Pada 28 Mei 2026, kontrak perpetual SPACEX USDH Hyperliquid anjlok 45% dalam 30 menit, memicu likuidasi massal senilai $1,51 juta pada 405 pengguna yang didominasi trader ritel bermodal kecil [2][12]. Kehancuran ini bukan semata karena satu penyebab—ini adalah kombinasi mematikan antara data dari penyedia off chain...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What caused the 45% flash crash of the SpaceX synthetic perpetual contract on Hyperliquid, how many traders and how much notional value were. Article summary: Here is a comprehensive breakdown of the incident and its implications.. Topic tags: general, general web, user generated. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "A Hyperliquid powered, pre IPO style SpaceX perpetual contract on Trade.xyz is letting traders lever up on an implied $1.78 trillion valuation with no equity, no authorization and" source context "Hyperliquid’s SpaceX perp lights up regulatory gray zone over private markets" Reference image 2: visual subject "# The Hyperliquid SpaceX Perp Is The Real Regulatory Blind Spot. A synthetic perpetual contract referencing the private rocket company went live on Hype
Pada 28 Mei 2026, sebuah taruhan spekulatif pada valuasi perusahaan antariksa swasta Elon Musk luluh lantak hanya dalam hitungan menit. Kontrak derivatif sintetis bernama SPACEX-USDH di platform Hyperliquid ambruk 45% hanya dalam 30 menit, menguapkan nilai nosional $1,51 juta (sekitar Rp 24,5 miliar) dan melikuidasi ratusan posisi trader ritel . Lebih dari sekadar crash kilat biasa, insiden ini adalah studi kasus yang mempertontonkan bagaimana arsitektur pasar tanpa izin (permissionless), likuiditas yang sangat tipis, dan ketergantungan pada pihak ketiga bisa mengubah kesalahan kecil menjadi bencana berantai.
Harga kontrak anjlok dari level pembukaan $2.277 langsung ke titik terendah harian di $1.254, sebelum akhirnya pulih sebagian ke sekitar $2.169 . Guncangan harga yang brutal ini segera memicu badai likuidasi. Sebanyak 405 pengguna kehilangan posisi mereka dalam 1.393 kontrak individu
. Yang lebih mengkhawatirkan, median margin dari akun-akun yang terlikuidasi hanya $31 (sekitar Rp 500.000). Ini adalah gambaran nyata bahwa mayoritas korban adalah trader ritel yang menggunakan leverage tinggi dengan modal sangat minim
.
Kegagalan ini bukan karena satu akar masalah, melainkan perpaduan dahsyat dari dua kerentanan yang saling terkait.
Penjelasan resmi menyalahkan data yang rusak. Ventuals, proyek di ekosistem Hyperliquid yang bertanggung jawab meluncurkan dan mengoperasikan pasar ini, menyatakan bahwa "salah satu penyedia data off-chain, yang merupakan komponen dari harga oracle, mengembalikan data yang salah, menyebabkan fluktuasi parah pada harga oracle dan harga mark" . Umpan data yang rusak inilah yang menjadi percikan api awal, memicu gelombang likuidasi pertama.
Namun, struktur pasarlah yang kemudian memperbesar kerusakan. Para analis dengan cepat menunjuk pada kedalaman buku order (order book) kontrak yang dangkal secara berbahaya. Kehancuran ini memunculkan "pertanyaan baru tentang pasar yang tipis, umpan oracle, dan akses berleveraj ke eksposur perusahaan swasta" . Tidak seperti kontrak perpetual Bitcoin atau Ethereum yang berjangkar pada pasar spot yang dalam dan likuid, kontrak SPACEX tidak memiliki patokan harga publik yang jelas. Saham SpaceX hanya diperdagangkan secara jarang di pasar sekunder swasta yang hanya bisa diakses oleh investor terakreditasi
.
Dengan volume perdagangan 24 jam yang hanya sekitar $5 juta dan open interest di bawah $2,9 juta, pasar ini tidak memiliki kedalaman yang cukup untuk menyerap satu perintah jual besar atau gelombang likuidasi otomatis tanpa menyebabkan dislokasi harga yang dramatis . Intinya, data oracle yang salah adalah percikan api, tetapi buku order yang tipis adalah tinderbox yang membiarkan api 45% berkobar dengan begitu cepat.
Poin kritis yang sering terlewatkan: kontrak SPACEX ini tidak dibuat oleh tim inti Hyperliquid. Kontrak ini diluncurkan oleh Trade.xyz, sebuah platform perdagangan futures perpetual terdesentralisasi yang dibangun di atas Hyperliquid, menggunakan kerangka HIP-3 (Hyperliquid Improvement Proposal 3) yang tidak memerlukan izin pusat .
