Mengapa Pembelian Kembali Saham Rp32 Triliun Xiaomi Gagal Selamatkan Sahamnya
Saham Xiaomi merosot ke level terendah 52 minggu di HK$25,58 pada 11 Juni 2026, meskipun perusahaan mengumumkan program buyback jumbo HK$20 miliar. Di hari yang sama, Xiaomi menghabiskan HK$201,9 juta untuk membeli kembali 7,8 juta saham—transaksi buyback ke 70 tahun ini—namun saham tetap tergerus sekitar 57% dari p...
Diterbitkan olehDiedit dengan DeepSeek-V4-ProGambar dibuat dengan GPT Image 1.5
Saham Xiaomi merosot ke level terendah 52 minggu di HK$25,58 pada 11 Juni 2026, meskipun perusahaan mengumumkan program buyback jumbo HK$20 miliar.
Di hari yang sama, Xiaomi menghabiskan HK$201,9 juta untuk membeli kembali 7,8 juta saham—transaksi buyback ke 70 tahun ini—namun saham tetap tergerus sekitar 57% dari puncaknya di Juni 2025.
Goldman Sachs memperingatkan pendapatan Q2 2026 hanya tumbuh 1% YoY, sementara Jefferies memangkas peringkat saham menjadi 'Underperform' akibat margin ponsel yang terus tergerus dan kerugian lini EV yang semakin dalam.
What caused Xiaomi's stock to hit a 52-week low, triggering a HKD200 million share buyback on June 11, and what are the key details of the bXiaomi's stock has fallen roughly 57% from its 2025 peak, with a record buyback failing to halt the slide. Image: AI-generated.
AI Perintah
Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What caused Xiaomi's stock to hit a 52-week low, triggering a HKD200 million share buyback on June 11, and what are the key details of the b. Article summary: Xiaomi's stock has been crushed by a confluence of deteriorating fundamentals — a 57% profit crash, soaring memory-chip costs, collapsing smartphone shipments, deepening EV losses, and analyst downgrades — that have over. Topic tags: general, news, general web, user generated. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "and its founder have gone on a stock buyback spree, repurchasing more than HK$900 million ($115.6 million) of the company’s shares on three consecutive trading days, as its stock c" source context "Xiaomi, Founder Stem Stock Rout With $115 Million Buyback - Caixin Global" Reference image 2: visual subject "
openai.com
Saham Xiaomi menyentuh level terendah 52 minggu baru pada 11 Juni 2026, menjadi korban kombinasi brutal dari laba yang anjlok, penurunan peringkat oleh analis, dan fundamental bisnis yang melemah. Kondisi ini bahkan mengalahkan upaya pembelian kembali (buyback) saham paling agresif dalam sejarah perusahaan. Alih-alih tertolong, pasar justru berkutat pada prospek bisnis ponsel inti yang memburuk drastis dan divisi kendaraan listrik (EV) yang masih merugi.
Level Terendah 52 Minggu dan Respons Buyback Kilat
Pada 11 Juni, saham Xiaomi Corp (1810.HK) terperosok ke level terendah 52 minggu baru di HK$25,58, menandai penurunan hampir 49% dari level tertinggi 52 minggu di HK$61,45 yang dicapai akhir Juni 2025 . Jika dihitung, saham ini kini telah kehilangan sekitar 57% nilainya dari puncak €6,69 setahun sebelumnya .
Merespons hal itu di hari yang sama, perusahaan membeli kembali 7,8 juta saham Kelas B senilai total HK$201,9 juta (~$26 juta), pada harga antara HK$25,76 hingga HK$26 per saham . Ini menandai transaksi buyback ke-70 Xiaomi di tahun 2026 saja . Namun, intervensi ini tidak mampu menahan laju penurunan: saham ditutup di €2,87 di bursa Eropa, nyaris tidak beranjak dari titik terendah sesi perdagangan .
Studio Global AI
Lanjutkan penelitian Anda
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Apa jawaban singkat untuk "Mengapa Pembelian Kembali Saham Rp32 Triliun Xiaomi Gagal Selamatkan Sahamnya"?
Saham Xiaomi merosot ke level terendah 52 minggu di HK$25,58 pada 11 Juni 2026, meskipun perusahaan mengumumkan program buyback jumbo HK$20 miliar.
Apa poin penting yang harus divalidasi terlebih dahulu?
Saham Xiaomi merosot ke level terendah 52 minggu di HK$25,58 pada 11 Juni 2026, meskipun perusahaan mengumumkan program buyback jumbo HK$20 miliar. Di hari yang sama, Xiaomi menghabiskan HK$201,9 juta untuk membeli kembali 7,8 juta saham—transaksi buyback ke 70 tahun ini—namun saham tetap tergerus sekitar 57% dari puncaknya di Juni 2025.
