Pasar spot Bitcoin sedang mengalami kevakuman likuiditas yang belum pernah terjadi sebelumnya. Menurut data dari kontributor CryptoQuant, Darkfost, volume perdagangan spot bulanan di Binance saja anjlok dari $198,6 miliar pada Oktober 2025 menjadi hanya $36,4 miliar pada Mei 2026 — sebuah penurunan 81% yang menyeret aktivitas pasar secara keseluruhan kembali ke level yang tidak terlihat sejak kedalaman pasar bearish 2023 .
Keruntuhan ini bukanlah metrik yang terisolasi, melainkan puncak dari pembalikan brutal selama enam bulan. Harga Bitcoin mencapai titik tertinggi sepanjang masa (ATH) mendekati $126.000 pada Oktober 2025 sebelum koreksi parah menghapus lebih dari 52% nilainya, mencapai titik terendah sekitar $60.000 pada Februari 2026 . Kejatuhan harga ini, yang diperkuat oleh eksodus institusional massal dari ETF spot dan pelarian global ke aset safe haven, telah mengatur ulang struktur pasar secara fundamental.
Penguapan volume spot dapat dikaitkan dengan siklus yang saling memperkuat dari tiga guncangan utama.
1. Koreksi Pasca-ATH dan Kelelahan Pasar
Reli menuju $126.000 diikuti oleh pelepasan yang brutal. Bitcoin jatuh ke sekitar $60.000 pada Februari 2026, sebuah penurunan yang menghapus lebih dari $600 miliar nilai pasar dan melikuidasi sejumlah besar posisi beli (long) dengan leverage . Kelelahan ini menghilangkan sebagian besar peserta ritel dan institusional yang masuk mendekati puncak, menekan permintaan spot organik selama berbulan-bulan.
2. Eksodus Institusional Bersejarah Senilai $6 Miliar
ETF spot Bitcoin, yang sebelumnya menjadi mesin utama permintaan selama pasar bullish (bull run), berubah menjadi sumber tekanan jual yang dominan. Dari November 2025 hingga Februari 2026, ETF spot Bitcoin AS mencatat arus keluar bersih lebih dari $6 miliar . Pendarahan ini terjadi tanpa henti: $4,5 miliar keluar dari kompleks ETF ini pada awal 2026 saja, dengan periode tiga hari di bulan Januari menyaksikan arus keluar sebesar $1,58 miliar
. Siklus pelepasan risiko (de-risking) ini, yang didorong oleh penyeimbangan kembali portofolio institusional ke aset yang lebih aman, secara langsung menguras likuiditas spot dan menandakan krisis kepercayaan yang mendalam
.
3. Guncangan Iran dan Rotasi Risk-Off
Aksi jual dipercepat oleh guncangan geopolitik eksternal. Laporan secara eksplisit mengaitkan keruntuhan volume ini dengan meningkatnya ketegangan AS-Iran, yang memicu pergerakan risk-off secara luas di pasar global . Modal institusional berotasi tajam dari kripto ke aset safe haven tradisional, menciptakan kesenjangan pembelian (buying gap) sebesar $6,9 miliar pada emas dibandingkan Bitcoin secara tahunan
. Hedge fund secara sistematis mengurangi risiko, dengan alasan ketidakpastian ekonomi makro dan risiko geopolitik sebagai pendorong utama
.
Para investor yang mencoba mengidentifikasi pergerakan pasar selanjutnya dihadapkan pada data on-chain yang sangat kontradiktif, menjadikan ini titik persimpangan yang sangat berbahaya. Sinyal-sinyal tersebut terpecah menjadi dua kubu yang berlawanan: kelemahan fundamental versus kekuatan spekulatif contrarian.
Sinyal yang paling mengkhawatirkan adalah runtuhnya partisipasi jaringan. Jumlah alamat aktif di jaringan Bitcoin telah turun sekitar 30% dari puncaknya pada Agustus 2025 sebanyak 938.609, menjadi sekitar 655.908 pada Maret 2026 . Penurunan ini, yang mencapai titik terendah lima tahun untuk keterlibatan pengguna aktif, adalah tren penurunan selama enam bulan, bukan guncangan mendadak
. Para analis menggambarkan situasi ini sebagai "kemakmuran superfisial, kekosongan internal" — sebuah sinyal negatif untuk kesehatan struktural pasar
. Basis pengguna benar-benar menyusut, dan likuiditas pasar spot yang terkuras membuat Bitcoin rentan terhadap ayunan harga yang liar bahkan pada aliran order kecil.
