Salah satu tanggapan paling emosional datang dari Sandfall Interactive, studio Prancis di balik RPG Clair Obscur: Expedition 33. Dalam sejumlah wawancara, CEO sekaligus direktur kreatif Guillaume Broche dan direktur teknis Tom Guillermin menjelaskan mengapa mereka tetap memperjuangkan versi fisik gim tersebut—meski langkah itu lebih rumit dan kurang menguntungkan.
Broche tidak menutupi kekecewaannya. Kepada AUTOMATON, ia mengatakan keputusan Sony secara pribadi terasa “sangat menyedihkan”, terutama karena ia menyukai toko video game dan melihat banyak anggota timnya masih bermain di PS5 serta gemar mengoleksi disc fisik .
Ia mengakui bahwa keputusan tersebut dapat dipahami dari sisi bisnis, mengingat konsumen semakin beralih ke produk digital. Namun, Broche tetap menganggap hilangnya disc sebagai arah yang menyederhanakan—bahkan mereduksi—video game sebagai sebuah medium .
“Menurut saya, ini sungguh disayangkan. Dari sisi bisnis, saya bisa memahami mengapa keputusan itu masuk akal. Namun, jika dilihat dari medium ini, tetap terasa menyedihkan,” ujar Broche .
Bagi Broche, game bukan hanya file yang diunduh lalu dimainkan. Kotak, ilustrasi sampul, dan disc yang bisa disentuh merupakan bagian dari cara pemain mengalami serta menghargai sebuah karya.
“Saya rasa, benda fisik juga merupakan bagian dari keindahan seni—sesuatu yang bisa disentuh,” kata Broche . Menurutnya, memiliki salinan dalam bentuk nyata memberi dimensi artistik dan budaya yang berbeda dari sekadar menyimpan lisensi di akun digital .
Pandangan itu bukan sekadar nostalgia. Tim Sandfall telah menerapkannya ketika memutuskan untuk merilis Expedition 33 dalam format fisik. Guillermin mengakui bahwa produksi disc membawa biaya dan keterbatasan tambahan, sekaligus mengurangi keuntungan per kopi. Meski begitu, tim tetap mengambil langkah tersebut karena percaya pada nilai edisi fisik .
“Semuanya menjadi lebih sulit dan keuntungan per kopi lebih kecil, tetapi kami tetap melakukannya karena kami percaya pada hal ini,” jelas Guillermin .
Dorongan untuk menghadirkan versi kotak tidak hanya datang dari sisi pemasaran. Broche mengatakan banyak anggota tim Sandfall menggunakan PS5 dan menyukai kegiatan mengoleksi disc fisik . Antusiasme internal itu kemudian menjadi alasan penting untuk mempertahankan rilis fisik.
Penerbit mereka bahkan sempat membahas kemungkinan untuk melewatkan versi fisik sepenuhnya. Namun, tim menolak gagasan tersebut karena merasa pemain—dan mereka sendiri—ingin dapat “memegangnya” secara langsung . Membeli salinan kotak dari game buatan sendiri pun menjadi momen yang istimewa bagi para pengembang .
Dengan kata lain, perjuangan Sandfall bukan perdebatan abstrak tentang format distribusi. Mereka sudah menghadapi biaya, logistik, dan risiko komersialnya secara langsung ketika memilih memproduksi versi fisik Expedition 33 .
Argumen lain yang disampaikan Broche berkaitan dengan kepemilikan. Pemain dapat mengumpulkan game fisik, menyusunnya di rak, dan melihat kembali koleksi yang mereka miliki. Hubungan semacam itu, menurutnya, terasa berbeda dari membeli lisensi digital yang tersimpan di sebuah akun .
“Saya sepenuhnya memahami bahwa orang ingin memiliki deretan DVD dan game, lalu merasakan bahwa benda-benda itu benar-benar milik mereka,” ujar Broche .
Bagi sebagian pemain, rak berisi game bukan sekadar pajangan. Koleksi itu menjadi rekam jejak pengalaman bermain, sama seperti buku atau album musik yang tetap disimpan setelah selesai dinikmati. Broche menilai kemampuan untuk memiliki sesuatu yang nyata adalah bagian dari hal yang dihargai pemain dalam sebuah karya seni .
Kekhawatiran Broche juga menyentuh budaya toko video game. Ia berulang kali menyebut kecintaannya pada toko game dan menyayangkan kemundurannya seiring industri beralih ke model digital .
Toko fisik selama ini bukan hanya tempat membeli produk. Bagi penggemar, toko juga menjadi ruang untuk menemukan game, melihat kemasan, berbincang, dan merasakan keberadaan komunitas. Berkurangnya produksi disc berpotensi semakin mempercepat hilangnya ekosistem ritel tersebut, setidaknya menurut kekhawatiran yang ia sampaikan.
Kritik terhadap langkah Sony datang dari sejumlah perusahaan dan pengembang lain. Kekhawatiran mereka mencakup pelestarian game, pilihan konsumen, serta nilai budaya media fisik dalam ekosistem video game .
Namun, respons Sandfall terasa menonjol karena studio tersebut telah mengambil keputusan yang sejalan dengan prinsipnya. Mereka tetap menghadirkan edisi kotak Clair Obscur: Expedition 33 meski prosesnya lebih mahal dan rumit. Bagi tim itu, disc fisik bukan hanya kenang-kenangan dari era lama, melainkan salah satu cara untuk mempertahankan hubungan antara karya, pembuatnya, dan pemain.