Airtel Africa menjadi operator pertama di Afrika yang meluncurkan layanan satelit ke ponsel (Direct to Cell) Starlink secara komersil pada 14 Agustus 2026 di Republik Demokratik Kongo (DRC). Layanan ini memungkinkan ponsel pintar 4G/LTE biasa terhubung langsung ke konstelasi 650 satelit Starlink di orbit rendah Bumi...
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What commercial milestone did Airtel Africa achieve in the Democratic Republic of the Congo on August 14, 2026, by deploying Starlink's sate. Article summary: Here is a comprehensive answer verified against published sources from August 14–15, 2026.. Topic tags: general, general web, user generated, news. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clickbait thumbnails, icons, and tiny thumbnail layouts. Make it useful as an illustrative visual, not as factua
Pada tanggal 14 Agustus 2026, Airtel Africa mencatatkan sejarah sebagai operator telekomunikasi pertama di Afrika yang secara komersial meluncurkan layanan satelit-ke-ponsel (Direct-to-Cell) milik Starlink, tepatnya di Republik Demokratik Kongo (DRC) . Ini adalah kali pertama teknologi direct-to-device Starlink beroperasi secara komersial di benua Afrika
.
Konstelasi Direct-to-Cell Starlink menggunakan sekitar 650 satelit di orbit rendah Bumi yang berfungsi seperti menara seluler yang melayang di angkasa . Ponsel pintar 4G/LTE biasa — tanpa perlu piringan satelit, perangkat keras khusus, atau modifikasi perangkat lunak — bisa terhubung langsung ke satelit-satelit ini di mana pun langit terlihat
. Tidak diperlukan antena eksternal atau adaptor
. Satelit-satelit ini dirancang untuk terintegrasi dengan jaringan operator mitra seperti layaknya mitra roaming, sehingga pengalaman pengguna seperti berada di jaringan seluler biasa
.
Layanan ini hanya mendukung pesan dan aplikasi data ringan pada tahap awal:
Airtel menawarkan uji coba gratis selama 30 hari untuk pelanggan DRC yang memenuhi syarat, yang bisa diaktifkan lewat Aplikasi MyAirtel . Setelah masa uji coba, akses akan diintegrasikan ke dalam paket data Airtel yang memenuhi syarat
.
Operasi Direct-to-Cell menggunakan spektrum yang sudah dimiliki Airtel DRC di bawah lisensi nasionalnya: 1965 MHz untuk uplink dan 2155 MHz untuk downlink . Artinya, layanan ini beroperasi pada spektrum berlisensi milik Airtel tanpa perlu alokasi regulasi baru. Frekuensi-frekuensi ini termasuk dalam pita LTE standar, itulah sebabnya ponsel yang kompatibel bisa bekerja tanpa modifikasi.
Peluncuran komersial ini mengikuti rentetan kemitraan, pengujian, dan peluncuran yang jelas:
Sunil Taldar, CEO Airtel Africa, menyebut peluncuran ini sebagai "tonggak sejarah besar" dalam menghubungkan yang belum terhubung dan menjembatani kesenjangan digital di seluruh benua. Ia menekankan bahwa layanan ini akan meningkatkan konektivitas di komunitas terpencil dan kurang terlayani, terutama bermanfaat bagi operator transportasi, organisasi kemanusiaan, petugas kesehatan, petani, dan operasi pertambangan yang beroperasi di area di mana menara seluler konvensional tidak memungkinkan . Ia mencatat bahwa teknologi satelit-ke-ponsel membuka rute baru menuju konektivitas di area di luar jangkauan menara seluler tradisional
.
Thierry Diasnoma (dilaporkan juga sebagai Thierry Diasnova), Managing Director Airtel DRC, mengatakan peluncuran ini menegaskan kembali komitmen Airtel untuk bekerja sama dengan pemerintah DRC dalam menghubungkan populasi yang kurang terlayani. Ia menyoroti potensi transformatif bagi masyarakat di desa-desa terpencil, di sepanjang koridor transportasi, dan untuk sektor-sektor penting seperti pertambangan, pertanian, dan tanggap bencana, di mana komunikasi yang andal sebelumnya tidak mungkin dilakukan . Ia menggambarkan layanan ini sebagai "pengubah hidup" bagi komunitas yang belum pernah memiliki jangkauan seluler
.
Ekspansi ke 14 pasar Afrika — Peluncuran di DRC adalah pasar pertama dari rencana peluncuran di seluruh 14 negara Afrika tempat Airtel beroperasi. Perjanjian Desember 2025 dengan SpaceX mencakup seluruh jejak Airtel Africa . Layanan ini diperkirakan akan diperluas ke pasar-pasar tambahan sepanjang 2026–2027, tergantung pada persetujuan regulasi di masing-masing negara
.
Upgrade Satelit Starlink V2 — Meskipun layanan saat ini berjalan pada konstelasi ~650 satelit yang sudah ada, SpaceX telah menyatakan bahwa satelit generasi berikutnya Starlink V2 — yang akan membawa muatan Direct-to-Cell canggih dengan bandwidth lebih tinggi dan kapasitas lebih baik — diperkirakan akan mulai diluncurkan pada tahun 2027 . Satelit V2 ini diharapkan dapat memungkinkan kecepatan data yang lebih tinggi, panggilan suara, dan cakupan geografis yang lebih luas, secara signifikan memperluas kemampuan layanan di luar tingkat layanan yang berfokus pada pesan saat ini
.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Airtel Africa menjadi operator pertama di Afrika yang meluncurkan layanan satelit ke ponsel (Direct to Cell) Starlink secara komersil pada 14 Agustus 2026 di Republik Demokratik Kongo (DRC).
Airtel Africa menjadi operator pertama di Afrika yang meluncurkan layanan satelit ke ponsel (Direct to Cell) Starlink secara komersil pada 14 Agustus 2026 di Republik Demokratik Kongo (DRC). Layanan ini memungkinkan ponsel pintar 4G/LTE biasa terhubung langsung ke konstelasi 650 satelit Starlink di orbit rendah Bumi tanpa memerlukan antena atau perangkat tambahan.
Fitur awal terbatas pada aplikasi data ringan seperti pesan WhatsApp dan SMS dengan kecepatan di bawah 1 Mbps.