Apa yang harus saya lakukan selanjutnya dalam latihan?
Goldman Sachs memperingatkan pendapatan Q2 2026 hanya tumbuh 1% YoY, sementara Jefferies memangkas peringkat saham menjadi 'Underperform' akibat margin ponsel yang terus tergerus dan kerugian lini EV yang semakin dalam.
Mengapa Pembelian Kembali Saham Rp32 Triliun Xiaomi Gagal Selamatkan Sahamnya
Saham Xiaomi merosot ke level terendah 52 minggu di HK$25,58 pada 11 Juni 2026, meskipun perusahaan mengumumkan program buyback jumbo HK$20 miliar. Di hari yang sama, Xiaomi menghabiskan HK$201,9 juta untuk membeli kembali 7,8 juta saham—transaksi buyback ke 70 tahun ini—namun saham tetap tergerus sekitar 57% dari p...
Diterbitkan olehDiedit dengan DeepSeek-V4-ProGambar dibuat dengan GPT Image 1.5
Saham Xiaomi merosot ke level terendah 52 minggu di HK$25,58 pada 11 Juni 2026, meskipun perusahaan mengumumkan program buyback jumbo HK$20 miliar.
Di hari yang sama, Xiaomi menghabiskan HK$201,9 juta untuk membeli kembali 7,8 juta saham—transaksi buyback ke 70 tahun ini—namun saham tetap tergerus sekitar 57% dari puncaknya di Juni 2025.
Goldman Sachs memperingatkan pendapatan Q2 2026 hanya tumbuh 1% YoY, sementara Jefferies memangkas peringkat saham menjadi 'Underperform' akibat margin ponsel yang terus tergerus dan kerugian lini EV yang semakin dalam.
What caused Xiaomi's stock to hit a 52-week low, triggering a HKD200 million share buyback on June 11, and what are the key details of the bXiaomi's stock has fallen roughly 57% from its 2025 peak, with a record buyback failing to halt the slide. Image: AI-generated.
AI Perintah
Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What caused Xiaomi's stock to hit a 52-week low, triggering a HKD200 million share buyback on June 11, and what are the key details of the b. Article summary: Xiaomi's stock has been crushed by a confluence of deteriorating fundamentals — a 57% profit crash, soaring memory-chip costs, collapsing smartphone shipments, deepening EV losses, and analyst downgrades — that have over. Topic tags: general, news, general web, user generated. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "and its founder have gone on a stock buyback spree, repurchasing more than HK$900 million ($115.6 million) of the company’s shares on three consecutive trading days, as its stock c" source context "Xiaomi, Founder Stem Stock Rout With $115 Million Buyback - Caixin Global" Reference image 2: visual subject "
openai.com
Saham Xiaomi menyentuh level terendah 52 minggu baru pada 11 Juni 2026, menjadi korban kombinasi brutal dari laba yang anjlok, penurunan peringkat oleh analis, dan fundamental bisnis yang melemah. Kondisi ini bahkan mengalahkan upaya pembelian kembali (buyback) saham paling agresif dalam sejarah perusahaan. Alih-alih tertolong, pasar justru berkutat pada prospek bisnis ponsel inti yang memburuk drastis dan divisi kendaraan listrik (EV) yang masih merugi.
Level Terendah 52 Minggu dan Respons Buyback Kilat
Pada 11 Juni, saham Xiaomi Corp (1810.HK) terperosok ke level terendah 52 minggu baru di HK$25,58, menandai penurunan hampir 49% dari level tertinggi 52 minggu di HK$61,45 yang dicapai akhir Juni 2025 . Jika dihitung, saham ini kini telah kehilangan sekitar 57% nilainya dari puncak €6,69 setahun sebelumnya .
Merespons hal itu di hari yang sama, perusahaan membeli kembali 7,8 juta saham Kelas B senilai total HK$201,9 juta (~$26 juta), pada harga antara HK$25,76 hingga HK$26 per saham . Ini menandai transaksi buyback ke-70 Xiaomi di tahun 2026 saja . Namun, intervensi ini tidak mampu menahan laju penurunan: saham ditutup di €2,87 di bursa Eropa, nyaris tidak beranjak dari titik terendah sesi perdagangan .
Studio Global AI
Lanjutkan penelitian Anda
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Apa jawaban singkat untuk "Mengapa Pembelian Kembali Saham Rp32 Triliun Xiaomi Gagal Selamatkan Sahamnya"?
