Investor dilindungi dari penuntutan pidana, proses pidana terkait perpajakan, serta gugatan perdata yang berkaitan dengan kepemilikan obligasi tersebut. Data transaksi pembelian di pasar perdana juga tidak dapat digunakan sebagai alat bukti di pengadilan atau sebagai dasar pengenaan pajak .
Apa yang ditunjukkan oleh kebijakan ini? Pemerintah memperlakukan mobilisasi tabungan domestik sebagai prioritas strategis. Kerangka imunitas hukum tersebut mengisyaratkan bahwa pasar modal Indonesia dianggap belum mampu menarik partisipasi yang memadai tanpa menurunkan secara drastis risiko hukum dan pajak yang dirasakan investor.
Dengan kata lain, aturan ini juga dapat dibaca sebagai pengakuan tersirat bahwa lingkungan regulasi dan penegakan hukum saat ini masih dipandang menghambat masuknya modal. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membela perlindungan tersebut sebagai kebijakan yang “didefinisikan secara terbatas”: perlindungan hanya mencakup dana yang ditempatkan pada obligasi, bukan seluruh aktivitas bisnis investor . Namun, para pengkritik menilai rumusannya terlalu kabur dan berpotensi membuka celah pencucian uang .
Tiga lembaga pemeringkat besar memberikan peringkat layak investasi kepada Danantara—Moody’s Baa2, Fitch AAA(idn), dan peringkat setara dari S&P—meski prospek dan dasar penilaiannya tidak sepenuhnya sama .
Moody’s memberikan peringkat penerbit perdana Baa2 kepada Danantara Investment Management pada Juni 2026, tetapi menetapkan outlook negatif. Lembaga tersebut memperingatkan bahwa keseimbangan risiko bergerak ke arah yang lebih buruk dan penurunan kualitas kredit pemerintah akan langsung menekan peringkat Danantara .
Fitch dan S&P menetapkan outlook stabil. Namun, ketiga lembaga itu menilai Danantara lebih sebagai perpanjangan dari negara daripada manajer investasi independen . Moody’s juga menyatakan bahwa arah kebijakan dan keberlanjutan fiskal Indonesia masih menjadi perhatian, meski pemerintah menargetkan defisit 2,85% pada 2026 .
Risiko terbesar muncul apabila Danantara menerbitkan Patriot Bond dan Merah Putih Bond dalam jumlah besar dengan struktur yang tidak transparan. Jika instrumen tersebut terlihat seperti operasi kuasi-fiskal atau kewajiban kontinjensi negara, lembaga pemeringkat dapat menilainya negatif terhadap kredit.
Klausul imunitas hukum juga menimbulkan persoalan tata kelola yang dapat dipertimbangkan dalam peninjauan peringkat berikutnya. Outlook negatif Moody’s menjadi sinyal bahwa batas aman peringkat Danantara tidak setebal yang terlihat.
BEI masih menggunakan model kepemilikan mutual. Dalam struktur ini, perusahaan pialang yang menggunakan bursa juga menjadi pemiliknya. Model tersebut telah lama dikritik karena berpotensi menimbulkan konflik kepentingan dan melemahkan transparansi .
UU No. 4/2026 menghapus sejumlah hambatan hukum bagi perubahan struktur kepemilikan bursa, sehingga membuka jalan bagi demutualisasi . Dalam model demutualisasi, kepemilikan bursa tidak lagi terbatas pada para anggota atau perusahaan pialang, melainkan dapat diperluas kepada pemegang saham lain dengan pemisahan yang lebih jelas antara kepemilikan, manajemen, dan hak untuk berdagang.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan penerbitan aturan demutualisasi pada September 2026. Danantara juga telah menyatakan minat untuk mengambil sebagian kepemilikan .
Pada saat yang sama, MSCI, penyedia indeks saham global, memperpanjang evaluasi terhadap klasifikasi pasar saham Indonesia. Jakarta secara efektif memiliki waktu hingga November 2026 untuk menjalankan reformasi atau menghadapi risiko turun kelas dari kategori Emerging Market menjadi Frontier Market. Perubahan tersebut berpotensi memicu arus keluar dana asing dalam jumlah besar .
