Mantan pembalap F1, Anthony Davidson, percaya bahwa reliabilitas Ferrari yang "anti peluru" memberi tim asal Maranello itu peluang nyata untuk merebut gelar jika Mercedes kembali goyah .
Mercedes memang menjadi tolok ukur musim ini—8 kemenangan dalam 11 balapan, 10 pole position —tetapi laju pengembangan mobil mereka bercerita lain. Menurut laporan nilai tengah musim, performa Mercedes malah menurun 0,141 detik relatif terhadap rival. Perbaikan ini hanya menempati peringkat ke-7 terbaik di grid
. Ferrari, McLaren, dan Red Bull mulai mendekat.
Dalam lima balapan terakhir sebelum libur musim panas, Mercedes hanya mampu meraih dua kemenangan, sementara tim lain terus menutup jarak performa . Tim pun mengakui paruh kedua akan "lebih intens"
.
Antonelli (6 kemenangan, 219 poin) memimpin Russell (2 kemenangan, 160 poin) di klasemen pembalap. Mengelola persaingan internal tanpa kehilangan poin adalah keseimbangan yang rumit . Russell berada di posisi ketiga, terpaut 59 poin dari rekan setimnya dan hanya sembilan poin di belakang Hamilton di posisi kedua
.
Mercedes sengaja menghindari pembicaraan soal gelar juara di internal. Bradley Lord menyatakan tim tidak membahas perburuan gelar, melainkan menekankan fokus balap demi balap untuk menjaga tekanan tetap terkendali . "Kami hanya perlu memaksimalkan setiap akhir pekan, terus memperbaiki reliabilitas, membawa performa ke mobil, dan terus mengeluarkan semuanya," kata Lord
.
Pendekatan Mercedes untuk mempertahankan keunggulannya dibangun di atas tiga pilar:
1. Pola pikir "balap demi balap." Tim sengaja mengabaikan klasemen kejuaraan secara internal. Fokusnya adalah mengekstrak performa maksimal setiap akhir pekan, bukan mengelola keunggulan poin . "Bagian sulitnya ada di depan," peringat Lord
.
2. Perbaikan reliabilitas bertahap. Mercedes yakin telah menemukan akar masalah power unit dan akan memperkenalkan komponen yang diperbarui di paruh kedua . Tim disebut-sebut akan memperkenalkan komponen power unit yang diperbarui di Grand Prix Italia di Monza
.
3. Bersiap untuk serangan rival. Tim bersiap jika Ferrari dan McLaren memanfaatkan DNF lainnya. Ferrari konsisten mencetak poin dengan Hamilton dan Leclerc, dan sejauh ini tidak mengalami DNF mekanis .
Pada Grand Prix Hungaria—balapan terakhir sebelum libur—gambaran kejuaraannya adalah sebagai berikut:
Klasemen Pembalap (5 Besar)
| Posisi | Pembalap | Tim | Poin |
|---|---|---|---|
| 1 | Kimi Antonelli | Mercedes | 219 |
| 2 | Lewis Hamilton | Ferrari | 169 |
| 3 | George Russell | Mercedes | 160 |
| 4 | Charles Leclerc | Ferrari | 138 |
| 5 | Lando Norris | McLaren | 128 |
Klasemen Konstruktor
| Posisi | Tim | Poin |
|---|---|---|
| 1 | Mercedes | 379 |
| 2 | Ferrari | 307 |
| 3 | McLaren | 220 |
| 4 | Red Bull Racing | 177 |
Mercedes memiliki kecepatan dan bantalan poin untuk memenangkan kedua gelar. Tetapi power unit yang tidak andal adalah satu faktor yang bisa mengubah musim yang dominan menjadi pertarungan sengit. Beberapa balapan ke depan di Zandvoort dan Monza akan menjadi penentu—jika perbaikan reliabilitas berhasil, gelar juara ada di tangan Mercedes. Jika tidak, Ferrari dengan mesin anti peluru siap menerkam.