Johnny Chiang mengatakan Polandia bisa menjadi “gerbang Taiwan ke Eropa”, sementara Taiwan menjadi pusat akses Polandia ke Asia, berkat posisi strategis dan industri teknologi masing‑masing [33]. Pernyataan itu disampaikan saat pertemuan dengan delegasi parlemen Polandia yang dipimpin Ketua Komite Ekonomi dan Pemban...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What did Deputy Legislative Speaker Johnny Chiang say about strengthening Taiwan–Poland economic and technological cooperation during his me. Article summary: Deputy Legislative Speaker Johnny Chiang said Taiwan and Poland should keep deepening parliamentary exchanges and use their complementary positions to add momentum to economic and technological cooperation. He framed Pol. Topic tags: general, general web, user generated. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "# Deputy legislative speaker expects mid-February Taiwan-US tariff deal. Legislative approval is expected soon after, Johnny Chiang says. Johnny Chiang and Raymond Greene tour Vict" source context "Deputy legislative speaker expects mid-February Taiwan-US tariff deal | Taiwan News | Feb. 6, 2026 20:05" Reference
Hubungan ekonomi dan teknologi antara Taiwan dan Polandia semakin berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Kedua pihak melihat peluang besar untuk saling melengkapi dalam rantai pasok global—terutama di sektor teknologi tinggi.
Dalam pertemuan di Taipei dengan delegasi parlemen Polandia yang dipimpin Rafał Komarewicz, Ketua Komite Ekonomi dan Pembangunan Sejm (majelis rendah parlemen Polandia), Wakil Ketua Yuan Legislatif Taiwan Johnny Chiang mengatakan bahwa kedua negara dapat berperan sebagai pintu masuk strategis bagi kawasan masing‑masing.
Chiang menyambut delegasi beranggotakan sembilan anggota parlemen Polandia dan mengucapkan terima kasih atas dukungan jangka panjang Polandia terhadap Taiwan. Ia menekankan bahwa meskipun kedua negara terpisah jarak geografis yang jauh, hubungan mereka tetap dekat dan berkembang.
Ia berharap para anggota parlemen Polandia dapat merasakan langsung kehidupan masyarakat Taiwan—mulai dari budaya, kuliner, hingga dinamika ekonominya.
Namun pesan utamanya bersifat strategis. Menurut Chiang, posisi Polandia di jantung Eropa dan sebagai anggota Uni Eropa membuat negara itu menjadi titik masuk yang logis bagi perusahaan Taiwan yang ingin menjangkau pasar dan rantai pasok di Eropa. Sebaliknya, Taiwan memiliki ekosistem teknologi maju dan jaringan manufaktur kuat di Asia Timur, sehingga dapat menjadi platform bagi perusahaan Polandia yang ingin berekspansi ke Asia.
Karena itu, Chiang menggambarkan kedua negara sebagai "gerbang penting" bagi satu sama lain: Polandia untuk Eropa dan Taiwan untuk Asia.
Pertemuan tersebut juga mencerminkan tren yang lebih luas: meningkatnya diplomasi parlemen antara Taiwan dan negara‑negara Eropa.
Pertukaran kunjungan antar anggota parlemen dianggap sebagai cara efektif untuk membuka jalur kerja sama di bidang teknologi, investasi, dan pengembangan industri. Menurut Chiang, dialog yang lebih intens antara pembuat kebijakan dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi kolaborasi bisnis dan penelitian.
Pendekatan ini juga memperkuat kesamaan nilai politik antara Taiwan dan banyak negara demokrasi di Eropa.
Kerja sama tersebut tidak hanya bersifat simbolis. Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai kunjungan tingkat tinggi telah menghasilkan kegiatan ekonomi yang nyata.
Pada 30 Juni–4 Juli 2025, Polandia mengirim misi ekonomi terbesar dalam sejarahnya ke Taiwan. Delegasi tersebut dipimpin Wakil Menteri Pembangunan Ekonomi dan Teknologi Michał Jaros dan melibatkan perwakilan dunia usaha, sains, pemerintah daerah, serta administrasi nasional. Selama kunjungan itu, beberapa pertemuan investasi digelar dan sejumlah perjanjian kerja sama ekonomi ditandatangani.
Langkah ini menunjukkan meningkatnya minat Polandia terhadap sektor teknologi Taiwan dan peluang kerja sama industri di Eropa.
Salah satu bidang kerja sama yang paling berkembang adalah teknologi drone dan sistem tanpa awak.
Pada Juli 2025, Asia UAV AI Innovation Application R&D Center di Taiwan bersama Taiwan–Poland Chamber of Commerce, perusahaan Jmem Technology, dan perusahaan Polandia FC Auto System menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk memperkuat kerja sama industri. Kolaborasi tersebut mencakup modul keamanan siber, elektronik otomotif, dan aplikasi drone.
Kesepakatan lain juga menghubungkan organisasi industri drone dari kedua negara untuk mengembangkan teknologi inti serta membangun rantai pasok yang tidak bergantung pada jaringan yang berbasis di China. Fokusnya mencakup integrasi sistem, pengembangan teknologi bersama, dan aplikasi industri.
Inisiatif ini sejalan dengan upaya yang lebih luas di antara negara‑negara demokrasi untuk memperkuat rantai pasok teknologi yang lebih aman dan beragam.
Selain faktor ekonomi, Taiwan dan Polandia sering menekankan kesamaan nilai politik—demokrasi, hak asasi manusia, dan supremasi hukum—sebagai dasar hubungan mereka.
Bagi Chiang, kemitraan ini bukan sekadar hubungan perdagangan biasa. Ia melihatnya sebagai kolaborasi strategis antara dua masyarakat demokratis yang ingin memperkuat inovasi teknologi, keamanan rantai pasok, dan hubungan antara Eropa serta Asia.
Dengan semakin banyaknya pertukaran parlemen dan perjanjian baru di bidang teknologi tinggi, hubungan Taiwan–Polandia kini bergerak menuju kemitraan jangka panjang yang lebih dalam.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Johnny Chiang mengatakan Polandia bisa menjadi “gerbang Taiwan ke Eropa”, sementara Taiwan menjadi pusat akses Polandia ke Asia, berkat posisi strategis dan industri teknologi masing‑masing [33].
Johnny Chiang mengatakan Polandia bisa menjadi “gerbang Taiwan ke Eropa”, sementara Taiwan menjadi pusat akses Polandia ke Asia, berkat posisi strategis dan industri teknologi masing‑masing [33]. Pernyataan itu disampaikan saat pertemuan dengan delegasi parlemen Polandia yang dipimpin Ketua Komite Ekonomi dan Pembangunan Sejm, Rafał Komarewicz [33].
Misi ekonomi, kesepakatan teknologi, dan kerja sama industri drone menunjukkan kemitraan kedua negara berkembang menuju rantai pasok teknologi yang lebih aman dan berbasis nilai demokrasi [3][4][7].