Reuters menemukan lebih dari 20 produk pencerah kulit yang sebelumnya ditandai regulator karena mengandung merkuri masih tersedia dari penjual pihak ketiga di Amazon, Temu, dan TikTok Shop hingga 1 September. Produk tersebut muncul di sejumlah negara, sering kali tanpa mencantumkan merkuri; sebagian penjual diduga m...
Diterbitkan olehDiedit dengan GPT-5.6 TerraGambar dibuat dengan GPT Image 2
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What did a Reuters investigation find about more than 20 mercury-containing skin-bleaching products that remain available through third-part. Article summary: Reuters found more than 20 skin-bleaching products previously identified by regulators as containing mercury still purchasable from third-party sellers on Amazon, Temu and TikTok Shop in the United States and on Amazon m. Topic tags: general, news. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clickbait t
Tinjauan Reuters menemukan lebih dari 20 produk pencerah atau pemutih kulit yang sebelumnya telah ditandai regulator terkait kandungan merkuri masih ditawarkan oleh penjual pihak ketiga di Amazon, Temu, dan TikTok Shop di sejumlah negara. Temuan ini menunjukkan betapa cepatnya kosmetik terlarang dapat muncul kembali di marketplace lintas negara, bahkan setelah produk diberi peringatan atau dihapus. 1
Reuters melaporkan bahwa produk-produk tersebut dapat dibeli konsumen di Amerika Serikat melalui Amazon, Temu, dan TikTok Shop. Produk serupa juga ditemukan di marketplace Amazon untuk Prancis, India, Uni Emirat Arab, dan Belgia. Produk itu sebelumnya muncul dalam daftar atau peringatan regulator mengenai kosmetik pencerah kulit yang mengandung merkuri. 1
Wartawan Reuters membeli krim Parley Beauty buatan Pakistan dari Temu dan TikTok Shop; tiga merek krim pemutih buatan Meksiko dari TikTok Shop; sabun pemutih buatan Filipina dari Amazon; serta produk lain dari situs Amazon yang melayani Inggris, Prancis, Belgia, dan India. 1
Namun, Reuters tidak melakukan uji laboratorium terhadap setiap barang yang dibeli. Karena itu, Reuters tidak dapat mengonfirmasi secara independen kadar merkuri pada unit produk tertentu tersebut. Identifikasi didasarkan pada temuan dan peringatan regulator sebelumnya, sementara daftar produknya sendiri tidak mencantumkan merkuri sebagai bahan. 1
Reuters menemukan produk yang telah dihapus dapat kembali dijual dengan judul menyesatkan, lewat akun penjual berbeda, atau dengan informasi identitas yang disamarkan dalam foto produk. Salah satu contohnya adalah krim asal Pakistan bernama Chandni yang telah ditandai oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA). Seorang penjual Amazon di India memasangnya dengan nama “Beauty Brightening Cream” dan mengaburkan nama produk pada gambarnya. 1
Pola seperti ini membuat penghapusan berbasis laporan menjadi sulit bertahan lama. Satu tautan produk mungkin lenyap, tetapi produk yang sama dapat muncul lagi dengan nama, akun penjual, atau tampilan gambar berbeda. 1
Menurut Reuters, merkuri dapat mencerahkan kulit dalam hitungan hari, sedangkan bahan pencerah yang legal seperti asam kojat (kojic acid) dan arbutin umumnya bekerja lebih lambat. Merkuri juga murah, mudah dicampurkan ke dalam krim, dan stabil. 1
Reuters menemukan produk yang dikaitkan dengan merkuri dijual di AS dengan harga sekitar US$6,50 per ons. Sebagai pembanding, studi tahun 2021 yang dikutip Reuters mencatat rata-rata harga produk berbahan asam kojat sebesar US$24,89 per ons. Perbedaan kecepatan hasil dan harga ini dapat menjadi insentif bagi penjual, meski risikonya terhadap kesehatan dan hukum besar. 1
Amazon menyatakan produk tersebut melanggar kebijakannya dan perusahaan tengah menghapus daftar produk serta mengambil tindakan terhadap penjual. Amazon menyebut proses verifikasi penjual, kewajiban dokumen kepatuhan atau uji laboratorium pihak ketiga, penyempurnaan sistem pengawasan, penangguhan penjual yang mengelabui sistem, serta kerja sama dengan regulator. 1
