
Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What criticism has followed the leaked and publicly shown gameplay of Insomniac Games’ PlayStation 5 exclusive Marvel’s Wolverine since Augu. Article summary: The reaction has been unusually hostile for a pre-release game, but it is largely based on short leaked clips and preview footage rather than the finished product. Insomniac argues that social-media dynamics have magnifi. Topic tags: general, general web, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fa
Gelombang kritik terhadap Marvel’s Wolverine meningkat setelah pratinjau hands-on dan cuplikan gameplay muncul pada 13 Agustus. Sejumlah pemain mengejek jejak merah menyala yang digunakan Logan saat melacak target, membandingkan pertarungan Sentinel dengan game-game lama, mempertanyakan penyajian Sabretooth, serta menilai strukturnya terlalu linear jika dibandingkan dengan seri Spider-Man buatan Insomniac.
Reaksi tersebut memang nyata, tetapi belum bisa dianggap sebagai penilaian final terhadap keseluruhan game. Bukti yang tersedia sejauh ini berasal dari pratinjau, cuplikan pendek, dan sejumlah materi yang beredar secara online. Di sisi lain, laporan hands-on justru menyoroti sistem pertarungan sebagai salah satu kekuatan utama. Marvel’s Wolverine dijadwalkan meluncur eksklusif di PlayStation 5 pada 15 September 2026.
Salah satu elemen yang paling sering dijadikan bahan lelucon adalah jejak merah terang yang terlihat ketika Logan melacak target di atas atap Madripoor. Jejak itu dimaksudkan sebagai aroma yang ditinggalkan buruan Wolverine, sehingga Logan dan pemain dapat melihat jalur yang harus diikuti.
Namun, sebagian pemain melihatnya sebagai contoh lain dari kebiasaan game AAA modern yang menambahkan penanda visual sangat jelas ke dalam lingkungan permainan. Karena itu, jejak tersebut dibandingkan dengan konvensi “cat kuning”—permukaan yang bisa dipanjat atau berinteraksi biasanya diberi warna mencolok agar pemain tahu ke mana harus pergi.
Kritik ini bukan semata-mata soal alasan naratifnya. Yang dipersoalkan adalah kekhawatiran bahwa game terlalu sering mengarahkan pemain dan mengurangi ruang untuk bereksplorasi atau membaca lingkungan secara mandiri.
Kritik yang lebih besar muncul dari cuplikan Wolverine melawan Sentinel. Penonton menggambarkan pertarungan itu sebagai pola boss fight yang sudah sangat dikenal: menghindari serangan musuh berukuran besar, menunggu celah, lalu menyerang.
Perbandingan viral kemudian menyandingkan adegan tersebut dengan pertarungan dalam X-Men Origins: Wolverine (2009) dan Ben 10: Protector of Earth (2007) di PlayStation 2. Salah satu video perbandingan menyoroti kemiripan posisi kamera dan bentuk umum pertarungan, bukan membuktikan bahwa kedua game tersebut memakai desain yang sama.
Sebagian pemain juga menilai game baru ini terlalu dekat dengan formula aksi superhero dan game AAA yang sudah mapan. Ada pula yang membandingkannya secara tidak menguntungkan dengan game X-Men Origins: Wolverine, dengan alasan bahwa judul lama itu menyajikan versi pertarungan serupa secara lebih memuaskan.
Kritik tidak berhenti pada mekanik permainan. Reaksi online juga mempertanyakan akting suara, dialog, penyajian karakter, serta nada cerita Sabretooth. Model karakter Logan ketika tidak mengenakan topeng turut menjadi sasaran kritik karena dianggap tidak sesuai dengan bayangan sebagian penonton terhadap Wolverine dari komik maupun film.
Penilaian terhadap hal-hal tersebut tentu bersifat subjektif. Selain itu, cuplikan yang beredar belum memberi konteks cukup untuk menilai keseluruhan performa atau cerita. Meski demikian, reaksi ini menunjukkan betapa kuatnya game tersebut dibandingkan dengan berbagai versi Wolverine yang sudah dikenal, termasuk interpretasi Hugh Jackman dan game tahun 2009.
