Lokalisasi Data dan Kepatuhan Keamanan
Peraturan China mewajibkan semua data yang dikumpulkan oleh kendaraan terhubung (intelligent connected vehicles) untuk disimpan di dalam negeri dan tidak dikirim ke luar negeri tanpa penilaian keamanan . Ini adalah masalah mendasar bagi Tesla, yang sistem self-driving-nya bergantung pada pelatihan jaringan saraf (neural network) dengan data berkendara nyata dalam jumlah besar. Tesla telah mengoperasikan pusat data Shanghai sejak 2021 dan telah lolos beberapa persyaratan keamanan data, tetapi regulasi data tetap menjadi masalah inti yang belum terselesaikan untuk beralih ke level otomatisasi yang lebih tinggi
. Seperti yang dikatakan seorang analis, regulasi data adalah "masalah inti"
.
Ketegangan Geopolitik
Sebagai produsen EV asal AS, Tesla menghadapi pengawasan tambahan dari regulator China di tengah persaingan teknologi AS-China yang sedang berlangsung, sehingga proses persetujuan menjadi lebih hati-hati dan berlarut-larut .
Kehati-hatian Regulator dan Penundaan Berulang
Regulator China telah berulang kali memundurkan jadwal peluncuran Tesla. Terbaru, pada April 2026, eksekutif Tesla mengatakan persetujuan yang lebih luas "masih belum ada" dan mendorong perkiraan jadwal ke kuartal ketiga tahun 2026 . Pada Januari 2026, media pemerintah China secara langsung membantah klaim Elon Musk bahwa persetujuan akan datang "bulan depan," dengan mengatakan itu "tidak benar"
.
Adaptasi Teknis dengan Kondisi Jalan di China
Tesla harus mengadaptasi perangkat lunak FSD-nya dengan lingkungan lalu lintas unik China, infrastruktur jalan, dan perilaku berkendara—dan membuktikan kepatuhannya terhadap standar keselamatan baru. Meskipun Tesla sekarang memiliki kemampuan pelatihan AI lokal di China untuk mengatasi hal ini, ini adalah tantangan teknik yang signifikan .
Tekanan Persaingan
Pesaing domestik China seperti Xiaomi dan Huawei telah menjadikan sistem smart-driving perkotaan yang canggih sebagai fitur standar di kendaraan mereka, mengikis keunggulan teknologi Tesla .
Pada 4 Agustus 2026, China secara resmi merilis standar nasional wajib pertamanya untuk sistem mengemudi otonom L3/L4, yang dikenal sebagai GB 44721-2026 .
Standar baru ini menciptakan tenggat waktu 2027 yang ketat. Jika Tesla ingin menjual kendaraan dengan kemampuan Level 3 atau Level 4 di China—termasuk peningkatan di masa depan untuk sistem FSD-nya saat ini—mereka harus mensertifikasi bahwa sistem tersebut memenuhi persyaratan GB 44721-2026. Kegagalan untuk melakukannya berarti kehilangan akses pasar untuk fitur-fitur tersebut.
Para analis secara umum memandang persetujuan Beijing untuk FSD level tinggi Tesla sebagai "prospek yang jauh" bahkan dengan kerangka kerja baru ini, terutama karena masalah kepatuhan data yang belum terselesaikan . Standar itu sendiri hanyalah satu persyaratan lagi yang harus dipenuhi, tetapi tidak menyelesaikan tantangan lokalisasi data mendasar yang telah memperlambat kemajuan Tesla selama bertahun-tahun.
Untuk saat ini, FSD (Supervised) Tesla tersedia di China, tetapi tetap merupakan sistem terbatas yang diawasi. Kemampuan perusahaan untuk melampaui itu—dan untuk memenuhi tenggat waktu 2027—bergantung pada penyelesaian masalah data, sebuah tantangan yang sama politisnya dengan teknis.