Pernyataan CEO Amazon Andy Jassy soal AWS berpotensi menjadi bisnis berpendapatan tahunan US$1 triliun adalah gambaran peluang jangka panjang, bukan ramalan dengan tenggat waktu tertentu. Tantangan yang lebih mendesak justru sudah terlihat: permintaan AI melampaui kapasitas cloud yang tersedia, meski Amazon berencana menggelontorkan sekitar US$220 miliar untuk belanja modal pada 2026.
1
3
11
US$1 triliun adalah potensi, bukan target bertanggal
Setelah Amazon merilis hasil kuartal II, Jassy mengatakan AWS “sangat mungkin” menjadi bisnis dengan pendapatan tahunan US$1 triliun “pada waktunya”.
11 Ia mengutarakan gagasan serupa dalam wawancara pada 23 Oktober bersama Ben Horowitz dan Erik Torenberg: pembangunan infrastruktur AI dapat membantu AWS mencapai laju pendapatan tahunan sebesar itu.
3
Angka tersebut menunjukkan potensi, bukan perkiraan kapan target itu akan tercapai. Pada kuartal II 2026, AWS membukukan pendapatan US$42,2 miliar, naik 37% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Hasil itu melampaui perkiraan US$40,54 miliar dari StreetAccount yang dikutip CNBC.
2
12 Pertumbuhan tersebut juga meningkat dari 28% pada kuartal I.
49 AWS mencatat laju pendapatan tahunan US$169 miliar dan backlog kontrak US$496 miliar.
27
32
Angka-angka itu menggambarkan bisnis yang tumbuh pesat serta komitmen pelanggan dalam jumlah besar. Namun, angka tersebut tidak memastikan kapan AWS akan mencapai US$1 triliun, atau kapan komitmen dalam backlog akan menjadi pendapatan.
Mengapa belanja US$220 miliar belum cukup
Pada 23 Oktober, Jassy mengatakan sebagian besar kapasitas AWS telah terpesan hingga 2027, dengan komitmen pelanggan yang signifikan berlanjut hingga 2028.
1 Pada Juli, ia juga menyebut Amazon masih akan kekurangan kapasitas komputasi untuk memenuhi seluruh permintaan yang diperkirakan muncul pada 2026, meski perusahaan sudah menaikkan rencana belanja modal setahun penuh.
2
Amazon menaikkan rencana belanja modal tunai 2026 dari sekitar US$200 miliar menjadi kira-kira US$220 miliar. Jassy mengaitkan kenaikan itu, antara lain, dengan meningkatnya biaya memori.
11 Namun, rencana belanja yang lebih besar tidak serta-merta berarti kapasitas baru sudah siap dipakai. Investasi harus terlebih dahulu diwujudkan menjadi infrastruktur yang beroperasi sebelum dapat melayani pelanggan. Pernyataan perusahaan menunjukkan bahwa permintaan tumbuh lebih cepat daripada waktu yang dibutuhkan untuk menambah kapasitas.
1
2
Backlog dan komitmen pelanggan selama beberapa tahun memberi Amazon gambaran tentang permintaan ke depan. Namun, itu tidak berarti setiap proyek sudah menghasilkan pendapatan. Pelaporan yang tersedia tidak menetapkan secara pasti kapan pendapatan dari komitmen tersebut akan dibukukan.
1
2
Mengapa biaya inferensi penting bagi pertumbuhan
Inferensi adalah proses menjalankan model AI yang sudah dilatih untuk menghasilkan jawaban atau keluaran. Biaya proses ini turut menentukan seberapa luas perusahaan dapat menggunakan AI. Jassy berpendapat biaya inferensi masih sekitar sepuluh kali terlalu mahal untuk memungkinkan AI dipakai secara lebih luas dalam perangkat lunak bisnis.
19
Logikanya: jika inferensi menjadi lebih murah, lebih banyak penggunaan AI mungkin akan layak secara ekonomi bagi perusahaan. Jassy mengaitkan chip buatan Amazon sendiri dengan upaya menekan biaya tersebut dan membuka peluang adopsi yang lebih luas.
5
19 Ini merupakan salah satu sumber potensi permintaan AWS ke depan—bukan jaminan bahwa biaya pasti turun atau adopsi pasti meluas.
Pertaruhannya: pertumbuhan sekarang, arus kas belakangan
Pembangunan infrastruktur AI membutuhkan dana besar di muka. Arus kas bebas Amazon selama 12 bulan terakhir dilaporkan negatif US$7,6 miliar; laporan mengaitkan tekanan itu dengan belanja pusat data dan infrastruktur lainnya.
40
45 Risiko waktunya jelas: dana keluar sebelum fasilitas baru bisa mendukung penggunaan pelanggan dan menghasilkan pendapatan tambahan. Tekanan terhadap arus kas bebas dapat berlanjut sampai pusat data baru mulai beroperasi.
41
Jadi, pertanyaan utamanya bukan sekadar apakah pelanggan menginginkan kapasitas AI. Amazon juga harus membangun kapasitas yang cukup, mengubah komitmen pelanggan menjadi penjualan, lalu menghasilkan arus kas yang sepadan dengan investasi awal. Pertumbuhan AWS dan backlog besar mendukung sisi permintaan; belanja besar dan tekanan arus kas menunjukkan tantangan pelaksanaannya.
2
27
41
Apa yang ditunjukkan bukti—dan apa yang belum
Satu rangkuman wawancara Oktober menyebut tim Bedrock Amazon membangun ulang mesin inferensi dengan kelompok kecil insinyur.
17 Contoh itu dapat menggambarkan upaya Amazon mempercepat pengembangan produk dari dalam. Namun, kecepatan pengembangan perangkat lunak tidak menghapus waktu yang diperlukan untuk membangun infrastruktur cloud secara fisik.
Sumber yang tersedia tidak mengonfirmasi klaim spesifik tentang Alexa yang dirancang ulang. Sumber tersebut juga tidak menunjukkan bagian mana dari rencana belanja 2026 yang terkait dengan komitmen pelanggan yang diperkirakan menghasilkan pendapatan pada 2027 atau 2028. Karena itu, rincian tersebut belum dapat dianggap sebagai bukti pasti untuk mendukung prospek AWS mencapai US$1 triliun.
Kesimpulan yang ditopang bukti lebih terbatas: AWS tumbuh cepat, permintaan pelanggan melampaui kapasitas yang tersedia, dan Amazon berinvestasi besar-besaran untuk memperluas pasokan. Ambisi Jassy bergantung pada keberhasilan pembangunan itu—serta pada upaya membuat penggunaan AI cukup ekonomis untuk mendorong permintaan yang lebih luas.
1
2
3
19