Kerangka ini sebelumnya diharapkan menjadi jalur regulasi baru yang memungkinkan perusahaan kripto menawarkan token berbasis blockchain yang merepresentasikan saham perusahaan publik di Amerika Serikat.
Bagi industri kripto, langkah tersebut dipandang sebagai potensi jembatan antara pasar keuangan tradisional dan infrastruktur blockchain. Namun peluncurannya ditunda setelah regulator menerima masukan dari bursa saham dan pelaku pasar mengenai sejumlah kekhawatiran, termasuk:
Karena kebijakan ini sebelumnya dianggap sebagai perkembangan regulasi yang positif bagi kripto, penundaannya langsung melemahkan sentimen pasar dan memicu tekanan jual.
Saat sentimen memburuk, harga Bitcoin turun dari atas $77.000 ke bawah $75.000, atau lebih dari 3% dalam satu sesi perdagangan.
Pergerakan ini sangat penting karena banyak trader menggunakan leverage dan memegang posisi long (bertaruh harga naik). Ketika harga menembus level penting, bursa secara otomatis menutup posisi yang tidak lagi memiliki jaminan cukup.
Likuidasi seperti ini sering memperbesar volatilitas. Ketika posisi dipaksa ditutup, penjualan tambahan muncul di pasar dan dapat mendorong harga turun lebih jauh, yang kemudian memicu likuidasi berikutnya.
Penurunan tidak hanya terjadi pada Bitcoin. Aksi jual cepat menyebar ke hampir seluruh pasar kripto.
Karena Bitcoin merupakan aset paling dominan dalam likuiditas dan sentimen pasar kripto, pergerakan tajam BTC biasanya diikuti oleh penurunan serentak pada altcoin.
Sebelum penurunan ini, analis sudah mengidentifikasi kisaran $76.000–$77.000 sebagai zona support utama.
Ketika harga jatuh di bawah area tersebut, itu dianggap sebagai sinyal melemahnya momentum bullish dan membuka ruang penurunan lebih lanjut.
Banyak trader yang sebelumnya bertaruh bahwa support itu akan bertahan akhirnya terpaksa keluar dari posisi mereka, sehingga mempercepat penurunan.
Data dari pasar derivatif menunjukkan bahwa beberapa level harga berikutnya bisa kembali memicu gelombang likuidasi besar.
Risiko penurunan:
Potensi tekanan naik:
Para analis menyebut rentang ini sebagai “ladang ranjau likuidasi”, karena pergerakan harga yang relatif kecil dapat memicu aliran likuidasi besar dari posisi leverage.
Penurunan Bitcoin di bawah $75.000 menyoroti dua kondisi penting dalam pasar kripto saat ini:
Dalam jangka pendek, trader kini memperhatikan apakah Bitcoin mampu stabil di kisaran pertengahan $70.000 atau justru turun menuju kluster likuidasi berikutnya di bawah $74.000. Sebaliknya, jika harga kembali naik dan menembus area $80.000–$81.000, potensi short squeeze bisa memicu pemulihan pasar.
Untuk saat ini, volatilitas diperkirakan tetap tinggi selama pasar kripto menyesuaikan diri dengan ketidakpastian regulasi dan proses pengurangan leverage yang sedang berlangsung.