Brevan Howard menurunkan kepemilikan IBIT dari sekitar 24,3 juta saham menjadi 7,21 juta saham per 30 Juni 2026, atau berkurang sekitar 70,4%. Graham Capital dilaporkan memangkas posisi IBIT sekitar 72%, tetapi data yang tersedia tidak konsisten untuk memverifikasi jumlah saham sebelum dan sesudah transaksi serta ni...
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What did Brevan Howard Capital Management and Graham Capital Management report in their Q2 2026 regulatory filings about their reductions of. Article summary: The Q2 filings show sharp IBIT reductions by Brevan Howard and Graham Capital, but the broader institutional picture was mixed rather than uniformly bearish. The available evidence is insufficient to verify all requested. Topic tags: general, government, news, general web, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermar
Pengajuan Form 13F untuk kuartal II 2026 menunjukkan pengurangan besar pada kepemilikan BlackRock iShares Bitcoin Trust (IBIT) oleh Brevan Howard Capital Management dan Graham Capital Management. Namun, data yang sama juga memperlihatkan bahwa strategi institusi lain tidak bergerak ke arah yang seragam.
Kesimpulan paling hati-hati bukanlah bahwa seluruh institusi sedang menjual Bitcoin, melainkan bahwa posisi mereka semakin beragam di tengah penurunan pasar.
Brevan Howard melaporkan kepemilikan sekitar 7,21 juta saham IBIT pada 30 Juni 2026, turun dari sekitar 24,3 juta saham pada akhir kuartal I. Penurunan tersebut setara dengan sekitar 70,4%, sehingga nilai posisi yang tersisa dilaporkan sekitar 255 juta dolar AS.
Perubahan ini melanjutkan riwayat perdagangan Brevan Howard yang cukup bergejolak. Pada kuartal IV 2025, perusahaan tersebut menjual sekitar 31,2 juta saham, memangkas posisinya sekitar 86%, dari 36,7 juta saham menjadi sekitar 5,5 juta saham. Nilai posisi spot-nya saat itu turun dari sekitar 2,4 miliar dolar AS menjadi 275 juta dolar AS.
Pengajuan dan laporan berikutnya menunjukkan bahwa eksposur Brevan Howard kembali berubah. Karena itu, saldo pada akhir satu kuartal sebaiknya dibaca sebagai gambaran posisi pada tanggal tertentu, bukan sebagai keputusan investasi permanen.
Laporan yang tersedia menyebut Graham Capital mengurangi kepemilikan IBIT sekitar 72% pada kuartal II. Laporan lain memperkirakan pemangkasan yang lebih dekat ke 75%, dengan posisi tersisa bernilai sekitar 9 juta dolar AS.
Namun, bukti yang tersedia tidak memberikan jumlah saham Graham Capital pada awal dan akhir kuartal secara konsisten. Salah satu sumber data portofolio mencatat sekitar 2,0 juta saham senilai 67 juta dolar AS setelah pengurangan 38%, sedangkan catatan periode sebelumnya menunjukkan 925.862 saham.
Angka-angka tersebut tidak sepenuhnya selaras dengan laporan pemangkasan sekitar 72%. Dengan demikian, kesimpulan yang paling dapat dipertanggungjawabkan adalah bahwa Graham Capital memang mengurangi eksposur IBIT secara material, tetapi jumlah saham sebelum dan sesudah transaksi serta nilai posisi akhirnya belum dapat diverifikasi dengan yakin dari materi yang tersedia.
Pengajuan kuartal II tidak menunjukkan satu pola yang sama di antara investor institusional.
Kasus Morgan Stanley juga menunjukkan pentingnya membedakan instrumen. Laporan menyebut adanya pengurangan unit ETF eksternal bersamaan dengan kemunculan trust Bitcoin bermerek Morgan Stanley. Pengajuan tersebut tidak membuktikan bahwa aset dipindahkan langsung dari satu produk ke produk lainnya.
Dalam cakupan institusi yang dianalisis untuk kuartal II, kepemilikan ETF Bitcoin yang dilaporkan melalui 13F meningkat 7,5%, meski harga Bitcoin turun sekitar 14% selama kuartal tersebut.
Artinya, penambahan posisi oleh institusi lain secara agregat lebih besar daripada pengurangan yang dilakukan Brevan Howard dan Graham Capital. Data ini juga menunjukkan bahwa penurunan harga tidak otomatis memicu aksi jual serentak dari semua pemegang institusional.