Reformasi lain, termasuk kenaikan batas minimum saham yang beredar di publik atau free float dari 7,5% menjadi 15%, berpotensi mendorong penerbitan saham baru senilai lebih dari US$11 miliar oleh hampir sepertiga perusahaan tercatat .
Apa yang ditunjukkan oleh langkah ini? Demutualisasi bukan sekadar modernisasi yang bisa dilakukan kapan saja. Proses tersebut juga merupakan respons terhadap tekanan MSCI. Urgensinya memperlihatkan ketergantungan kronis Indonesia pada modal portofolio asing dan kerentanannya terhadap keputusan penyedia indeks global.
Jika Danantara menjadi pemegang saham utama dalam BEI yang telah didemutualisasi, pengaruh negara juga akan terkonsentrasi pada dua sisi sekaligus: sebagai penerbit instrumen utang dan sebagai pemilik sebagian infrastruktur pasar tempat instrumen keuangan diperdagangkan.
Parlemen mengesahkan undang-undang pembentukan IIFC pada 21 Juli 2026. Pusat keuangan tersebut direncanakan mulai beroperasi di Jakarta sebelum kawasan utamanya dikembangkan di Bali. Pemerintah menargetkan investasi sebesar Rp300 triliun hingga Rp500 triliun, atau hingga sekitar US$27,8 miliar .
Rancangan fasilitasnya mencakup tarif pajak penghasilan efektif 0% bagi jenis usaha keuangan tertentu dan tenaga ahli asing, serta sistem pengadilan khusus untuk menyelesaikan sengketa bisnis . Presiden Prabowo meminta percepatan pelaksanaan. Pemerintah berencana memulai operasional di Jakarta, sementara kawasan utama di Bali dipersiapkan dalam waktu sekitar dua hingga tiga tahun .
Apa yang ditunjukkan oleh rencana ini? IIFC merupakan upaya Indonesia untuk membangun alternatif terhadap Singapura sebagai pusat keuangan Asia Tenggara. Namun, waktu peluncurannya cukup penting untuk diperhatikan. Indonesia menjalankan proyek pusat keuangan berskala besar ketika pada saat yang sama menawarkan perlindungan hukum bagi obligasi domestik dan mempercepat demutualisasi bursa.
Pola tersebut dapat menunjukkan strategi pendalaman keuangan yang berjalan serentak di banyak sisi, tetapi belum tentu berurutan. Insentif pajak nol persen dan rezim hukum khusus juga menimbulkan pertanyaan: apakah IIFC akan benar-benar menyalurkan modal ke pembiayaan domestik dan investasi perusahaan, atau hanya menjadi enklave untuk modal yang mudah berpindah?
Jika digabungkan, reformasi 2026 memperlihatkan ketegangan mendasar.
Bukti yang tersedia menunjukkan bahwa Indonesia saat ini lebih mengutamakan kuantitas modal daripada kualitas intermediasi. Patriot Bond dan Merah Putih Bond dirancang untuk menarik tabungan domestik yang menganggur ke dalam kendaraan investasi yang diarahkan negara, bukan secara langsung membangun pasar modal yang kompetitif dan transparan .
Outlook negatif Moody’s dan perpanjangan evaluasi MSCI sama-sama mengirimkan pesan bahwa tata kelola dan kredibilitas institusi—bukan hanya volume dana—menentukan keberlanjutan reformasi.
Apakah paket kebijakan ini akan menghasilkan pertumbuhan yang lebih tahan lama atau justru memperkaya para perantara akan bergantung pada tahap berikutnya. Pemerintah perlu melengkapinya dengan regulasi independen yang kredibel, ketentuan penerbitan yang transparan, serta penegakan standar antipencucian uang yang sungguh-sungguh.
Tanpa itu, UU No. 4 Tahun 2026 mungkin berhasil menghimpun lebih banyak modal, tetapi belum tentu berhasil membangun fondasi ekonomi yang lebih kuat dan tahan terhadap guncangan.