Awalnya, Gemini Spark cuma bisa dicoba oleh pelanggan paket termahal Google, yaitu AI Ultra yang dipatok $100–$200 per bulan (sekitar Rp1,6 juta–Rp3,2 juta). Namun, pada akhir Juli 2026, Google mengubah kebijakan ini secara signifikan.
Meskipun namanya "global", kenyataannya ada pengecualian. Berikut tabel wilayah yang masih diblokir aksesnya:
| Wilayah | Kemungkinan Alasan |
|---|---|
| Wilayah Ekonomi Eropa (EEA) — termasuk negara-negara Uni Eropa | Regulasi ketat di bawah EU AI Act yang memberikan aturan khusus untuk sistem AI yang bekerja secara otonom di latar belakang. |
| Inggris Raya (UK) | Aturan regulasi yang selaras dengan EEA pasca-Brexit. |
| Swiss | Penyelarasan regulasi dengan standar tata kelola data EEA. |
| Nigeria | Alasan tidak disebutkan secara eksplisit oleh Google. |
Penting untuk dicatat: Google menyebut blokade ini sebagai pengecualian eksplisit, bukan penundaan peluncuran. Artinya, tidak ada jadwal pasti kapan Spark akan tersedia di wilayah-wilayah tersebut.
Pada 10 Agustus 2026, Android Authority melaporkan sebuah temuan menarik. Di balik layar aplikasi web Gemini, ditemukan pemberitahuan yang menyatakan bahwa Google berencana untuk menghentikan fitur Gemini Gems pada 20 Oktober 2026.
Apa itu Gems? Gems adalah fitur yang memungkinkan pengguna membuat versi kustom dari Gemini untuk tugas-tugas spesifik (misalnya, tutor belajar, asisten coding) dengan instruksi yang disimpan secara permanen. Fitur ini gratis untuk semua pengguna Gemini.
Lalu, apa penggantinya? Skills. Skills adalah versi lanjutan dari Gems yang terintegrasi dengan Gemini Spark. Masalahnya, saat ini Skills hanya bisa diakses oleh pelanggan berbayar (AI Pro atau Ultra).
Artinya, jika Gems benar-benar dihapus dan Skills tetap berbayar, maka apa yang tadinya fitur gratis bisa berubah menjadi berbayar secara efektif bagi pengguna yang ingin mempertahankan alur kerja (workflow) mereka.
Catatan penting: Google belum mengonfirmasi secara resmi tanggal pensiun ini. Temuan ini masih berasal dari fitur tersembunyi yang bisa saja berubah.
Intinya: Gemini Spark sedang dalam fase ekspansi besar-besaran, namun strategi Google semakin jelas: fitur AI paling canggih akan ditempatkan di balik paywall berlangganan, sementara beberapa wilayah harus rela ditinggalkan — setidaknya untuk saat ini.