Salah satu periode gangguan menyebabkan lebih dari 1.554 penerbangan tertunda dan 49 dibatalkan di bandara seperti Amsterdam, Frankfurt, Zurich, dan Madrid .
Gelombang lain memicu lebih dari 1.284 penundaan dan lebih dari 230 pembatalan di bandara di Belgia, Spanyol, Portugal, Irlandia, dan Jerman, membuat ribuan penumpang terlantar .
Bandara besar di Eropa berfungsi sebagai hub transit internasional, dengan ratusan koneksi per jam. Ketika satu hub melambat, efeknya bisa terasa di banyak negara dalam hitungan jam.
Selain faktor operasional harian, industri penerbangan juga menghadapi masalah struktural yang lebih besar pada musim semi 2026: krisis pasokan bahan bakar jet.
Krisis ini berkaitan dengan konflik geopolitik di Timur Tengah yang mengganggu pengiriman energi melalui Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran minyak paling penting di dunia.
Gangguan tersebut memicu kekhawatiran kekurangan kerosin (bahan bakar pesawat) dan mendorong harga bahan bakar melonjak tajam . Bagi maskapai, bahan bakar biasanya menyumbang sekitar sepertiga dari total biaya operasional
.
Akibatnya, banyak maskapai mulai memangkas kapasitas:
Dalam kasus besar, Lufthansa Group mengumumkan rencana untuk membatalkan sekitar 20.000 penerbangan dari jadwalnya ketika harga bahan bakar melonjak tajam .
Pemangkasan ini tidak selalu menyebabkan penundaan langsung pada hari tertentu. Namun dampaknya besar: sistem memiliki lebih sedikit pesawat cadangan, kru, dan penerbangan alternatif ketika terjadi gangguan.
Tidak semua maskapai terkena dampak dengan cara yang sama.
Sebagian maskapai memiliki strategi lindung nilai (fuel hedging), yaitu membeli bahan bakar jauh-jauh hari dengan harga yang sudah dikunci. Strategi ini membantu melindungi mereka dari lonjakan harga jangka pendek.
Contohnya, Brussels Airlines mengatakan telah mengamankan sekitar 80% kebutuhan bahan bakarnya hingga akhir tahun melalui kontrak hedging, sehingga tidak perlu langsung membatalkan penerbangan meskipun pasar sedang bergejolak .
Maskapai lain justru memperingatkan kemungkinan kenaikan harga tiket atau pengurangan jadwal karena biaya bahan bakar meningkat tajam .
Akibatnya, pengalaman penumpang bisa sangat berbeda tergantung maskapai, rute, dan bandara yang digunakan.
Gangguan penerbangan di Eropa pada Mei 2026 menunjukkan bagaimana sistem penerbangan modern bisa terganggu ketika beberapa tekanan terjadi sekaligus.
Tiga faktor utama saling memperkuat:
Ketika ketiga kondisi ini terjadi bersamaan, gangguan dapat menyebar dengan cepat dari satu bandara ke seluruh jaringan penerbangan Eropa.
Kekacauan penerbangan pada Mei sebenarnya merupakan bagian dari pola gangguan yang sudah terlihat sejak awal tahun.
Gabungan faktor cuaca, logistik operasional, dan geopolitik ini membuat sistem penerbangan Eropa menjadi sangat sensitif terhadap gangguan.
Gangguan penerbangan luas di Eropa pada Mei 2026 bukan akibat satu kejadian tunggal, melainkan konvergensi beberapa risiko besar:
Masing‑masing faktor sebenarnya dapat dikelola secara terpisah. Namun ketika terjadi bersamaan, bahkan gangguan kecil pun bisa berkembang menjadi kekacauan perjalanan berskala benua—menyebabkan penundaan panjang, pembatalan, dan ketidakpastian bagi jutaan penumpang.
Comments
0 comments