Alih-alih memaksa semua tugas berjalan dengan model eksekusi yang sama, runtime ini secara dinamis memilih antara isolate yang ringan dan cepat serta container Linux penuh, bergantung pada kebutuhan tugas . Cloudflare memperkirakan container hanya akan diperlukan untuk kurang dari 10 persen pekerjaan agen .
Setiap agen mendapatkan sistem berkas persisten yang ditopang SQLite. Agen dapat membaca, menulis, dan mengedit berkas, menjalankan perintah shell, serta menggunakan satu ruang kerja untuk operasi sistem berkas, eksekusi kode, dan penyiapan lingkungan .
Bagi developer, pendekatan ini mengurangi kebutuhan untuk menghubungkan sendiri komponen komputasi, penyimpanan, dan sandbox. Detail mengenai apakah kode harus berjalan di isolate, sandbox container, atau lingkungan lain ditangani oleh runtime.
Cloudflare merilis @cloudflare/computer sebagai eksperimen sumber terbuka agar dapat mengembangkannya bersama pelanggan yang sedang menjalankan agen dalam skala besar . Karena masih berstatus pratinjau awal, proyek ini lebih tepat dipandang sebagai fondasi yang sedang diuji daripada produk final.
Pembaruan kedua menyasar developer yang membangun sistem dengan lebih dari satu bahasa pemrograman. Cloudflare kini memungkinkan Python Workers dan JavaScript/TypeScript Workers saling memanggil metode secara langsung melalui Workers RPC menggunakan Service bindings .
Pemanggilan lintas bahasa ini tidak memerlukan dependensi tambahan, definisi skema, protobuf, atau kode serialisasi khusus . Foreign Function Interface (FFI) dari Pyodide menangani konversi tipe secara otomatis. Objek, fungsi, dan stream yang masih aktif juga dapat melewati batas antarbahasa .
Pengecualian dapat diteruskan kembali ke lokasi pemanggilan, sementara tipe data yang kompatibel dengan structured clone dapat digunakan sebagai parameter maupun nilai hasil . Dengan kata lain, developer dapat menyusun layanan Python dan JavaScript dalam satu sistem tanpa harus memperlakukan batas bahasa sebagai hambatan besar.
Cloudflare juga memperluas kemampuan jaringan Workers dan Containers. Melalui Spectrum—proxy ingress Cloudflare untuk lalu lintas non-HTTP—platform ini kini mendukung koneksi TCP masuk dan penerusan socket langsung ke Durable Objects serta Containers .
Runtime Workers memperkenalkan handler baru bernama connect(socket), yang memungkinkan sebuah Worker menerima socket TCP masuk secara langsung .
Dukungan ini membuka jalan bagi aplikasi gRPC dua arah penuh (full-duplex). Developer juga dapat memanfaatkan penerjemahan otomatis dari gRPC ke gRPC-Web langsung di dalam Workers . Dampaknya, layanan yang dibangun di atas Workers tidak lagi harus mengandalkan HTTP saja; protokol yang membutuhkan streaming, komunikasi dua arah, atau latensi rendah kini lebih mudah diakomodasi.
Ketiga pengumuman tersebut saling melengkapi dan membentuk strategi platform yang cukup jelas.
Pesan besarnya adalah Cloudflare ingin membangun lapisan infrastruktur untuk era agen AI: agen memiliki komputer sendiri, bahasa pemrograman dapat bekerja berdampingan, dan protokol jaringan tidak lagi menjadi penghalang utama.
Jika visi ini terwujud, developer dapat membangun, menerapkan, dan menghubungkan agen otonom di edge Cloudflare tanpa harus mengelola server, container, atau lapisan penerjemahan protokol secara manual. @cloudflare/computer menjadi fondasi lingkungan kerja agen, RPC menyatukan komponen yang ditulis dalam bahasa berbeda, sedangkan TCP dan gRPC memperluas cara agen berinteraksi dengan dunia di luar platform.