Seri Spider-Man dari Insomniac membentuk ekspektasi pemain terhadap area kota yang luas, traversal bebas, dan berbagai aktivitas yang tersebar di dalam dunia terbuka. Tayangan awal Marvel’s Wolverine mengarah pada format berbeda: game aksi yang lebih fokus, linear, dan digerakkan oleh set piece, tanpa kota besar yang bisa dijelajahi dengan cara yang sama.
Perbedaan desain ini menjadi salah satu sumber keluhan paling konsisten. Bagi para pengkritik, jalur traversal yang terpandu dan progresi misi langsung menunjukkan bahwa pemain akan memiliki kebebasan lebih sedikit dibandingkan dalam Spider-Man. Jejak aroma merah menjadi sasaran empuk karena terlihat jelas dalam cuplikan singkat ketika Logan mengikuti rute yang sudah ditandai.
Insomniac mengatakan bahwa perbedaan tersebut memang disengaja. Direktur game Mike Daly menjelaskan bahwa tim berfokus pada identitas Wolverine sebagai karakter yang mengutamakan pertarungan. Menurutnya, membuat Logan berlari melintasi peta raksasa tidak akan menghasilkan “pengalaman Wolverine” yang tepat.
Kritik terhadap Marvel’s Wolverine menyebar melalui meme, video perbandingan, potongan gameplay, dan unggahan ulang di berbagai platform. Format seperti ini biasanya lebih menguntungkan lelucon singkat atau perbandingan yang mencolok daripada penilaian menyeluruh terhadap desain encounter, kontrol pemain, dan ritme permainan. Sejumlah laporan bahkan menggambarkan reaksi tersebut sebagai sesuatu yang sangat hostile untuk game yang belum dirilis.
James Stevenson, direktur komunikasi dan pemasaran Insomniac, menilai algoritma platform telah memperkuat sentimen negatif. Menurutnya, sistem tersebut memberi penghargaan lebih besar kepada reaksi yang paling provokatif, sehingga respons online terlihat lebih keras dan belum tentu mewakili perasaan mayoritas pemain. Ia menyebut situasi itu sebagai “serangan tanpa henti” dan mempertanyakan apakah lingkungan seperti itu sehat bagi para pengembang.
Hal ini tentu tidak berarti semua keluhan pemain tidak valid. Cuplikan yang ditampilkan memang wajar menimbulkan pertanyaan tentang bantuan navigasi, desain boss, dan tingkat linearitas. Namun, unggahan yang paling ramai dibagikan juga tidak otomatis dapat dianggap sebagai konsensus pemain.
Respons Stevenson berfokus pada efek berantai umpan balik di media sosial. Masalahnya, menurut dia, bukan sekadar ada orang yang tidak menyukai elemen tertentu dalam game, melainkan algoritma yang membuat ejekan dan komentar paling negatif menyebar lebih cepat daripada kritik yang terukur.
Daly mengambil sikap yang lebih santai. Ia mengatakan Insomniac sudah terbiasa menghadapi kritik online dan menyebut intensitas reaksi tersebut sebagai “masalah yang baik untuk dimiliki”. Alasannya, besarnya perdebatan menunjukkan bahwa pemain sangat peduli terhadap Wolverine dan memperhatikan proyek tersebut dengan saksama.
Daly tidak bermaksud mengatakan semua kritik harus diabaikan. Ia melihat ekspektasi tinggi sebagai tanda adanya minat. Game yang tidak menarik perhatian tidak akan memicu perdebatan sebesar itu. Ia juga membela struktur yang lebih sempit sebagai keputusan kreatif yang sengaja dibangun di sekitar pertarungan dan set piece, bukan upaya untuk mengulang formula kota terbuka milik Spider-Man.