Bukti lebih lanjut dari rapuhnya keyakinan datang dari pasar ETF, di mana arus keluar berlanjut hingga April dengan laju $3,7 miliar selama delapan minggu, bahkan ketika Bitcoin kembali naik di atas $80.000 .
Sangat kontras dengan kelemahan pasar spot, pasar derivatif menunjukkan pengaturan contrarian klasik. Per awal Mei 2026, tingkat pendanaan (funding rate) futures perpetual Bitcoin negatif di sebagian besar venue utama, sekitar -2% disetahunkan (annualized) . Ini berarti penjual pendek (short seller) membayar premi untuk mempertahankan posisi mereka, mencerminkan konsensus yang sangat bearish. Secara historis, tingkat pendanaan negatif yang berkepanjangan adalah awal dari reli kenaikan yang dahsyat. Pada Maret 2026, Bitcoin melonjak ke $73.800 setelah 14 hari berturut-turut dengan tingkat pendanaan negatif, menekan posisi short
.
Menambah bahan bakar ke api ini, open interest Bitcoin mencatat lonjakan terbesarnya di tahun 2026 pada awal Mei . Kenaikan simultan pada posisi short dan open interest, dengan latar belakang pendanaan negatif, menciptakan kondisi ideal untuk short squeeze — lonjakan harga cepat yang dipicu oleh likuidasi berjenjang pada sisi short yang terlalu ber-leverage. Pasar tampak seperti tong mesiu yang menunggu katalis.
Keseluruhan bukti menunjukkan bahwa pasar sedang dalam proses bottoming yang berkepanjangan daripada awal dari penurunan lebih lanjut, meskipun risiko kerusakan lebih dalam tetap tinggi.
Argumen untuk titik terendah (bottom):
Argumen untuk potensi penurunan lebih lanjut:
Kesimpulan yang paling mungkin: Pasar berada dalam fase kapitulasi-konsolidasi — zona akumulasi ulang yang bergerak lambat, bukan titik terendah akhir yang langsung meledak. Kepadatan ekstrem di sisi short menciptakan probabilitas tinggi terjadinya reli short-squeeze yang tajam dalam waktu dekat. Namun, erosi fundamental dari basis pengguna dan sentimen institusional yang rapuh menunjukkan bahwa reli semacam itu mungkin kurang tahan lama. Untuk pembalikan tren yang berkelanjutan, pasar kemungkinan membutuhkan katalis makro yang menentukan, seperti de-eskalasi ketegangan geopolitik atau perubahan dovish dari Federal Reserve. Hingga saat itu, aksi harga antara $76.000 dan $81.000 mencerminkan ketegangan antara potensi short squeeze dan kehancuran permintaan yang mendalam.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Volume perdagangan spot Bitcoin ambruk 81% dari puncaknya di Oktober 2025, didorong oleh kejatuhan harga 52% dari $126.000 ke sekitar $60.000 dan arus keluar lebih dari $6 miliar dari ETF spot Bitcoin AS [36][40][49].
Volume perdagangan spot Bitcoin ambruk 81% dari puncaknya di Oktober 2025, didorong oleh kejatuhan harga 52% dari $126.000 ke sekitar $60.000 dan arus keluar lebih dari $6 miliar dari ETF spot Bitcoin AS [36][40][49]. Meskipun penurunan 30% pada alamat aktif menandakan erosi pengguna struktural, tingkat pendanaan negatif dan lonjakan open interest pada Mei 2026 menciptakan skenario contrarian short squeeze, dengan pasar kemungkinan...
Risiko utama tetap ada: keyakinan institusional yang rapuh, dibuktikan dengan berlanjutnya arus keluar ETF hingga April, dan potensi meluasnya konflik geopolitik yang dapat memperdalam erosi permintaan [33][49].
Loading comments...
Comments
0 comments