HIP-3 adalah fitur kunci Hyperliquid yang memungkinkan siapa pun untuk meluncurkan pasar derivatif baru tanpa persetujuan terpusat, asalkan mereka melakukan staking sejumlah token HYPE. Pihak yang meluncurkan pasar (deployer) bertanggung jawab penuh atas fungsi-fungsi kritis, termasuk definisi pasar, pengaturan definisi oracle, menetapkan batas leverage, dan mengelola operasional pasar yang sedang berjalan . Kontrak SPCX-USDC sendiri diluncurkan pada 18 Mei 2026, dengan harga referensi awal $150 yang menyiratkan valuasi perusahaan antariksa itu mencapai $1,78 triliun
. Dalam hitungan jam, perdagangan spekulatif telah mendorong valuasi tersiratnya melampaui $2,5 triliun
.
Jebloknya kontrak ini mempertegas sederet risiko yang sudah ada sejak awal. Pertama, ini adalah kontrak perpetual sintetis, yang berarti tidak ada satu pun saham SpaceX yang benar-benar berpindah tangan. Trader mendapatkan eksposur berleveraj pada harga tersirat perusahaan tanpa memiliki hak kepemilikan atau jaminan ekuitas apa pun . Kedua, produk ini tidak diotorisasi oleh SpaceX. Forbes melaporkan bahwa kontrak ini beroperasi di "area abu-abu regulasi global" tanpa rumah hukum yang jelas di bawah undang-undang sekuritas atau derivatif AS
. Di tengah segala inovasinya, integritas produk ini sepenuhnya bergantung pada oracle pihak ketiga yang dipilih oleh deployer—sebuah titik kegagalan tunggal yang terbukti menjadi bencana
.
Kecelakaan SpaceX ini bukanlah kegagalan teknis yang terisolasi; ia cocok dengan pola yang sudah bisa dikenali. Pada November 2025, vault HLP (Hyperliquidity Provider) milik Hyperliquid harus menanggung kerugian sebesar $4,9 juta dari sebuah serangan manipulasi terkoordinasi pada token meme POPCAT . Seorang penyerang menarik $3 juta USDC dari bursa OKX, menyebarkannya ke 19 dompet, dan menggunakannya untuk membangun posisi long berleveraj senilai sekitar $30 juta, sambil secara bersamaan memasang tembok beli (buy wall) besar untuk menopang harga. Namun, ketika tembok beli itu tiba-tiba ditarik, harga langsung anjlok, posisi-posisi berleveraj itu terlikuidasi, dan vault HLP terpaksa menanggung utang beracun tersebut
.
Baik serangan POPCAT maupun kehancuran SpaceX memperlihatkan eksploitasi pada kerentanan struktural yang sama: likuiditas tipis, mesin likuidasi otomatis, dan mekanisme penemuan harga yang bisa dengan mudah dimanipulasi atau diberi data palsu. Serangan POPCAT adalah aksi yang disengaja, sementara crash SpaceX tampaknya sebuah kecelakaan. Namun, hasil akhirnya persis sama.
Insiden ini adalah peringatan keras tentang kerapuhan sistemik dari jenis produk keuangan terdesentralisasi ini. Kerentanan-kera rentanan ini bukanlah bug yang bisa ditambal, melainkan fitur-fitur bawaan dari pasar yang diluncurkan oleh pengembang pihak ketiga tanpa izin:
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Pada 28 Mei 2026, kontrak perpetual SPACEX USDH Hyperliquid anjlok 45% dalam 30 menit, memicu likuidasi massal senilai $1,51 juta pada 405 pengguna yang didominasi trader ritel bermodal kecil [2][12].
Pada 28 Mei 2026, kontrak perpetual SPACEX USDH Hyperliquid anjlok 45% dalam 30 menit, memicu likuidasi massal senilai $1,51 juta pada 405 pengguna yang didominasi trader ritel bermodal kecil [2][12]. Kehancuran ini bukan semata karena satu penyebab—ini adalah kombinasi mematikan antara data dari penyedia off chain yang rusak (percikan api) dan order book yang super tipis (bahan bakar) yang memperparah kejatuhan ha...
Di balik kontrak ini adalah Trade.xyz, pengembang pihak ketiga yang menggunakan kerangka HIP 3 tanpa izin dari Hyperliquid, menyoroti risiko besar ketika integritas oracle, likuiditas, dan batas leverage sepenuhnya di...