Memperkenalkan Face ID. Apple mengganti sensor sidik jari Touch ID dengan sistem pengenalan wajah yang memakai 30.000 titik inframerah untuk memetakan wajah pengguna . Sistem kamera TrueDepth mencakup kamera inframerah, flood illuminator, dan dot projector—semua disembunyikan di dalam poni (notch) yang kini ikonik
.
Desain full-screen tanpa bezel dan tanpa tombol Home. Untuk pertama kalinya, iPhone tidak memiliki tombol Home fisik. Navigasi dilakukan dengan gerakan swipe, dan desain kaca-baja tahan karat menghilangkan 'dagu' bawah . Notch di bagian atas menjadi ciri visual utama iPhone selama bertahun-tahun
.
Dirilis pada Juli 2018, MacBook Pro 15 inci ini adalah puncak desain laptop profesional berbasis Intel sebelum Apple beralih ke chip buatan sendiri.
Pertama kali pakai prosesor Intel Core i9 6-core di MacBook Pro 15 inci. Chip generasi ke-8 "Coffee Lake" membawa lompatan performa besar—Apple mengklaim peningkatan CPU hingga 70% lebih cepat dari generasi sebelumnya . Konfigurasi tertinggi menawarkan prosesor Core i9-8950HK 2,9 GHz dengan Turbo Boost hingga 4,8 GHz
.
Memperkenalkan layar True Tone ke jajaran MacBook Pro. Layar Retina 15,4 inci (resolusi 2880 x 1800) secara otomatis menyesuaikan keseimbangan putih dengan cahaya sekitar, fitur yang sebelumnya hanya ada di iPad Pro . Touch Bar dan Touch ID menjadi standar di semua model 15 inci
.
RAM dan penyimpanan terbesar di zamannya. Model 2018 mendukung RAM DDR4 hingga 32 GB (dua kali lipat dari batas 16 GB pendahulunya) dan penyimpanan SSD hingga 2 TB, dengan empat port Thunderbolt 3 . Chip keamanan Apple T2 juga debut di jajaran MacBook Pro, memungkinkan boot aman dan penyimpanan terenkripsi
.
Apple mengklasifikasikan produk sebagai 'obsolete' jika sudah lebih dari tujuh tahun sejak Apple berhenti mendistribusikannya untuk dijual . Dampak praktisnya:
Apa yang masih berfungsi. Perangkat itu sendiri tetap bisa dipakai normal. iPhone X sudah menerima pembaruan iOS terakhir, dan MacBook Pro masih bisa menjalankan macOS . Kamu bisa terus menggunakannya tanpa batas, selama hardware tidak bermasalah.
Opsi jika ada yang rusak. Bengkel independen mungkin masih bisa memperbaiki perangkat ini menggunakan suku cadang aftermarket. Unit yang rusak juga bisa dijadikan sumber komponen yang masih berfungsi. Namun, seiring waktu, mencari suku cadang pengganti akan semakin sulit, dan pada akhirnya upgrade ke model yang lebih baru adalah pilihan paling praktis.
Jika iPhone X atau MacBook Pro 15 inci (2018) milikmu masih berfungsi dengan baik, kamu bisa terus menggunakannya bertahun-tahun ke depan. Label 'obsolete' tidak membuat perangkat mati—hanya menutup pintu dukungan resmi Apple. Untuk perbaikan ringan, carilah bengkel independen yang terpercaya. Untuk kerusakan besar, biasanya ekonomi lebih mendukung upgrade ke model baru yang masih didukung penuh.