pandangan tersebut adalah perubahan dari pengurangan neraca secara bertahap menjadi penjualan paksa, likuidasi besar, atau kegagalan pihak lawan. Jika salah satu pemicu itu muncul, pola “tangga” yang masih teratur dapat berubah menjadi tekanan kredit yang jauh lebih cepat.