Saham Xiaomi merosot ke level terendah 52 minggu di HK$25,58 pada 11 Juni 2026, meskipun perusahaan mengumumkan program buyback jumbo HK$20 miliar.
Apa poin penting yang harus divalidasi terlebih dahulu?
Saham Xiaomi merosot ke level terendah 52 minggu di HK$25,58 pada 11 Juni 2026, meskipun perusahaan mengumumkan program buyback jumbo HK$20 miliar. Di hari yang sama, Xiaomi menghabiskan HK$201,9 juta untuk membeli kembali 7,8 juta saham—transaksi buyback ke 70 tahun ini—namun saham tetap tergerus sekitar 57% dari puncaknya di Juni 2025.
Apa yang harus saya lakukan selanjutnya dalam latihan?
Goldman Sachs memperingatkan pendapatan Q2 2026 hanya tumbuh 1% YoY, sementara Jefferies memangkas peringkat saham menjadi 'Underperform' akibat margin ponsel yang terus tergerus dan kerugian lini EV yang semakin dalam.
Pembelian kembali dalam satu hari itu merupakan bagian dari strategi penggunaan modal yang jauh lebih besar. Menyusul rapat umum pemegang saham tahunan, dewan direksi Xiaomi mengadopsi program pembelian kembali saham di pasar terbuka yang baru, berlaku efektif 2 Juni 2026, menggantikan rencana sebelumnya .
Berikut parameter kunci dari program baru ini:
Total otorisasi: Hingga HK$20 miliar (sekitar Rp32 triliun), menjadikannya buyback terbesar dalam sejarah Xiaomi .
Durasi: Program berlaku selama 12 bulan sejak tanggal adopsi .
Laju eksekusi: Perusahaan mempercepat pembelian kembali di awal Juni. Mereka membeli 3,6 juta saham senilai ~HK$98 juta pada 8 Juni, 3,7 juta saham lagi senilai ~HK$97,4 juta pada 10 Juni, dan blok 7,8 juta saham pada 11 Juni .
Sejak program dimulai, Xiaomi telah secara kumulatif membeli kembali 22,1 juta saham per 11 Juni, yang mewakili 0,09% dari modal saham yang diterbitkan . Cadangan kas perusahaan yang besar, mencapai 220,6 miliar yuan, memberikan fleksibilitas finansial untuk terus melakukan buyback. Namun sejauh ini, program tersebut sama sekali gagal memulihkan kepercayaan investor .
Peringatan Goldman Sachs yang Membuat Investor Panik
Memperparah aksi jual, Goldman Sachs menerbitkan laporan riset pada 11 Juni yang memperkirakan Xiaomi akan membukukan hasil kuartal kedua 2026 yang "relatif lemah" . Proyeksi suram bank investasi tersebut meliputi:
Pertumbuhan pendapatan: Hanya 1% secara tahunan (year-over-year/YoY). Di luar segmen bisnis baru seperti kendaraan listrik dan AI, pendapatan inti diperkirakan turun 9% .
Laba bersih disesuaikan: Diproyeksikan anjlok 50% YoY menjadi RMB 5,4 miliar dan turun 11% dari kuartal sebelumnya (quarter-over-quarter/QoQ) .
Laba inti setahun penuh: Diproyeksikan mencapai RMB 32,8 miliar, mewakili penurunan 12% YoY .
Peringatan ini sangat membebani pasar karena muncul setelah kuartal pertama yang sudah sangat buruk. Laba bersih disesuaikan Q1 2026 anjlok 43,1% menjadi RMB 6,07 miliar, meleset dari konsensus analis . Secara GAAP (reported), laba bersih anjlok 57% menjadi RMB 4,72 miliar .
Meski demikian, Goldman Sachs mencatat beberapa katalis potensial di depan, termasuk rencana peluncuran SUV REEV dalam waktu sekitar tiga bulan dan ekspektasi rilis AIOS Xiaomi di kuartal ketiga, tetapi mereka tetap mempertahankan peringkat "Beli" untuk saham ini .
Faktor-Faktor yang Meremukkan Bisnis Xiaomi
Pengapalan Ponsel Terjun Bebas
Bisnis ponsel, yang menjadi fondasi Xiaomi, berada di bawah tekanan berat. Pengapalan ponsel Q1 2026 merosot hampir 20% YoY menjadi 33,8 juta unit, meskipun perusahaan mempertahankan peringkat #3 global selama 23 kuartal berturut-turut .
