Penampilan Cristiano Ronaldo yang minim kontribusi dalam hasil imbang 1 1 Portugal melawan RD Kongo memperpanjang rekor puasa golnya menjadi 10 laga beruntun di turnamen besar tanpa gol, dengan 33 percobaan tembakan t... Analisis statistik menunjukkan Portugal mencetak gol jauh lebih sedikit saat Ronaldo bermain seb...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What concerns have been raised about Cristiano Ronaldo's impact on the Portugal national team following their 1-1 draw with DR Congo in thei. Article summary: The widespread concern is that at 41, Cristiano Ronaldo is no longer a net positive for Portugal at the highest level, and that starting him — and keeping him on for the full 90 minutes — is actively hampering the team's. Topic tags: general, general web, user generated, news. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "# 'Another World Cup Shock': Portugal Draws 1-1 with DR Congo... Portugal's Cristiano Ronaldo looks disappointed after the 2026 FIFA North, Central America and Caribbean World Cup" source context "Portugal Draws 1-1 with DR Congo... Ronaldo 'Silent' | STARNEWS" Reference image 2: visual subject "Portugal pl
Kampanye Piala Dunia 2026 Portugal dimulai bukan dengan kemenangan meyakinkan, melainkan dengan hasil imbang 1-1 yang membuat frustrasi melawan Republik Demokratik Kongo. Hasil ini langsung mengintensifkan pertanyaan yang telah mengikuti tim selama beberapa turnamen: apakah Cristiano Ronaldo masih menjadi nilai tambah bagi tim nasionalnya? Di usia 41 tahun, bermain penuh 90 menit di Piala Dunia keenamnya yang memecahkan rekor, Ronaldo hanya mencatatkan 25 sentuhan dan gagal melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran, memperpanjang puasa gol bersejarah di panggung-panggung terbesar . Penampilannya telah menggeser pembicaraan dari "apakah dia masih bisa memberikan momen ajaib" menjadi "apakah keberadaannya kini justru menjadi masalah struktural."
Output individu Ronaldo melawan RD Kongo sangat minim. Ia tidak melepaskan tembakan pertamanya hingga menit ke-67 dan menyelesaikan pertandingan dengan hanya dua atau tiga tembakan, nol peluang yang diciptakan untuk rekan setim, dan hanya lima sentuhan di dalam kotak penalti lawan . Bagi seorang pemain yang dibangun untuk menjadi ancaman mematikan di sepertiga akhir lapangan, statistik ini melukiskan gambaran tentang betapa efektifnya ia dinetralisir oleh pertahanan Kongo, membuat banyak media menggambarkan penampilannya sebagai "horor"
. Penampilan ini menjadi sangat mencolok karena terjadi kurang dari 24 jam setelah para superstar kontemporer seperti Kylian Mbappé, Erling Haaland, dan Lionel Messi tampil cemerlang dengan mencetak banyak gol dan kemenangan meyakinkan
.
Pertandingan melawan RD Kongo bukan hanya menandai satu pertandingan sunyi; ini memperpanjang rekor paceklik gol yang mencetak rekor. Ronaldo kini telah menjalani 10 pertandingan berturut-turut di Piala Dunia dan Kejuaraan Eropa tanpa mencetak gol . Dalam rentang waktu itu, ia telah melakukan 33 percobaan tembakan, hanya 11 yang tepat sasaran, dan nol gol
. Ini adalah puasa gol terburuk dalam karier internasionalnya di turnamen besar.
Lini masa penurunan ini cukup mengkhawatirkan. Gol terakhirnya dari permainan terbuka (open play) di turnamen besar terjadi saat melawan Jerman di Euro 2020, yang dimainkan pada Juni 2021—hampir lima tahun yang lalu . Satu-satunya gol turnamennya sejak saat itu adalah penalti melawan Ghana di pertandingan pembuka Piala Dunia 2022
. Sejak penalti itu, ia gagal mencetak gol dalam lima pertandingan Piala Dunia dan seluruh lima penampilan Portugal di Euro 2024
.