TikTok Shop mengatakan sedang menghapus produk yang melanggar aturannya. Kebijakannya melarang produk yang ditujukan untuk memutihkan, mencerahkan, mengurangi melanin, atau mengubah warna kulit. Temu menyatakan akan meninjau dan menghapus produk yang diidentifikasi Reuters apabila daftar produknya melanggar hukum yang berlaku atau aturan platform. 1
Meski demikian, Reuters melaporkan sebagian besar produk yang telah diidentifikasinya masih terdaftar hingga 1 September. 1
Rachel Doughty dari Greenfire Law mengatakan kepada Reuters bahwa persoalan yang lebih luas adalah posisi historis marketplace yang menganggap diri mereka hanya sebagai perantara, bukan pihak yang bertanggung jawab atas daftar produk penjual pihak ketiga. Ia juga menilai lembaga publik belum cukup tegas menegakkan hukum yang sudah ada. 1
Kasus ini menyoroti tantangan mendasar dalam pengawasan digital: platform dapat menetapkan aturan dan menghapus satu per satu daftar produk, tetapi penjual lintas negara dapat dengan cepat memasang ulang barang yang sama. Akibatnya, komitmen kebijakan sulit diterjemahkan menjadi penghapusan yang benar-benar permanen. 1
FDA menyatakan penghapusan krim merkuri ilegal tetap menjadi prioritas. Reuters melaporkan FDA telah menerbitkan surat peringatan kepada produsen dan distributor, serta memublikasikan daftar peringatan bagi konsumen pada Mei mengenai krim pencerah kulit yang mengandung merkuri. 1
Otoritas Prancis pada 28 Agustus mengeluarkan penarikan kembali untuk “Advanced Beauty Cream – Pearl Shine – Parley Goldie”. Mereka memperingatkan bahwa merkuri sengaja digunakan untuk menghambat sintesis melanin. Reuters menemukan produk tersebut masih tersedia di Amazon Belgia pada 31 Agustus. Pejabat Prancis menyatakan platform wajib menarik dan melakukan penarikan kembali atas produk tidak aman yang tidak memenuhi ketentuan. 1
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan tidak ada tingkat paparan merkuri yang diketahui aman. WHO juga memperingatkan bahwa perdagangan daring lintas negara mempersulit pengawasan dan penegakan aturan, sehingga diperlukan koordinasi lebih kuat antara pemerintah, penjual, dan pihak terkait lainnya. 1
Keberadaan suatu produk di marketplace besar, nama platform yang dikenal, maupun klaim “brightening” tidak bisa dianggap sebagai bukti kosmetik itu telah diverifikasi keamanannya. Dalam tinjauan Reuters, produk bermasalah kerap tidak mencantumkan merkuri dan baru dapat dikenali melalui peringatan regulator, bukan dari halaman penjualannya. 1
Sebelum membeli produk pencerah kulit secara daring, konsumen sebaiknya memeriksa peringatan dan penarikan produk dari regulator resmi—terutama bila deskripsi produk sangat umum, misalnya hanya memakai istilah “brightening”, atau kemasannya disamarkan. Penghapusan satu daftar produk juga tidak serta-merta berarti barang yang telah ditandai itu sudah hilang dari marketplace. 1
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Reuters menemukan lebih dari 20 produk pencerah kulit yang sebelumnya ditandai regulator karena mengandung merkuri masih tersedia dari penjual pihak ketiga di Amazon, Temu, dan TikTok Shop hingga 1 September.
Reuters menemukan lebih dari 20 produk pencerah kulit yang sebelumnya ditandai regulator karena mengandung merkuri masih tersedia dari penjual pihak ketiga di Amazon, Temu, dan TikTok Shop hingga 1 September. Produk tersebut muncul di sejumlah negara, sering kali tanpa mencantumkan merkuri; sebagian penjual diduga menghindari penindakan dengan mengganti nama produk, akun, atau menyamarkan label.
Amazon, Temu, dan TikTok Shop menyatakan melarang atau menghapus produk yang melanggar, tetapi Reuters melaporkan sebagian besar produk yang diidentifikasinya masih terdaftar saat peninjauan dilakukan.