Penyebab utamanya adalah kenaikan tajam biaya chip memori. Harga DRAM dan NAND flash yang terus meroket telah menekan margin laba ponsel dan memaksa kenaikan harga pada konsumen . Pendapatan lini ponsel untuk kuartal tersebut turun 12,5%, dan EBIT segmen ini anjlok hingga 70% YoY .
Secara total, pendapatan Q1 turun 10,9% menjadi RMB 99,1 miliar, menandai kontraksi pendapatan kuartalan pertama perusahaan dalam hampir tiga tahun . Pasar ponsel global sendiri diprediksi akan merosot 13,9% pada 2026, menurut IDC , menciptakan lingkungan bisnis yang brutal.
Pertaruhan EV yang Belum Membuahkan Hasil
Segmen kendaraan listrik Xiaomi, yang tadinya menjadi sumber antusiasme investor, kini menjadi beban signifikan. Di Q1 2026, segmen inovasi EV dan AI mencatatkan kerugian operasional sebesar 3,1 miliar yuan, berbalik dari laba tahunan yang diraih pada 2025 . Pengiriman yang lebih lambat dari perkiraan dan persaingan perang harga EV di China telah sangat membebani bisnis ini .
Meningkatnya persaingan dan tekanan valuasi di ruang EV terus mengkhawatirkan investor, yang semakin melihat segmen ini sebagai usaha bakar uang yang masih bertahun-tahun lagi untuk menjadi pusat laba yang andal .
Jefferies Memberikan Pukulan Downgrade
Pada 27 Mei 2026, Jefferies menurunkan peringkat Xiaomi dari Hold menjadi Underperform dan memangkas target harga sebesar 14% menjadi HK$25,49 . Para analis menyoroti bahwa laba Q1 meleset dari ekspektasi di level EBIT, ditambah dengan ekspektasi pasar yang tinggi dan tekanan valuasi EV .
Jefferies menggarisbawahi tiga tekanan yang terjadi bersamaan: margin laba ponsel yang menyusut, penjualan EV yang menurun, dan kenaikan biaya chip memori yang tidak menunjukkan tanda-tanda mereda . Pialang tersebut mencatat bahwa bisnis inti ponsel Xiaomi terjepit di antara kenaikan biaya komponen dan tekanan harga kompetitif yang ketat, sementara lini EV masih jauh dari titik impas .
Intinya, Xiaomi sedang berperang di banyak front sekaligus. Program buyback raksasa perusahaan mungkin merupakan sinyal keyakinan manajemen bahwa sahamnya sedang undervalue, tetapi untuk saat ini, keputusan pasar sudah jelas: selama fundamental bisnis utamanya belum stabil, pembelian kembali saham sebesar apa pun tidak akan mampu menahan kejatuhan harga saham.
ad-hoc-news.deXiaomi Issues HK$1.5 Billion in Free Stock to Retain Talent as Shares Sink to Multi-Year Lows
Pembelian kembali dalam satu hari itu merupakan bagian dari strategi penggunaan modal yang jauh lebih besar. Menyusul rapat umum pemegang saham tahunan, dewan direksi Xiaomi mengadopsi program pembelian kembali saham di pasar terbuka yang baru, berlaku efektif 2 Juni 2026, menggantikan rencana sebelumnya .
Berikut parameter kunci dari program baru ini:
Total otorisasi: Hingga HK$20 miliar (sekitar Rp32 triliun), menjadikannya buyback terbesar dalam sejarah Xiaomi .
Durasi: Program berlaku selama 12 bulan sejak tanggal adopsi .
Laju eksekusi: Perusahaan mempercepat pembelian kembali di awal Juni. Mereka membeli 3,6 juta saham senilai ~HK$98 juta pada 8 Juni, 3,7 juta saham lagi senilai ~HK$97,4 juta pada 10 Juni, dan blok 7,8 juta saham pada 11 Juni .
Sejak program dimulai, Xiaomi telah secara kumulatif membeli kembali 22,1 juta saham per 11 Juni, yang mewakili 0,09% dari modal saham yang diterbitkan . Cadangan kas perusahaan yang besar, mencapai 220,6 miliar yuan, memberikan fleksibilitas finansial untuk terus melakukan buyback. Namun sejauh ini, program tersebut sama sekali gagal memulihkan kepercayaan investor .
Peringatan Goldman Sachs yang Membuat Investor Panik
Memperparah aksi jual, Goldman Sachs menerbitkan laporan riset pada 11 Juni yang memperkirakan Xiaomi akan membukukan hasil kuartal kedua 2026 yang "relatif lemah" . Proyeksi suram bank investasi tersebut meliputi:
Pertumbuhan pendapatan: Hanya 1% secara tahunan (year-over-year/YoY). Di luar segmen bisnis baru seperti kendaraan listrik dan AI, pendapatan inti diperkirakan turun 9% .
