Guercilena akan tetap aktif penuh sepanjang Tour de France untuk memastikan serah terima berjalan mulus . Sementara itu, Niermann akan menyelesaikan tugasnya di Visma hingga akhir Agustus sebelum resmi beralih
.
Dalam kolomnya di surat kabar Belgia Het Nieuwsblad, mantan bos Quick-Step, Patrick Lefevere, melontarkan kritik keras, baik soal waktu maupun besarnya uang yang digelontorkan dalam perombakan ini .
Soal kepergian Guercilena: Lefevere, yang pernah bekerja sama dengan Guercilena di tim Mapei pada era 1990-an, menyebut pemecatan itu "bukan tikaman dari belakang secara harfiah, tapi tetap saja pengecut" . Ia menilai Guercilena pantas mendapatkan rasa hormat yang lebih besar setelah membangun tim dari nol.
Soal waktu keputusan: Ia menggambarkan seluruh peristiwa ini sebagai "permainan kursi musik yang dramatis satu bulan sebelum Tour de France" dan mengaku benar-benar "heran" dengan keputusan untuk mengumumkan perubahan yang bisa mengganggu stabilitas tim sedekat ini dengan perlombaan .
Soal pembelian kontrak Ayuso: Dalam salah satu klaim paling eksplosif minggu ini, Lefevere menulis bahwa Lidl-Trek membayar "setidaknya €15 juta" untuk membeli kontrak Juan Ayuso dari UAE Team Emirates . Jika akurat, ini akan menjadi salah satu pembelian kontrak termahal dalam sejarah olahraga ini. Pihak tim belum mengonfirmasi angka tersebut, dan pemberitaan independen sebelumnya menyebutkan bahwa kesepakatan tiga pihak itu diselesaikan dengan nilai "jauh di bawah klausul €100 juta yang sempat ramai diberitakan"
.
Berbicara di podcast THEMOVE, mantan bos tim US Postal dan Discovery Channel, Johan Bruyneel, mempertanyakan apakah pengeluaran besar-besaran ini akan meningkatkan performa atau justru mengacaukan tim .
"Mereka menghabiskan banyak uang, banyak orang yang tidak senang," ujar Bruyneel, seraya berpendapat bahwa perombakan internal ini jauh lebih besar daripada yang terlihat dari luar . Ia menyoroti sulitnya mengintegrasikan kepemimpinan baru ke dalam budaya tim yang sudah mapan, dengan mencatat dari pengalamannya sendiri bahwa "merger tidak pernah berhasil" dan bahkan sponsor yang sukses pun bisa merasa seperti penyusup di dalam tim yang sudah berdiri lama
.
Bruyneel juga dengan tegas membela Guercilena, mengisyaratkan bahwa perubahan yang begitu cepat berisiko merusak moral tim alih-alih menciptakan peningkatan performa yang diandalkan oleh manajemen baru .
CEO Soudal Quick-Step, Jürgen Foré, melontarkan sindiran filosofis terhadap strategi membajak talenta dari tim rival. "Membeli kebenaran dari tempat lain bukanlah gaya saya," ujarnya kepada WielerFlits .
Foré berpendapat bahwa perombakan staf ini "bukan cuma soal uang" dan mempertanyakan apakah merakit bakat dari struktur yang berbeda-beda dapat meniru chemistry dan kepercayaan yang telah dinikmati para staf tersebut di lingkungan asli mereka . Referensinya terhadap aksi membajak Niermann dari Visma dan Lorang dari Red Bull sangatlah jelas dan langsung mengena.
Niermann, tokoh sentral dalam kontroversi ini, membela keputusannya sebagai langkah pribadi untuk mengejar tantangan baru. Ia menggambarkan Lidl-Trek sebagai "salah satu proyek paling ambisius di dunia balap sepeda" dan mengatakan bahwa kesempatan untuk turut membangun sesuatu dari skala investasi sebesar ini terlalu sayang untuk dilewatkan .
Ia mengakui bahwa waktunya memang tidak biasa, tetapi menegaskan bahwa kepindahan ini didorong oleh visi jangka panjang, bukan sekadar mengganggu stabilitas jangka pendek .
Bos tim Visma | Lease a Bike, Richard Plugge, mengatakan bahwa ia "terkejut" dengan kepergian Niermann tetapi menghormati keputusan tersebut: "Ia ingin melangkah maju dan saya menghormati pilihannya" . Marc Reef, seorang direktur internal yang sukses mengawasi kampanye Giro d'Italia 2026, dipromosikan untuk menggantikan Niermann sebagai kepala balap
.
Transformasi struktural ini sebenarnya sudah berlangsung sejak Oktober 2025, ketika Lidl mengakuisisi saham mayoritas tim dan registrasinya beralih dari Amerika Serikat ke Jerman . Penunjukan Andy dan Fränk Schleck, penandatanganan kontrak lima tahun Juan Ayuso, dan kini perubahan manajemen yang menyeluruh—semuanya menandakan proyek yang dirancang untuk memenangkan Tour de France
.
Namun, tenggat waktu yang agresif dan kritik publik dari tokoh-tokoh berpengalaman seperti Lefevere, Bruyneel, dan Foré telah menciptakan narasi bahwa ini adalah tim yang rela menghamburkan dana dalam jumlah besar dan mengorbankan hubungan demi mempercepat ambisinya. Apakah semua ini akan berbuah hasil di lintasan atau justru berujung pada ketidakstabilan internal, hanya waktu yang bisa menjawabnya.
Comments
0 comments