Penyeimbang terpenting terhadap cuplikan viral adalah pengalaman bermain secara langsung dalam durasi yang lebih panjang. Mitchell Saltzman dari IGN mendapat kesempatan memainkan game tersebut dan memberikan kesan positif terhadap sistem pertarungannya. Ia menilai materi yang tersedia menjanjikan, sembari mengingatkan bahwa game sebaiknya dinilai lebih dari sekadar potongan video.
Laporan pratinjau lain juga menggambarkan format linear dan fokus pada pertarungan sebagai arah desain yang disengaja, bukan keterbatasan yang muncul secara tidak sengaja. Laporan hands-on resmi PlayStation menyebut sesi bermain selama dua jam yang mencakup cerita, pertarungan, dan eksplorasi—konteks yang tidak bisa diberikan oleh cuplikan media sosial berdurasi singkat.
Konteks tersebut penting. Satu cuplikan mungkin hanya memperlihatkan sebuah rute, satu fase boss, atau beberapa detik gerakan karakter. Video sesingkat itu tidak dapat menunjukkan secara utuh bagaimana serangan Wolverine dirangkai, bagaimana tingkat kesulitan encounter meningkat, seberapa besar pilihan pemain di sepanjang misi, atau apakah struktur yang lebih fokus mampu menghadirkan fantasi menjadi Logan.
Pertanyaan-pertanyaan itu baru bisa dijawab melalui sesi bermain yang lebih panjang dan, pada akhirnya, oleh game versi rilis.
Kritik yang muncul mengarah pada empat kekhawatiran nyata: bantuan navigasi yang terlalu mencolok, pertarungan Sentinel yang menyerupai pola boss fight familiar, ketidakpastian soal sejumlah performa karakter, serta struktur linear yang kontras dengan Spider-Man. Meme dan perbandingan berulang di media sosial kemudian memperbesar semua kekhawatiran tersebut.
Namun, materi yang tersedia belum membuktikan bahwa seluruh game itu sederhana atau tidak orisinal. Jejak merah memiliki alasan di dalam dunia game, format yang lebih fokus merupakan keputusan kreatif yang telah dijelaskan Insomniac, dan liputan hands-on memberi kesan lebih menjanjikan terhadap pertarungan daripada yang terlihat dari cuplikan paling viral.
Untuk saat ini, kesimpulan terkuatnya adalah Marvel’s Wolverine sedang menghadapi masalah ekspektasi sekaligus pertanyaan gameplay. Pemain membandingkan game Wolverine pertama dari Insomniac dengan kesuksesan dunia terbuka Spider-Man, game-game berlisensi lama, dan bayangan mereka sendiri tentang bagaimana Logan seharusnya terasa saat dimainkan.
Jawaban atas kekhawatiran tersebut akan menjadi lebih jelas ketika Marvel’s Wolverine dirilis di PS5 pada 15 September 2026.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Sejak pratinjau langsung dan cuplikan gameplay beredar pada 13 Agustus, Marvel’s Wolverine dikritik karena jejak aroma merah yang dianggap mirip panduan “cat kuning”, pertarungan Sentinel yang dinilai generik, penampi...
Sejak pratinjau langsung dan cuplikan gameplay beredar pada 13 Agustus, Marvel’s Wolverine dikritik karena jejak aroma merah yang dianggap mirip panduan “cat kuning”, pertarungan Sentinel yang dinilai generik, penampi... Direktur Mike Daly menyebut reaksi keras itu sebagai “masalah yang baik” karena menunjukkan besarnya perhatian dan ekspektasi terhadap Wolverine, sementara James Stevenson menilai algoritma media sosial memperkuat sen...
Pratinjau hands on dari sejumlah jurnalis, termasuk Mitchell Saltzman dari IGN, memberi kesan lebih positif terhadap sistem pertarungan dan menekankan pentingnya mencoba permainan secara langsung sebelum menghakimi ve...