Laba bersih disesuaikan: Diproyeksikan anjlok 50% YoY menjadi RMB 5,4 miliar dan turun 11% dari kuartal sebelumnya (quarter-over-quarter/QoQ) .
Laba inti setahun penuh: Diproyeksikan mencapai RMB 32,8 miliar, mewakili penurunan 12% YoY .
Peringatan ini sangat membebani pasar karena muncul setelah kuartal pertama yang sudah sangat buruk. Laba bersih disesuaikan Q1 2026 anjlok 43,1% menjadi RMB 6,07 miliar, meleset dari konsensus analis . Secara GAAP (reported), laba bersih anjlok 57% menjadi RMB 4,72 miliar .
Meski demikian, Goldman Sachs mencatat beberapa katalis potensial di depan, termasuk rencana peluncuran SUV REEV dalam waktu sekitar tiga bulan dan ekspektasi rilis AIOS Xiaomi di kuartal ketiga, tetapi mereka tetap mempertahankan peringkat "Beli" untuk saham ini .
Faktor-Faktor yang Meremukkan Bisnis Xiaomi
Pengapalan Ponsel Terjun Bebas
Bisnis ponsel, yang menjadi fondasi Xiaomi, berada di bawah tekanan berat. Pengapalan ponsel Q1 2026 merosot hampir 20% YoY menjadi 33,8 juta unit, meskipun perusahaan mempertahankan peringkat #3 global selama 23 kuartal berturut-turut .
Penyebab utamanya adalah kenaikan tajam biaya chip memori. Harga DRAM dan NAND flash yang terus meroket telah menekan margin laba ponsel dan memaksa kenaikan harga pada konsumen . Pendapatan lini ponsel untuk kuartal tersebut turun 12,5%, dan EBIT segmen ini anjlok hingga 70% YoY .
Secara total, pendapatan Q1 turun 10,9% menjadi RMB 99,1 miliar, menandai kontraksi pendapatan kuartalan pertama perusahaan dalam hampir tiga tahun . Pasar ponsel global sendiri diprediksi akan merosot 13,9% pada 2026, menurut IDC , menciptakan lingkungan bisnis yang brutal.
Pertaruhan EV yang Belum Membuahkan Hasil
Segmen kendaraan listrik Xiaomi, yang tadinya menjadi sumber antusiasme investor, kini menjadi beban signifikan. Di Q1 2026, segmen inovasi EV dan AI mencatatkan kerugian operasional sebesar 3,1 miliar yuan, berbalik dari laba tahunan yang diraih pada 2025 . Pengiriman yang lebih lambat dari perkiraan dan persaingan perang harga EV di China telah sangat membebani bisnis ini .
Meningkatnya persaingan dan tekanan valuasi di ruang EV terus mengkhawatirkan investor, yang semakin melihat segmen ini sebagai usaha bakar uang yang masih bertahun-tahun lagi untuk menjadi pusat laba yang andal .
Jefferies Memberikan Pukulan Downgrade
Pada 27 Mei 2026, Jefferies menurunkan peringkat Xiaomi dari Hold menjadi Underperform dan memangkas target harga sebesar 14% menjadi HK$25,49 . Para analis menyoroti bahwa laba Q1 meleset dari ekspektasi di level EBIT, ditambah dengan ekspektasi pasar yang tinggi dan tekanan valuasi EV .
Jefferies menggarisbawahi tiga tekanan yang terjadi bersamaan: margin laba ponsel yang menyusut, penjualan EV yang menurun, dan kenaikan biaya chip memori yang tidak menunjukkan tanda-tanda mereda . Pialang tersebut mencatat bahwa bisnis inti ponsel Xiaomi terjepit di antara kenaikan biaya komponen dan tekanan harga kompetitif yang ketat, sementara lini EV masih jauh dari titik impas .
Intinya, Xiaomi sedang berperang di banyak front sekaligus. Program buyback raksasa perusahaan mungkin merupakan sinyal keyakinan manajemen bahwa sahamnya sedang undervalue, tetapi untuk saat ini, keputusan pasar sudah jelas: selama fundamental bisnis utamanya belum stabil, pembelian kembali saham sebesar apa pun tidak akan mampu menahan kejatuhan harga saham.
ad-hoc-news.deXiaomi Issues HK$1.5 Billion in Free Stock to Retain Talent as Shares Sink to Multi-Year Lows