Untuk menjawab permintaan ini, Foxconn tidak tinggal diam. Perusahaan yang secara resmi bernama Hon Hai Precision Industry ini berkomitmen melakukan ekspansi infrastruktur yang signifikan. Foxconn memperkirakan belanja modalnya akan tumbuh lebih dari 30% pada tahun 2026 dari NT$174 miliar tahun lalu (sekitar US$5,6 miliar atau Rp89,6 triliun) .
Anggaran ini secara eksplisit ditujukan untuk meningkatkan skala kapasitas manufaktur server AI, sebuah langkah strategis bagi produsen elektronik kontrak terbesar di dunia yang secara historis didominasi oleh perakitan elektronik konsumen . Rencana investasi ini juga menargetkan teknologi generasi mendatang yang krusial untuk pusat data AI, termasuk meningkatkan produksi sakelar co-packaged optics (CPO). Foxconn dilaporkan menetapkan target pengiriman sekitar 10.000 sakelar CPO tahun ini, dengan produksi massal dijadwalkan dimulai pada kuartal ketiga
.
Transformasi ini adalah taruhan multi-tahun. Liu sebelumnya menyatakan bahwa dalam tiga hingga lima tahun ke depan, investasi pada infrastruktur AI dan teknologi terkait akan menyumbang lebih dari setengah belanja modal tahunan Foxconn, yang nilainya sekitar US$5 miliar per tahun . Bisnis cloud dan jaringan perusahaan, yang mencakup server AI, telah melampaui bisnis elektronik konsumen sebagai pendorong pendapatan utama selama dua kuartal berturut-turut
.
Pergeseran struktural ini juga terlihat lebih jauh di sepanjang rantai pasok. Sehari sebelum komentar Liu, pada 28 Mei 2026, Dell Technologies melaporkan hasil kuartal pertama yang melampaui ekspektasi. Perusahaan membukukan pendapatan Q1 FY27 sebesar US$43,8 miliar, meningkat 88% tahun-ke-tahun, didorong secara luar biasa oleh server yang dioptimalkan untuk AI .
Alhasil, Dell secara dramatis menaikkan proyeksinya. Perusahaan sekarang memperkirakan pendapatan server AI sekitar US$60 miliar untuk tahun fiskal 2027, naik tajam dari perkiraan sebelumnya sebesar US$50 miliar. Perusahaan juga menaikkan perkiraan pendapatan total tahunannya menjadi kisaran US$165 miliar hingga US$169 miliar, naik dari perkiraan sebelumnya US$138 miliar hingga US$142 miliar .
Permintaan ini dipicu oleh penyedia cloud yang diidentifikasi Liu. Raksasa teknologi AS seperti Alphabet dan Amazon mendorong ekspansi pusat data, yang membutuhkan server bertenaga Nvidia yang diproduksi oleh Dell dan Foxconn . CEO Dell, Michael Dell, menunjuk pada lonjakan permintaan dari penyedia layanan cloud besar, dengan pendapatan server yang dioptimalkan AI pada kuartal tersebut mencapai US$16,1 miliar, sebuah pertumbuhan 757% dari tahun sebelumnya
.
Titik data yang sinkron dari raksasa manufaktur seperti Foxconn dan vendor utama seperti Dell, keduanya menunjuk pada belanja tahunan sebesar US$1 triliun yang akan segera dicapai oleh penyedia layanan cloud besar, mengindikasikan sebuah perputaran fundamental, bukan sekadar siklus naik-turun biasa:
Bukti yang tersedia dari para pemimpin industri ini menyajikan argumen yang kuat: gelombang investasi AI telah bergerak secara meyakinkan dari fase eksplorasi ke rekayasa ulang struktural rantai pasok teknologi global, merealokasikan modal dan kapasitas manufaktur pada skala yang jarang terlihat sebelumnya.