Divisi Device Solutions (DS), yang menaungi bisnis semikonduktor dan memori, menyumbang laba operasi 89,2 triliun won. Angka ini melonjak lebih dari 250 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya . Laba bersih konsolidasi Samsung juga meningkat sekitar 14 kali lipat .
Reli Samsung berlangsung bersamaan dengan pemulihan pasar Amerika Serikat dari aksi jual pada sesi sebelumnya yang dipicu oleh kebijakan Federal Reserve. Data inflasi yang lebih sejuk dan penguatan saham teknologi mendorong Nasdaq Composite naik hampir 2,8% .
Dalam perdagangan awal pada 31 Juli, saham Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing melesat sekitar 20%, mengikuti penguatan saham chip AS dan respons positif terhadap laporan keuangan Samsung .
Divisi semikonduktor Samsung membukukan laba operasi sekitar 89,2 triliun won pada kuartal II 2026, dibandingkan level yang nyaris tidak berarti setahun sebelumnya . Perusahaan mengatakan kuartal tersebut mencetak rekor baru untuk pendapatan dan laba operasi, sekaligus memperpanjang momentum dari kuartal pertama .
Permintaan untuk memori yang digunakan pada server kecerdasan buatan (AI), SSD server, serta produk memori berperforma tinggi menjadi pendorong utama. Penjualan HBM4, jenis memori dengan bandwidth tinggi yang digunakan untuk beban kerja AI, meningkat tiga kali lipat dalam kuartal tersebut .
Samsung mengatakan telah menandatangani long-term supply agreements (LTAs) atau perjanjian pasokan jangka panjang dengan lima operator pusat data terbesar di dunia. Perusahaan juga mendekati kesepakatan dengan lima pemain besar lainnya .
Sekitar 60% hingga 70% produksi Samsung kini telah tercakup dalam kontrak jangka panjang. Samsung juga meresmikan strategi untuk memperluas perjanjian multi tahun dengan perusahaan teknologi besar .
“Hampir semua pelanggan meminta kontrak pasokan multi tahun,” kata Jaejune Kim, wakil presiden eksekutif bisnis memori Samsung, kepada para analis .
Bagi pasar, kontrak seperti ini memberi visibilitas permintaan yang lebih panjang bagi produsen chip. Pada saat yang sama, kesepakatan tersebut menunjukkan bahwa operator pusat data berupaya mengamankan pasokan memori lebih awal di tengah persaingan membangun infrastruktur AI.
Samsung menyampaikan proyeksi yang tegas mengenai kondisi pasokan. “Kelangkaan pasokan pada 2027 diperkirakan akan lebih parah dibandingkan tahun ini dan diperkirakan berlanjut pada 2028,” ujar Kim dalam panggilan dengan analis .
Dalam pernyataan resminya, Samsung mengatakan kelangkaan chip memori global akan “menjadi lebih parah dan berlanjut hingga 2028” . Perusahaan juga menyatakan bahwa pasokan memori akan “semakin terbatas tahun depan” .
Pendorong utamanya adalah belanja infrastruktur AI yang terus meningkat. Untuk paruh kedua 2026, Samsung memperkirakan permintaan yang kuat, terutama dari server, seiring berlanjutnya belanja modal infrastruktur AI dan makin luasnya penggunaan agentic AI—sistem AI yang dapat menjalankan rangkaian tugas dengan tingkat otonomi lebih tinggi .
Samsung memperkirakan kondisi tersebut akan menjaga pasar tetap kekurangan pasokan, meskipun permintaan dari perangkat seluler dan komputer pribadi mungkin sedikit melemah .
Reli terbaru ini menutup periode yang sangat bergejolak bagi saham memori. Pada awal Juli, sektor tersebut sempat memasuki pasar bearish karena investor khawatir belanja modal AI telah terlalu tinggi dan berisiko mengalami perlambatan .
Panduan awal Samsung pada 7 Juli juga sempat membuat pasar cemas. Meskipun perusahaan saat itu mengindikasikan kenaikan laba sekitar 19 kali lipat, investor menghapus lebih dari 80 miliar dolar AS dari nilai pasar Samsung karena mempertanyakan seberapa lama ledakan AI dapat bertahan .
Sentimen berubah drastis setelah laporan lengkap 30 Juli menunjukkan rekor kinerja sekaligus proyeksi kelangkaan yang lebih panjang.
Pada 22 Juli, Philadelphia Semiconductor Index (SOX) melonjak lebih dari 5% setelah analis Morgan Stanley, Joseph Moore, mengatakan kelangkaan chip memori untuk pusat data semakin parah. Ia memperkirakan harga chip memori dapat naik setidaknya 25% dari kuartal II ke kuartal III .
Berita spesifik mengenai Samsung kemudian menambah tenaga pada reli sektor tersebut. SanDisk menjadi salah satu saham dengan kenaikan terbesar di indeks S&P 500, sementara Micron juga menguat tajam .
Laporan Samsung menunjukkan bahwa siklus kenaikan permintaan memori yang didorong AI belum mencapai puncaknya. Laba semikonduktor yang melonjak lebih dari 250 kali lipat, 60%–70% produksi yang sudah terikat kontrak jangka panjang, serta proyeksi kelangkaan hingga setidaknya 2028 memperkuat narasi positif untuk saham chip memori.
Meski begitu, reli tersebut tidak menghapus risiko volatilitas. Kekhawatiran mengenai besarnya belanja AI dan potensi perlambatan permintaan masih dapat memicu aksi jual berkala. Untuk saat ini, pasar tampaknya lebih menaruh perhatian pada satu pesan Samsung: permintaan memori untuk infrastruktur AI masih melampaui pasokan.