Drama akuisisi ini sebenarnya berlangsung sangat singkat, hanya dalam waktu kurang dari dua minggu. Pada 27 Mei, AkzoNobel secara terbuka mengungkapkan bahwa dewan direksinya telah menolak proposal resmi dari Nippon Paint dan Sherwin-Williams. Proposal yang diterima pada 29 April itu, resmi ditepis pada 1 Mei .
Dewan direksi menilai bahwa tawaran €73 per saham itu tidak menghargai nilai perusahaan secara layak (undervalued) dan tidak memberikan kepastian transaksi. Kekhawatiran utama adalah soal potensi kendala regulasi dan fakta bahwa kesepakatan itu akan memecah-belah bisnis AkzoNobel menjadi dua: Nippon akan mengambil bisnis Cat Dekoratif dan Pelapis Industri, sementara Sherwin-Williams menguasai bisnis Otomotif, Spesialisasi, serta Kelautan dan Pelindung .
Saat kabar penawaran tidak diminta (unsolicited bid) ini pertama kali bocor ke publik, saham AkzoNobel langsung melonjak hingga 21%. Tawaran €73 per saham itu menawarkan premium 39% dari harga penutupan sebelumnya di €52,52 . Pasar kala itu berspekulasi akan terjadi perang penawaran (bidding war) yang bisa mendorong harga lebih tinggi lagi
.
Namun, penolakan tegas dewan direksi membuat para peminat tidak punya ruang gerak. Pada 3 Juni, Nippon Paint dan Sherwin-Williams mengkonfirmasi bahwa mereka menghentikan seluruh upaya, dengan alasan keengganan AkzoNobel untuk terlibat dalam diskusi . Hasilnya, premium 39% yang sempat dinikmati pemegang saham menguap begitu saja.
Sepanjang drama penawaran tunai ini, manajemen AkzoNobel tidak pernah goyah dari strategi pilihan mereka: merger setara seluruh saham (all-stock merger of equals) dengan Axalta Coating Systems, yang pertama kali diumumkan pada November 2025 . Bahkan setelah menerima tawaran tunai yang menggiurkan itu, dewan direksi dengan suara bulat tetap merekomendasikan kesepakatan dengan Axalta
.
Ketentuan merger ini tidak berubah sama sekali:
Jadwal proses merger ini masih panjang. Transaksi ini harus melalui pemungutan suara pemegang saham di kedua perusahaan yang dijadwalkan pada paruh kedua tahun 2026, dengan target spesifik sekitar awal Juli . Penyelesaian akhir diproyeksikan antara akhir 2026 hingga awal 2027, setelah mendapat persetujuan regulasi dan pencatatan saham perusahaan gabungan di New York Stock Exchange (NYSE)
.
Jatuhnya harga saham AkzoNobel adalah cerminan dari hukum pasar yang sederhana: tanpa adanya tawaran tunai yang bersaing, nilai perusahaan kembali ke titik dasarnya. Pasar sebelumnya telah sementara waktu menghargai premium tunai 39% yang kini sudah tidak ada. Kini, investor harus bersabar dan mengevaluasi janji nilai jangka panjang dari merger AkzoNobel-Axalta—sebuah kesepakatan yang berfokus pada skala, sinergi biaya, dan portofolio gabungan yang kuat di segmen cat dekoratif, pelapis performa, dan finishing otomotif .
Comments
0 comments