Di luar statistik individu, sebuah pola yang meresahkan di level tim telah muncul di bawah asuhan pelatih Roberto Martinez. Perbandingan produktivitas serangan Portugal dengan dan tanpa Ronaldo sebagai starter mengungkapkan kesenjangan yang signifikan:
Analisis yang lebih luas dari era Martinez menunjukkan tren serupa. Dalam 30 pertandingan yang dimulai Ronaldo sebagai starter, Portugal mencetak 67 gol. Dalam 9 pertandingan yang tidak dimulainya sebagai starter, mereka mencetak 33 gol, menunjukkan bahwa mereka mencetak gol lebih bebas tanpa sang kapten di lapangan . Lebih tajam lagi, dalam empat pertandingan terakhir tim di kompetisi besar sebelum laga melawan RD Kongo, Ronaldo bermain selama 396 dari 420 menit yang tersedia, dan Portugal hanya mencetak satu gol dalam rentang waktu itu
. Analisis pra-turnamen juga menyoroti bahwa Portugal mencetak sembilan gol dalam dua pertandingan kualifikasi terpisah yang dimainkan tanpa Ronaldo, menggarisbawahi potensi tim saat dibangun di sekitar titik fokus serangan yang berbeda
.
Menghadapi statistik ini, pelatih Roberto Martinez tetap teguh pada pendiriannya. Setelah hasil imbang, ia berargumen bahwa "tidak masuk akal" untuk menarik keluar Ronaldo, menggambarkannya sebagai "pencetak gol terbaik di dunia" dan menekankan kebutuhan taktis akan ancamannya melawan pertahanan rapat Kongo . Namun, Martinez juga mengakui bahwa Portugal "gagal mengirimkan cukup umpan ke sepertiga akhir lapangan" setelah memimpin cepat, sebuah pengakuan yang disambar oleh para kritikus sebagai pengakuan tersirat bahwa bentuk serangan tim—yang dibangun di sekitar penyerang nomor sembilan yang relatif tidak mobile—adalah bagian inti dari masalah
.
Masalah taktis ini adalah tentang keseimbangan struktural. Para analis, termasuk Thierry Henry, sebelumnya telah membingkai masalah ini bukan sebagai Ronaldo yang perlu mencetak gol, tetapi sebagai tim yang perlu mencetak gol, menyiratkan bahwa mengakomodasi seorang ikon yang menua sebagai titik fokus utama membatasi sistem high-pressing yang fluid . "Teka-teki Ronaldo," demikian beberapa media menyebutnya, adalah apakah Martinez mampu menepikan atau mencadangkan kapten dan pencetak gol terbanyak sepanjang masanya ketika alternatif yang lebih mobile seperti Diogo Jota dan Gonçalo Ramos menawarkan pergerakan tanpa bola dan intensitas pressing yang lebih unggul
.
Ronaldo sendiri menanggapi hasil ini dengan pesan menantang, memposting di media sosial, "Itu bukan awal yang kami inginkan, tetapi ini masih jauh dari selesai. Kepala tegak dan fokus ke pertandingan berikutnya" . Namun, seiring langkah Portugal di turnamen ini, data menciptakan realitas yang semakin tidak nyaman. Kehadiran sang pencetak gol legendaris, yang dulunya merupakan aset murni, kini datang dengan semakin banyak bukti yang menunjukkan adanya kompromi taktis signifikan yang mungkin lebih banyak merugikan daripada menguntungkan bagi tim.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Penampilan Cristiano Ronaldo yang minim kontribusi dalam hasil imbang 1 1 Portugal melawan RD Kongo memperpanjang rekor puasa golnya menjadi 10 laga beruntun di turnamen besar tanpa gol, dengan 33 percobaan tembakan t...
Penampilan Cristiano Ronaldo yang minim kontribusi dalam hasil imbang 1 1 Portugal melawan RD Kongo memperpanjang rekor puasa golnya menjadi 10 laga beruntun di turnamen besar tanpa gol, dengan 33 percobaan tembakan t... Analisis statistik menunjukkan Portugal mencetak gol jauh lebih sedikit saat Ronaldo bermain sebagai starter (1,9 per laga) dibandingkan saat tidak (2,8 per laga) di era Roberto Martinez, memicu perdebatan taktis tent...
Pelatih Roberto Martinez ngotot mempertahankan Ronaldo di lapangan, menyebut 'tak masuk akal' menarik pencetak gol terbaik dunia, namun kritikus berpendapat imobilitasnya dan kebutuhan tim untuk melayaninya membatasi...
Loading comments...
Comments
0 comments