CEO Boeing Kelly Ortberg menyebut komitmen 200 jet dari China sebagai 'tranche awal' yang akan difinalkan pada akhir 2026. Kesepakatan bernilai estimasi $17–19 miliar ini didominasi 80% pesawat 737 MAX dan menandai pesanan besar Boeing pertama dari China dalam hampir satu dekade.

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What did Boeing CEO Kelly Ortberg say about the 200-jet deal with China, including the current status, potential for additional purchases of. Article summary: Here is a comprehensive summary of what Boeing CEO Kelly Ortberg has said about the 200-jet China deal, based on Reuters reporting and other sources from May 2026.. Topic tags: general, general web, user generated. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "Based on some forecasts, a further 300 to 500 jets could be ordered by China, potentially bringing the total to 700 jets." source context ""More To Come": Boeing CEO Says 200-Jet China Order Could Rise To 700 Aircraft" Reference image 2: visual subject "Based on some forecasts, a further 300 to 500 jets could be ordered by China, potentially bringing the total to 700 j
Kembalinya Boeing ke pasar China akhirnya mulai menunjukkan titik terang, namun CEO Kelly Ortberg menegaskan satu hal: kesepakatan 200 jet yang baru diumumkan itu hanyalah langkah pembuka. Setelah mendampingi Presiden Donald Trump dalam kunjungan kenegaraan ke Beijing pada Mei 2026, Ortberg kembali ke AS dan menggambarkan komitmen ini sebagai "tahap awal" (initial tranche)—bukan tujuan akhir, melainkan langkah pertama yang menjanjikan untuk memasuki pasar yang sebelumnya praktis tertutup bagi pesawat lorong tunggal Boeing selama hampir satu dekade .
Kesepakatan ini muncul dari pertemuan puncak pada 14 Mei antara Trump dan Presiden China Xi Jinping. Trump mengumumkan pembelian 200 pesawat dalam sebuah wawancara dengan Fox News, dan Boeing mengonfirmasinya tak lama kemudian, meskipun tanpa rincian spesifik mengenai tipe pesawat atau jadwal pengiriman saat itu . Ortberg kemudian menggambarkan perjalanannya bersama Trump sebagai "sangat sukses," dengan mengatakan bahwa kunjungan itu telah membuka kembali pasar China untuk pesawat lorong tunggal Boeing untuk pertama kalinya sejak ketegangan perdagangan membekukan pesanan mulai 2017
.
"Ini adalah awal yang baik. Dan saya sangat yakin bahwa dengan menjaga pasar itu tetap terbuka, ini hanyalah tahap awal pengiriman pesawat, dan akan ada lebih banyak lagi yang datang," kata Ortberg kepada hadirin di sebuah konferensi di AS pada 27 Mei, menurut Reuters .
Yang krusial, komitmen 200 jet ini adalah kesepakatan yang sepenuhnya baru dan tidak mencakup pesanan yang belum diumumkan sebelumnya, menurut sumber yang dekat dengan masalah ini. Jadwal pengiriman masih harus dikonfirmasi .
Investor sebelumnya telah disiapkan untuk paket yang jauh lebih besar. Menjelang pertemuan puncak, sejumlah sumber mengatakan kepada Reuters bahwa kesepakatan untuk sekitar 500 jet sedang dalam pembahasan . Ketika Trump mengumumkan pesanan 200 jet, saham Boeing langsung turun sekitar 4%
.
Seorang analis Bloomberg Intelligence menggambarkan angka 200 pesawat itu "mengecewakan bagi pasar yang mengharapkan 500" . Di hari-hari berikutnya, Trump menambahkan lapisan ekspektasi lain dengan mengatakan kepada wartawan di Air Force One bahwa China juga memiliki hak untuk membeli total hingga 750 pesawat Boeing
. Apakah angka yang lebih besar itu akan terwujud sangat bergantung pada tindak lanjut dari maskapai-maskapai China dan situasi hubungan dagang secara lebih luas.
