Galaxy Watch Ultra 2 masih menggunakan bodi titanium 47mm dengan bentuk khas 'squircle' (perpaduan kotak dan lingkaran), tapi Samsung berhasil memangkas ketebalannya hingga 12% menjadi hanya 10,7mm . Bobotnya 61 gram (tanpa tali), berkat tali baru dengan struktur 'air pocket' yang 26% lebih ringan dan 34% lebih tipis dari sebelumnya . Tiga tombol fisik tetap ada, tapi dua di antaranya kini tanpa aksen warna — tampil lebih elegan dan dewasa .
Bintang utamanya adalah layar Super AMOLED 1,52 inci dengan resolusi 498×498 dan tingkat kecerahan puncak 5.000 nits — naik dari 3.000 nits di versi sebelumnya. Ini adalah layar smartwatch paling terang di dunia. Maps, notifikasi, dan data olahraga tetap terbaca jelas meski di bawah sinar matahari tropis Jakarta siang bolong .
Galaxy Watch Ultra 2 adalah Galaxy Watch pertama yang ditenagai Qualcomm Snapdragon Wear Elite, menggantikan chip Exynos W1000 di versi awal . Chip ini dipasangkan dengan RAM 2GB dan penyimpanan internal 64GB — dua kali lipat dari generasi pertama . Sistem operasinya One UI Watch 9 berbasis Wear OS 7. Para reviewer menyebut performanya 'buttery-smooth' dengan loading aplikasi yang jauh lebih cepat dan GPS dual-frequency (L1+L5) yang lebih akurat berkat chip baru ini . Konektivitas meliputi Wi-Fi 6, Bluetooth 6.0 dengan LE, dan NFC .
Peningkatan paling praktis ada di sektor baterai: kapasitas 800mAh, naik 35% dari 590mAh di generasi pertama . Samsung menjanjikan daya tahan multi-hari, dan review awal mengonfirmasi lompatan daya tahan yang signifikan. TechRadar melaporkan hingga 60 jam dengan layar always-on aktif . Kapasitas terukurnya adalah 784mAh, dan Samsung memasarkan 800mAh sebagai rata-rata tipikal dalam kondisi normal .
Selain ketahanan 10ATM (tahan air hingga kedalaman 100 meter) dan MIL-STD-810H yang sudah ada, Galaxy Watch Ultra 2 menambahkan sertifikasi IP69K — artinya jam ini bisa bertahan dari semprotan air bertekanan tinggi bersuhu tinggi . Juga tersertifikasi EN13319 untuk peralatan menyelam . Cocok untuk olahraga air ekstrem di pantai-pantai Indonesia.
Galaxy Watch Ultra 2 memperkenalkan tiga sensor eksperimental yang belum pernah ada di smartwatch konsumen mana pun :
Sensor-sensor ini melengkapi BioActive Sensor yang sudah diperbarui untuk pemantauan detak jantung kontinu, oksigen darah, stres, komposisi tubuh, dan tidur — termasuk fitur Sleep Apnea baru untuk mendeteksi gangguan pernapasan saat tidur . Jam tangan ini juga mendapat wawasan kesehatan berbasis AI, mode pelacakan olahraga luar ruang dan petualangan baru, navigasi belokan demi belokan, panduan hidrasi berdasarkan perkiraan kehilangan keringat, dan dukungan menyelam khusus dari Mares .
Galaxy Watch Ultra 2 dirilis pada 7 Agustus 2026 setelah diumumkan di acara Galaxy Unpacked di London pada 22 Juli . Tersedia dalam satu varian 47mm Bluetooth + LTE .
| Wilayah | Harga |
|---|---|
| AS | US$699,99 (naik US$50 dari generasi pertama) |
| Inggris | £649 |
| Eropa | €749 |
| India | ₹64.999 |
| Australia | AU$1.299 |
Harga di Indonesia diperkirakan sekitar Rp 10,5–12 juta tergantung pajak dan distributor resmi.
Dengan bodi lebih tipis, baterai jauh lebih besar, layar paling terang di kelasnya, dan tiga sensor kesehatan yang benar-benar baru, Galaxy Watch Ultra 2 menjawab hampir semua kekurangan generasi pertama. Kenaikan harga US$50 terbilang wajar mengingat besarnya peningkatan hardware dan software. Review awal dari Engadget, CNET, TechRadar, dan T3 sepakat menempatkannya di puncak pasar smartwatch Android .