Gambaran yang muncul lebih beragam: sebagian hedge fund makro mengurangi eksposur ETF spot, bank-bank besar melaporkan kepemilikan IBIT yang lebih tinggi, sebagian investor mempertahankan posisi, dan sebagian lainnya mengubah instrumen atau strategi opsi.
Pemangkasan tersebut terjadi dalam latar pasar kripto yang lemah. Pada akhir paruh pertama 2026, Bitcoin dilaporkan turun sekitar 32% hingga 33% secara year-to-date. Penurunan khusus pada kuartal II berada di kisaran 13,4% hingga 14,2%, bergantung pada sumber data yang digunakan.
Arus dana ETF spot Bitcoin di Amerika Serikat juga melemah. Produk-produk tersebut mencatat arus keluar lebih dari 465 juta dolar AS pada 23–24 Juli, ketika kekhawatiran mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve mengalahkan momentum kebijakan yang lebih mendukung.
Pada pekan yang berakhir 10 Agustus, 13 ETF spot Bitcoin yang terdaftar di AS mencatat penarikan bersih sekitar 389,7 juta dolar AS. Angka itu membalikkan arus masuk sekitar 853,5 juta dolar AS pada pekan sebelumnya.
Kondisi suku bunga, arus keluar ETF, dan ketidakpastian kebijakan dapat memengaruhi selera risiko. Namun, bukti yang tersedia tidak cukup untuk menetapkan satu penyebab pasti di balik transaksi masing-masing perusahaan. Status dan dampak seluruh agenda legislasi kripto AS yang disebut dalam sejumlah laporan juga tidak dapat diverifikasi secara independen dari materi ini.
Form 13F berguna untuk melacak kepemilikan sekuritas yang terdaftar di AS pada tanggal pelaporan. Namun, dokumen ini bersifat berkala dan dilaporkan setelah akhir kuartal. Infrastruktur data SEC untuk 13F sendiri mengatur pengajuan dan kumpulan data periodik, bukan informasi transaksi secara terus-menerus.
Karena itu, penurunan kepemilikan IBIT tidak selalu berarti sebuah manajer menjadi pesimistis terhadap Bitcoin dalam jangka panjang. Perubahan tersebut dapat mencerminkan:
Riwayat perubahan posisi Brevan Howard—termasuk penjualan IBIT sebelumnya dan laporan peningkatan eksposur opsi—menunjukkan keterbatasan tersebut dengan jelas.
Hal yang sama berlaku secara terbalik. Kenaikan kepemilikan ETF dalam 13F tidak otomatis membuktikan adanya pandangan bullish yang bertahan lama. Form 13F umumnya tidak memperlihatkan posisi short, banyak jenis derivatif, aset non-AS, transaksi setelah akhir kuartal, atau apakah eksposur tersebut dimiliki untuk nasabah maupun neraca perusahaan sendiri.
Pembacaan yang paling defensibel terhadap data kuartal II adalah sebagai berikut: Brevan Howard dan Graham Capital melakukan pengurangan besar pada kepemilikan IBIT yang mereka laporkan, sementara institusi lain menambah atau merestrukturisasi eksposur terhadap ETF Bitcoin.
Dengan kata lain, pengajuan tersebut menunjukkan pasar institusional yang terbelah—bukan bukti definitif bahwa investor institusional secara keseluruhan telah meninggalkan Bitcoin.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Brevan Howard menurunkan kepemilikan IBIT dari sekitar 24,3 juta saham menjadi 7,21 juta saham per 30 Juni 2026, atau berkurang sekitar 70,4%.
Brevan Howard menurunkan kepemilikan IBIT dari sekitar 24,3 juta saham menjadi 7,21 juta saham per 30 Juni 2026, atau berkurang sekitar 70,4%. Graham Capital dilaporkan memangkas posisi IBIT sekitar 72%, tetapi data yang tersedia tidak konsisten untuk memverifikasi jumlah saham sebelum dan sesudah transaksi serta nilai akhirnya.
Respons institusional tidak seragam: JPMorgan melaporkan kenaikan kepemilikan IBIT, Morgan Stanley mencatat lebih banyak saham IBIT meski mengurangi unit ETF eksternal, sementara UBS mengubah komposisi eksposur opsinya.