Ortberg mengatakan bahwa komitmen ini akan "difinalkan akhir tahun ini"—artinya tahun 2026—seiring janji di tingkat pemerintah itu dikonversi menjadi kontrak pasti dengan maskapai . Sumber-sumber yang dekat dengan masalah ini memperkirakan pesawat-pesawat itu akan dibagi di antara tiga maskapai pelat merah China: Air China, China Eastern, dan China Southern
.
Dengan estimasi nilai $17–19 miliar menurut harga katalog, tahap awal ini sangat condong ke permintaan pesawat lorong tunggal. Sekitar 80% dari pesawat diperkirakan merupakan model 737 MAX, dengan sisanya adalah pesawat berbadan lebar .
Kementerian Perdagangan China secara terbuka mengonfirmasi bahwa kesepakatan ini mencakup persyaratan yang tidak bisa ditawar: AS harus memberikan jaminan pasokan untuk suku cadang dan komponen mesin pesawat . Ortberg mengakui pentingnya menjaga keandalan rantai pasok itu ke depannya
.
Di luar buku pesanan, jalur pengiriman juga mulai mencair. Ortberg mengonfirmasi bahwa China akan mulai kembali menerima pengiriman pesawat Boeing pada Juni 2026, menyusul penangguhan yang dipicu oleh konflik tarif di awal tahun 2026. Maskapai-maskapai China telah menjeda pengiriman pada bulan April setelah Beijing memberlakukan tarif balasan hingga 125% untuk barang-barang AS di tengah memanasnya ketegangan dagang .
Dalam konferensi Bernstein yang sama, Ortberg juga memaparkan target produksi terpisah: ia berencana meningkatkan produksi 737 MAX dari kisaran menengah-30-an per bulan menjadi 42 pada pertengahan tahun dan menjadi 47 pada akhir tahun, melampaui batasan yang diberlakukan FAA yaitu 38 per bulan setelah pembatasan terkait keselamatan sebelumnya .
Pesanan signifikan terakhir dari maskapai China terjadi pada tahun 2017, sebelum sengketa perdagangan dan larangan terbang global 737 MAX membekukan hampir seluruh jalur komersial Boeing ke China . Kesepakatan saat ini tercapai selama gencatan senjata tarif AS-China yang lebih luas, di mana tarif AS untuk barang China dikurangi menjadi 30% dan tarif balasan China untuk barang AS turun menjadi 10%
. Kedua negara juga telah mengindikasikan rencana untuk memperpanjang gencatan senjata dan memangkas tarif untuk barang tambahan masing-masing senilai lebih dari $30 miliar
.
Pernyataan Ortberg bahwa ini adalah "tahap awal" menandakan Boeing masih melihat potensi besar di depan, tetapi skala pesanan akhir tetap bergantung pada dua kekuatan yang tak terduga: ketahanan gencatan senjata tarif AS-China, dan kemauan China untuk mengonversi komitmen utama itu menjadi pesawat yang sudah ditandatangani kontrak dan dikirim. Untuk saat ini, Boeing telah berhasil membuka kembali pintu pasar yang tidak boleh mereka lewatkan—dan sebuah kesepakatan yang, meskipun lebih kecil dari harapan, telah membuka peluang itu lagi untuk pertama kalinya dalam sembilan tahun.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
CEO Boeing Kelly Ortberg menyebut komitmen 200 jet dari China sebagai 'tranche awal' yang akan difinalkan pada akhir 2026.
CEO Boeing Kelly Ortberg menyebut komitmen 200 jet dari China sebagai 'tranche awal' yang akan difinalkan pada akhir 2026. Kesepakatan bernilai estimasi $17–19 miliar ini didominasi 80% pesawat 737 MAX dan menandai pesanan besar Boeing pertama dari China dalam hampir satu dekade.
Meski menjadi kemenangan diplomatik, jumlah 200 pesawat ini mengecewakan pasar yang sebelumnya mengharapkan sekitar 500 jet, sehingga saham Boeing sempat anjlok 4%.