Cedera bahu membuat Novak Djokovic melewatkan beberapa turnamen penting seperti Miami Open, Monte Carlo Masters, dan Madrid Open menjelang French Open 2026. Ia kembali bermain di Italian Open di Roma tetapi langsung tersingkir setelah kalah dari pemain muda Kroasia Dino Prizmic.

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What challenges has Novak Djokovic faced leading up to the 2026 French Open, including his shoulder injury, withdrawals from major tournamen. Article summary: Novak Djokovic arrives at the 2026 French Open with unusually little momentum: a shoulder injury disrupted his clay buildup, he withdrew from Miami, Monte Carlo and Madrid, and he then lost early in Rome to Dino Prizmic.. Topic tags: general, general web. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "Novak Djokovic follows Carlos Alcaraz in giving update on French Open participation. **Novak Djokovic has issued an update on whether he will feature at the 2026 French Open, while" source context "Novak Djokovic follows Carlos Alcaraz in giving update on French Open participation" Reference image 2: visual subject "His clay-cou
Novak Djokovic datang ke French Open 2026 di Roland Garros dengan situasi yang tidak biasa. Petenis Serbia itu masih mengejar sejarah—gelar Grand Slam ke‑25, yang akan memperpanjang rekornya sebagai pemain tunggal putra paling sukses di era modern. Namun perjalanan menuju Paris tahun ini jauh dari mulus.
Cedera, penarikan diri dari beberapa turnamen besar, serta kekalahan mengejutkan menjelang turnamen membuat persiapannya menjadi salah satu yang paling menantang dalam fase akhir kariernya.
Persiapan Djokovic untuk musim lapangan tanah liat Eropa terganggu oleh cedera bahu yang berkepanjangan. Masalah fisik tersebut memaksanya melewatkan sejumlah turnamen penting yang biasanya menjadi pemanasan utama sebelum Roland Garros.
Ia mundur dari Miami Open dan juga Monte‑Carlo Masters saat masih menjalani pemulihan cedera . Kondisi tersebut berlanjut ketika Djokovic kemudian juga mengundurkan diri dari Madrid Open, menandakan bahwa ia membutuhkan waktu pemulihan lebih lama sebelum kembali bertanding
.
Akibatnya, jumlah pertandingan yang ia jalani menjelang French Open menjadi jauh lebih sedikit dibandingkan musim-musim sebelumnya—situasi yang jarang terjadi bagi pemain yang biasanya mengandalkan rangkaian turnamen tanah liat untuk membangun ritme permainan.
Djokovic akhirnya kembali tampil di Italian Open di Roma, salah satu turnamen besar terakhir sebelum Roland Garros. Namun alih-alih menjadi momentum kebangkitan, turnamen tersebut justru memunculkan kekhawatiran baru.
Dalam hasil yang mengejutkan, Djokovic kalah dari pemain muda Kroasia Dino Prizmic. Setelah memenangi set pertama, ia akhirnya kalah 2–6, 6–2, 6–4, sehingga harus tersingkir lebih awal dari turnamen .
Kekalahan tersebut memperlihatkan bahwa kondisi fisik dan ketajaman pertandingan Djokovic belum sepenuhnya pulih menjelang Grand Slam di Paris.
Setelah pertandingan itu, Djokovic mengakui bahwa masalah fisik yang datang berulang kini menjadi bagian dari apa yang ia sebut sebagai "realitas baru" dalam kariernya—sebuah pengakuan terbuka tentang tantangan fisik yang muncul seiring panjangnya perjalanan di level tertinggi tenis profesional .
Meski persiapannya terganggu, taruhan di Roland Garros tetap sangat besar. Djokovic datang ke Paris dengan target jelas: memenangi gelar Grand Slam ke‑25, sebuah rekor yang akan semakin mengukuhkan posisinya dalam sejarah tenis .
Namun tantangannya semakin berat. Di usia 38 tahun, ia kini harus bersaing dengan generasi baru pemain elite yang mendominasi tur ATP, termasuk Carlos Alcaraz dan Jannik Sinner .
Dengan waktu persiapan yang terbatas dan kondisi fisik yang terus diuji, pertanyaan yang muncul bukan hanya apakah Djokovic bisa menambah satu lagi gelar besar—tetapi juga apakah ia masih mampu mencapai puncak performa pada momen paling penting.
Bagi Djokovic, French Open tahun ini lebih dari sekadar turnamen Grand Slam biasa. Ini menjadi ujian penting bagi daya tahan dan konsistensi karier panjangnya.
Jika ia mampu melangkah jauh di Paris meski dengan persiapan yang tidak ideal, hal itu akan memperkuat reputasinya sebagai salah satu atlet paling tangguh dan tahan lama dalam sejarah olahraga. Sebaliknya, jika kesulitan berlanjut, itu bisa menjadi tanda bahwa mempertahankan level tertinggi melawan generasi muda semakin menantang.
Apa pun hasilnya nanti, kehadiran Djokovic di Roland Garros tetap menghadirkan satu cerita besar: seorang juara berusia 38 tahun yang masih memburu sejarah di panggung terbesar tenis dunia.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Cedera bahu membuat Novak Djokovic melewatkan beberapa turnamen penting seperti Miami Open, Monte Carlo Masters, dan Madrid Open menjelang French Open 2026.
Cedera bahu membuat Novak Djokovic melewatkan beberapa turnamen penting seperti Miami Open, Monte Carlo Masters, dan Madrid Open menjelang French Open 2026. Ia kembali bermain di Italian Open di Roma tetapi langsung tersingkir setelah kalah dari pemain muda Kroasia Dino Prizmic.
Di usia 38 tahun, Djokovic tetap memburu rekor Grand Slam ke‑25 meski harus menghadapi generasi baru pemain top seperti Carlos Alcaraz dan Jannik Sinner.