Belum ada jawaban pasti. Chosun Biz melaporkan Google belum mengungkap penyebab persis gangguan Search tersebut . Laporan lain menyebut halaman status resmi Google Search menampilkan keterangan “No incidents”, sehingga penyebab dan skala gangguan tetap belum jelas
. Sumber Google Search Status Dashboard yang tersedia juga menunjukkan “No incidents”, dengan waktu pembaruan terakhir 11 Mei 2026 pukul 15.05 PDT
.
Artinya, gangguan ini sebaiknya tidak langsung dikaitkan dengan kerusakan pusat data, pembaruan perangkat lunak, serangan siber, masalah infrastruktur tertentu, atau kegagalan sistem spesifik lain—kecuali Google atau sumber tepercaya lain kemudian mengonfirmasinya.
Laporan yang ada mendukung gambaran gangguan lintas negara, tetapi belum cukup untuk memetakan outage global secara lengkap. MENAFN/IANS melaporkan masalah dialami pengguna di India, Amerika Serikat, dan “beberapa wilayah lain” . Chosun Biz menggambarkan gangguan di Korea Selatan
, sementara Gigazine melaporkan masalah di Jepang
.
Beberapa media menyebut peristiwa ini sebagai gangguan global atau meluas. Namun, berdasarkan bukti yang paling jelas, negara yang disebut secara spesifik adalah India, AS, Korea Selatan, Jepang, serta sejumlah wilayah lain yang tidak dirinci .
Layanan yang paling konsisten disebut terdampak adalah Google Search. Business Today melaporkan sebagian besar keluhan berkaitan langsung dengan Google Search, termasuk error server, halaman kosong, dan hasil pencarian yang gagal dimuat .
Ada pula pengguna yang melaporkan kesulitan memuat halaman atau mengakses situs Google itu sendiri . Namun, sumber yang tersedia tidak membuktikan adanya gangguan luas yang terkonfirmasi pada Gmail, YouTube, Maps, Drive, atau layanan Google lain pada 12 Mei. Jadi, klaim bahwa seluruh ekosistem layanan Google ikut down perlu dibaca hati-hati bila tidak didukung konfirmasi yang lebih kuat.
Downdetector—platform yang memantau laporan gangguan layanan dari pengguna dan sinyal lain—menunjukkan lonjakan tajam di India selama insiden berlangsung. Business Today melaporkan keluhan naik sekitar pukul 10.29 IST atau Waktu Standar India, menembus 3.700 laporan di puncak gangguan, lalu turun menjadi sekitar 155 laporan pada kira-kira pukul 11.30 IST . Laporan lain menyebut keluhan di India melewati 3.300 sekitar pukul 10.23 IST
.
Angka-angka itu menunjukkan lonjakan yang tajam tetapi relatif singkat, bukan gangguan berkepanjangan. Namun, data Downdetector berbasis laporan pengguna, sehingga berguna untuk melihat pola gangguan, tetapi tidak cukup untuk membuktikan penyebab teknisnya.
Laporan menyebut muncul gelombang keluhan online saat pengguna membagikan pengalaman pencarian yang gagal dan pesan error server . Reaksinya campur aduk: ada yang sekadar ingin memastikan apakah Google benar-benar down, ada pula yang menanggapinya dengan humor. Wajar saja—Google Search biasanya menjadi alat pertama yang dipakai orang untuk mengecek apakah sebuah layanan internet sedang bermasalah
.
Bagi banyak pengguna, gangguan tampaknya cepat mereda. Chosun Biz menyebut gangguan di Korea Selatan berlangsung secara intermiten sekitar satu jam dan layanan telah kembali normal . Gigazine juga melaporkan bahwa pada saat artikelnya ditulis, hasil pencarian sudah kembali tampil dengan benar
. Di India, lonjakan laporan Downdetector turun tajam pada sekitar pukul 11.30 IST, dengan Business Today melaporkan sekitar 155 keluhan tersisa pada waktu itu
.
Gangguan 12 Mei tampak lebih kecil dan lebih berfokus pada Search dibanding outage besar Google pada Agustus 2022. Saat itu, lebih dari 40.000 pengguna melaporkan masalah dengan Google, menurut laporan yang mengutip Downdetector . UPI melaporkan lebih dari 1.300 server Google di 40 negara terdampak, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Australia, Afrika Selatan, Jepang, China, dan Singapura
.
Outage Agustus 2022 juga dilaporkan menyentuh lebih banyak layanan. InformationWeek menyebut pengguna Google Search melihat error server 500, sementara Google Maps dan Google Images juga dilaporkan terdampak . Tech Monitor melaporkan layanan konsumen seperti Maps, Gmail, dan YouTube sempat offline sekitar setengah jam, dan Google mengaitkan outage itu dengan “software update glitch” atau gangguan pembaruan perangkat lunak
.
Pada periode yang sama di Agustus 2022, terjadi insiden kelistrikan di pusat data Google di Council Bluffs, Iowa, yang melukai tiga orang. Namun, Google menyatakan insiden itu tidak terkait dengan gangguan Search dan Maps . Pembedaan ini penting: outage 2022 memiliki penjelasan yang dilaporkan terkait perangkat lunak, sedangkan gangguan Google Search pada 12 Mei 2026 belum memiliki penyebab resmi yang terkonfirmasi dalam sumber yang tersedia
.
Insiden Google pada 12 Mei adalah gangguan singkat lintas wilayah pada Google Search, ditandai pesan 500/Internal Server Error dan lonjakan laporan Downdetector, terutama di India. Gangguan tampaknya pulih dalam sekitar satu jam bagi banyak pengguna. Namun, penyebabnya masih belum diketahui. Dibanding outage Agustus 2022, insiden ini terlihat lebih singkat, volume laporannya lebih kecil, dan tidak sejelas itu berdampak pada banyak layanan Google.
Comments
0 comments