Reuters menemukan lebih dari 20 produk pencerah kulit yang sebelumnya ditandai regulator karena mengandung merkuri masih tersedia dari penjual pihak ketiga di Amazon, Temu, dan TikTok Shop hingga 1 September. Produk tersebut muncul di sejumlah negara, sering kali tanpa mencantumkan merkuri; sebagian penjual diduga m...
Diterbitkan olehDiedit dengan GPT-5.6 TerraGambar dibuat dengan GPT Image 2
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What did a Reuters investigation find about more than 20 mercury-containing skin-bleaching products that remain available through third-part. Article summary: Reuters found more than 20 skin-bleaching products previously identified by regulators as containing mercury still purchasable from third-party sellers on Amazon, Temu and TikTok Shop in the United States and on Amazon m. Topic tags: general, news. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clickbait t
Tinjauan Reuters menemukan lebih dari 20 produk pencerah atau pemutih kulit yang sebelumnya telah ditandai regulator terkait kandungan merkuri masih ditawarkan oleh penjual pihak ketiga di Amazon, Temu, dan TikTok Shop di sejumlah negara. Temuan ini menunjukkan betapa cepatnya kosmetik terlarang dapat muncul kembali di marketplace lintas negara, bahkan setelah produk diberi peringatan atau dihapus. 1
Reuters melaporkan bahwa produk-produk tersebut dapat dibeli konsumen di Amerika Serikat melalui Amazon, Temu, dan TikTok Shop. Produk serupa juga ditemukan di marketplace Amazon untuk Prancis, India, Uni Emirat Arab, dan Belgia. Produk itu sebelumnya muncul dalam daftar atau peringatan regulator mengenai kosmetik pencerah kulit yang mengandung merkuri. 1
Wartawan Reuters membeli krim Parley Beauty buatan Pakistan dari Temu dan TikTok Shop; tiga merek krim pemutih buatan Meksiko dari TikTok Shop; sabun pemutih buatan Filipina dari Amazon; serta produk lain dari situs Amazon yang melayani Inggris, Prancis, Belgia, dan India. 1
Namun, Reuters tidak melakukan uji laboratorium terhadap setiap barang yang dibeli. Karena itu, Reuters tidak dapat mengonfirmasi secara independen kadar merkuri pada unit produk tertentu tersebut. Identifikasi didasarkan pada temuan dan peringatan regulator sebelumnya, sementara daftar produknya sendiri tidak mencantumkan merkuri sebagai bahan. 1
Reuters menemukan produk yang telah dihapus dapat kembali dijual dengan judul menyesatkan, lewat akun penjual berbeda, atau dengan informasi identitas yang disamarkan dalam foto produk. Salah satu contohnya adalah krim asal Pakistan bernama Chandni yang telah ditandai oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA). Seorang penjual Amazon di India memasangnya dengan nama “Beauty Brightening Cream” dan mengaburkan nama produk pada gambarnya. 1
Pola seperti ini membuat penghapusan berbasis laporan menjadi sulit bertahan lama. Satu tautan produk mungkin lenyap, tetapi produk yang sama dapat muncul lagi dengan nama, akun penjual, atau tampilan gambar berbeda. 1
Menurut Reuters, merkuri dapat mencerahkan kulit dalam hitungan hari, sedangkan bahan pencerah yang legal seperti asam kojat (kojic acid) dan arbutin umumnya bekerja lebih lambat. Merkuri juga murah, mudah dicampurkan ke dalam krim, dan stabil. 1
Reuters menemukan produk yang dikaitkan dengan merkuri dijual di AS dengan harga sekitar US$6,50 per ons. Sebagai pembanding, studi tahun 2021 yang dikutip Reuters mencatat rata-rata harga produk berbahan asam kojat sebesar US$24,89 per ons. Perbedaan kecepatan hasil dan harga ini dapat menjadi insentif bagi penjual, meski risikonya terhadap kesehatan dan hukum besar. 1
Amazon menyatakan produk tersebut melanggar kebijakannya dan perusahaan tengah menghapus daftar produk serta mengambil tindakan terhadap penjual. Amazon menyebut proses verifikasi penjual, kewajiban dokumen kepatuhan atau uji laboratorium pihak ketiga, penyempurnaan sistem pengawasan, penangguhan penjual yang mengelabui sistem, serta kerja sama dengan regulator. 1
