Microsoft menghentikan negosiasi sewa infrastruktur awan senilai lebih dari 3 miliar dolar AS dengan Oracle karena infrastruktur awan publik Oracle tidak memiliki sertifikasi keamanan FedRAMP dan Oracle menolak untuk... Saham Microsoft (MSFT) turun sekitar 2% dalam perdagangan setelah jam bursa pada 16 Juni 2026, se...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What caused Microsoft to walk away from a ~$3 billion cloud infrastructure deal with Oracle, and how did the market react to the collapse of. Article summary: ## What caused Microsoft to walk away. Topic tags: general, general web, user generated. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "This "cash burn" was the result of an aggressive push to build out data center capacity, with Oracle raising its fiscal 2026 capital expenditure" source context "Cloud Giants Stumble: Microsoft and Oracle Face Year-End Headwinds as Markets Brace for 2026 Reopening" Reference image 2: visual subject "Contact this reporter via email at astewart@businessinsider.com or Signal at +1-425-344-8242.Use a personal email address and a nonwork device; here's our guide to sharing informat" source context
Microsoft secara mendadak mengakhiri negosiasi untuk menyewa kapasitas komputasi awan senilai lebih dari $3 miliar (sekitar Rp46 triliun*) dari Oracle pada minggu ini, menurut laporan Business Insider yang kemudian dikonfirmasi oleh Reuters . Keruntuhan kesepakatan ini menyingkap pertentangan mendasar soal standar keamanan federal Amerika Serikat—dan mengirimkan gelombang kejut ke pasar ekuitas yang sudah waspada terhadap ketahanan belanja infrastruktur AI.
Titik krusial perdebatan adalah Federal Risk and Authorization Management Program, atau FedRAMP, sebuah kerangka kerja wajib pemerintah AS untuk mengesahkan layanan awan yang menangani data federal . Oracle Cloud Infrastructure tidak memiliki sertifikasi FedRAMP, dan Oracle menolak untuk mengupayakannya sebagai bagian dari kesepakatan, seperti dilaporkan oleh berbagai media
.
Bagi Microsoft, yang melayani beban kerja pemerintahan yang luas melalui platform Azure, ini adalah sebuah "pemecah kesepakatan" . Tanpa FedRAMP, kapasitas apa pun yang disewa dari Oracle akan sia-sia untuk sebagian besar basis pelanggan Microsoft. Kebuntuan ini akhirnya membuat Microsoft mundur dari kesepakatan yang menurut salah satu sumber yang mengetahui diskusi tersebut, bisa bernilai lebih dari $3 miliar
.
Negosiasi ini semula berpusat pada rencana untuk memindahkan sebagian beban kerja Microsoft ke Oracle Cloud Infrastructure guna mengurangi tekanan pada Azure, yang tengah kewalahan oleh lonjakan permintaan AI . Microsoft kini masih mengevaluasi opsi sewa lainnya, termasuk dari Amazon Web Services dan Google Cloud, yang keduanya telah memiliki kerangka keamanan pemerintah yang dipersyaratkan
.
Oracle langsung merespons laporan Business Insider tersebut. Dalam sebuah pernyataan kepada Reuters, perusahaan itu mengatakan, "Rincian yang disebutkan dalam artikel tersebut tidak akurat. Microsoft adalah mitra dan pelanggan OCI (Oracle Cloud Infrastructure)" . Namun, Oracle tidak memberikan penjelasan tandingan tentang mengapa negosiasi ini gagal, membuat bantahannya lebih bersifat prosedural
.
Berita ini mencuat setelah jam perdagangan pasar AS berakhir pada Selasa, 16 Juni 2026, dan langsung memicu aksi jual:
Aksi jual ini lebih besar dari bobot kesepakatan itu sendiri. Para pedagang menyoroti implikasinya: jika Microsoft—salah satu pembelanja infrastruktur AI paling agresif di dunia—sampai mundur dari perjanjian kapasitas multi-miliar dolar karena masalah kepatuhan, maka siklus belanja modal (capital expenditure) para raksasa teknologi mungkin akan menghadapi lebih banyak gesekan dari yang diperkirakan .
Episode Oracle ini hanyalah titik data terbaru dalam kalibrasi ulang belanja infrastruktur AI yang lebih luas. Sebelumnya di tahun 2025, Microsoft telah menghentikan sementara atau menunda proyek pusat data di Inggris, Indonesia, dan beberapa negara bagian AS sambil menilai ulang strategi pembangunannya . Pada Maret 2025, mereka memilih untuk tidak menggunakan opsi tambahan senilai hampir $12 miliar yang terkait dengan kapasitas pusat data tambahan
.
Sementara itu, OpenAI melangkah mengisi kekosongan, dengan menandatangani kesepakatan lima tahun bersama Oracle pada Juli 2025 senilai lebih dari $300 miliar, yang secara efektif mengambil alih sebagian besar risiko belanja modal yang selama ini didistribusikan ulang oleh Microsoft .
Jika digabungkan, semua langkah ini menunjukkan bahwa para pemain awan besar kini menjadi lebih selektif tentang bagaimana dan di mana mereka mengamankan kapasitas komputasi—mengedepankan kepatuhan dan disiplin modal di samping skala mentah.
* Nilai tukar dolar AS terhadap rupiah menggunakan asumsi kurs Rp16.000 per dolar AS untuk memudahkan pembaca.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Microsoft menghentikan negosiasi sewa infrastruktur awan senilai lebih dari 3 miliar dolar AS dengan Oracle karena infrastruktur awan publik Oracle tidak memiliki sertifikasi keamanan FedRAMP dan Oracle menolak untuk...
Microsoft menghentikan negosiasi sewa infrastruktur awan senilai lebih dari 3 miliar dolar AS dengan Oracle karena infrastruktur awan publik Oracle tidak memiliki sertifikasi keamanan FedRAMP dan Oracle menolak untuk... Saham Microsoft (MSFT) turun sekitar 2% dalam perdagangan setelah jam bursa pada 16 Juni 2026, sementara saham saham semikonduktor semakin terpuruk karena investor khawatir permintaan infrastruktur AI mulai melunak [1...
Oracle membantah pemberitaan tersebut dengan menyebutnya tidak akurat, namun tidak memberikan penjelasan alternatif mengapa negosiasi tersebut gagal [3][4].
Loading comments...
Comments
0 comments