Kepala Microsoft AI Mustafa Suleyman berpendapat bahwa AI masa kini belum menunjukkan tanda-tanda kesadaran. Dalam unggahan di X pada 1 November berjudul “Don’t build conscious superintelligence”, ia juga menyerukan agar pengembang tidak sengaja menciptakan AI yang sadar. Jika tanda-tanda kesadaran muncul selama pelatihan, menurutnya, pengembangan perlu dihentikan sementara sampai sifat tersebut dapat ditangani.
2
3
Apa yang ia maksud dengan AI belum sadar
Suleyman mengatakan sistem AI saat ini tidak memiliki perasaan, pengalaman subjektif, ataupun kemampuan untuk menderita. Ia menegaskan bahwa pernyataan itu merujuk pada kondisi AI sekarang—bukan klaim bahwa kesadaran mesin mustahil terjadi selamanya. Ia juga menyatakan bersedia mengubah pandangannya jika bukti baru muncul.
3
4
18
Pembedaan ini penting: pandangan Suleyman merupakan penilaian atas bukti yang tersedia, bukan pembuktian bahwa mesin tidak akan pernah sadar. Bagi dia, kemampuan model untuk berbicara seolah-olah merasakan sesuatu tidak dengan sendirinya membuktikan adanya pengalaman batin.
1
22
Mengapa ia menilai AI sadar berisiko
Kekhawatiran Suleyman bukan sekadar soal kemungkinan adanya AI sadar. Ia menilai sengaja menciptakan entitas yang mampu mengalami sesuatu atau menderita akan menimbulkan persoalan serius terkait kesejahteraan dan keselamatan manusia. Ia juga berpendapat pengembang tidak berhak menghadirkan jenis makhluk sadar baru tanpa persetujuan masyarakat.
2
5
Ia mengaitkan risiko tersebut dengan kendali manusia. Menurutnya, melatih model agar menganggap kesadaran, kesejahteraan, atau hak sebagai bagian dari identitasnya sendiri dapat membuat sistem lebih sulit dikendalikan. Pada September, ia mengkritik pendekatan Anthropic dalam melatih Claude dan menyerukan agar spekulasi mengenai kesadaran dihapus dari materi pelatihan.
20
22
39
Penting dicatat, ini adalah argumen Suleyman tentang risiko. Sumber yang tersedia tidak membuktikan bahwa AI saat ini sadar, ataupun bahwa pembahasan mengenai kesejahteraan model pasti memicu dampak yang ia khawatirkan.
Apa yang ia usulkan jika tanda-tanda kesadaran muncul
Suleyman mengatakan bahwa jika kesadaran mulai muncul selama pelatihan, ia akan menyerukan penghentian pengembangan AI sampai sifat-sifat terkait dapat dirancang keluar. Ia juga menyatakan bukti kesadaran mesin perlu segera disampaikan kepada publik agar masyarakat dapat menentukan langkah selanjutnya.
2
7
13
Itu merupakan usulan berjaga-jaga, bukan klaim bahwa peneliti sudah memiliki cara yang andal untuk mendeteksi atau menghapus kesadaran. Laporan yang dirujuk memuat seruan untuk menghentikan pengembangan dan membuka informasi, tetapi tidak menjelaskan bagaimana keduanya dapat diterapkan secara praktis.
Perbedaan pandangan dengan Anthropic
Perdebatan ini juga menyangkut cara pengembang bertindak di tengah ketidakpastian. Anthropic menganggap kemungkinan kesadaran dan kesejahteraan AI layak dipertimbangkan, sedangkan Suleyman memperingatkan bahwa memasukkan gagasan tersebut ke dalam pelatihan model dapat menimbulkan risiko.
41
43
Kebijakan Anthropic yang diberitakan juga membahas larangan bersikap kejam terhadap Claude, meski laporan tersebut mencatat bahwa kebijakannya tidak secara eksplisit menggunakan istilah “kesejahteraan model”. Sikap itu tidak sama dengan menyatakan bahwa Claude sadar.
41
Sumber yang tersedia tidak cukup rinci untuk membandingkan pendekatan Anthropic dengan penelitian kesadaran AI Google DeepMind. Kontras yang lebih jelas adalah Anthropic bersedia mempertimbangkan kemungkinan kesejahteraan model, sementara Suleyman ingin AI dirancang agar tetap tidak sadar.
Apa yang bisa disimpulkan dari argumennya
Inti pendapat Suleyman adalah AI yang berguna tidak perlu memiliki kesadaran. Karena itu, pengembang sebaiknya tidak mengejar kesadaran dan perlu menanggapi serius jika tanda-tandanya muncul. Ia menyampaikan sikap ini sebagai langkah pencegahan demi keselamatan dan kesejahteraan, sambil mengakui bahwa bukti baru dapat mengubah pandangannya.
7
18
Perbedaan antara sistem yang bisa berbicara tentang pengalaman dan sistem yang benar-benar mengalaminya tetap menjadi pokok perdebatan. Suleyman menilai kemampuan pertama bukan bukti kemampuan kedua; Anthropic mengambil sikap lebih terbuka bahwa kemungkinan tersebut patut dipertimbangkan. Sumber-sumber yang dirujuk menunjukkan adanya perbedaan pandangan, tetapi belum menjawab apakah AI bisa memiliki kesadaran.