TikTok Shop mengatakan sedang menghapus produk yang melanggar aturannya. Kebijakannya melarang produk yang ditujukan untuk memutihkan, mencerahkan, mengurangi melanin, atau mengubah warna kulit. Temu menyatakan akan meninjau dan menghapus produk yang diidentifikasi Reuters apabila daftar produknya melanggar hukum yang berlaku atau aturan platform. 1
Meski demikian, Reuters melaporkan sebagian besar produk yang telah diidentifikasinya masih terdaftar hingga 1 September. 1
Rachel Doughty dari Greenfire Law mengatakan kepada Reuters bahwa persoalan yang lebih luas adalah posisi historis marketplace yang menganggap diri mereka hanya sebagai perantara, bukan pihak yang bertanggung jawab atas daftar produk penjual pihak ketiga. Ia juga menilai lembaga publik belum cukup tegas menegakkan hukum yang sudah ada. 1
Kasus ini menyoroti tantangan mendasar dalam pengawasan digital: platform dapat menetapkan aturan dan menghapus satu per satu daftar produk, tetapi penjual lintas negara dapat dengan cepat memasang ulang barang yang sama. Akibatnya, komitmen kebijakan sulit diterjemahkan menjadi penghapusan yang benar-benar permanen. 1
FDA menyatakan penghapusan krim merkuri ilegal tetap menjadi prioritas. Reuters melaporkan FDA telah menerbitkan surat peringatan kepada produsen dan distributor, serta memublikasikan daftar peringatan bagi konsumen pada Mei mengenai krim pencerah kulit yang mengandung merkuri. 1
Otoritas Prancis pada 28 Agustus mengeluarkan penarikan kembali untuk “Advanced Beauty Cream – Pearl Shine – Parley Goldie”. Mereka memperingatkan bahwa merkuri sengaja digunakan untuk menghambat sintesis melanin. Reuters menemukan produk tersebut masih tersedia di Amazon Belgia pada 31 Agustus. Pejabat Prancis menyatakan platform wajib menarik dan melakukan penarikan kembali atas produk tidak aman yang tidak memenuhi ketentuan. 1
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan tidak ada tingkat paparan merkuri yang diketahui aman. WHO juga memperingatkan bahwa perdagangan daring lintas negara mempersulit pengawasan dan penegakan aturan, sehingga diperlukan koordinasi lebih kuat antara pemerintah, penjual, dan pihak terkait lainnya. 1
Keberadaan suatu produk di marketplace besar, nama platform yang dikenal, maupun klaim “brightening” tidak bisa dianggap sebagai bukti kosmetik itu telah diverifikasi keamanannya. Dalam tinjauan Reuters, produk bermasalah kerap tidak mencantumkan merkuri dan baru dapat dikenali melalui peringatan regulator, bukan dari halaman penjualannya. 1
Sebelum membeli produk pencerah kulit secara daring, konsumen sebaiknya memeriksa peringatan dan penarikan produk dari regulator resmi—terutama bila deskripsi produk sangat umum, misalnya hanya memakai istilah “brightening”, atau kemasannya disamarkan. Penghapusan satu daftar produk juga tidak serta-merta berarti barang yang telah ditandai itu sudah hilang dari marketplace. 1
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Reuters menemukan lebih dari 20 produk pencerah kulit yang sebelumnya ditandai regulator karena mengandung merkuri masih tersedia dari penjual pihak ketiga di Amazon, Temu, dan TikTok Shop hingga 1 September.
Reuters menemukan lebih dari 20 produk pencerah kulit yang sebelumnya ditandai regulator karena mengandung merkuri masih tersedia dari penjual pihak ketiga di Amazon, Temu, dan TikTok Shop hingga 1 September. Produk tersebut muncul di sejumlah negara, sering kali tanpa mencantumkan merkuri; sebagian penjual diduga menghindari penindakan dengan mengganti nama produk, akun, atau menyamarkan label.
Amazon, Temu, dan TikTok Shop menyatakan melarang atau menghapus produk yang melanggar, tetapi Reuters melaporkan sebagian besar produk yang diidentifikasinya masih terdaftar saat peninjauan dilakukan.