Geoffrey Kendrick, kepala riset aset digital Standard Chartered, menyampaikan kepada klien pada 12 Juni bahwa penurunan Bitcoin ke sekitar US$59.000 kemungkinan merupakan titik terendah siklus kali ini. Ia menyebut penurunan tersebut setara dengan koreksi 53% dari rekor tertinggi sekitar US$126.000 pada Oktober 2025.
“Winter is over. Welcome back to crypto spring,” tulis Kendrick. Ia juga mempertahankan target Bitcoin di US$100.000 pada akhir 2026 dan menyebut level saat ini sebagai “zona pembelian yang selama ini kita inginkan” .
Pernyataan itu muncul setelah Standard Chartered beberapa kali memangkas proyeksinya. Sepanjang 2025 hingga awal 2026, target akhir 2026 bank tersebut turun dari US$300.000 menjadi US$150.000, lalu kembali dipangkas menjadi US$100.000 pada Februari 2026. Saat itu, bank masih memperingatkan adanya “lebih banyak tekanan” sebelum pemulihan dimulai .
Meski targetnya dipangkas, keyakinan Kendrick terhadap angka US$100.000 tetap bertahan. Ia sebelumnya menggambarkan level US$50.000 sebagai kemungkinan ujian tekanan jangka pendek, bukan kerusakan struktural pada pasar. Dalam kerangka ini, setelah dasar yang kuat terbentuk, Bitcoin masih berpeluang kembali menuju level enam digit .
Pada hari yang sama, Alex Thorn, kepala riset seluruh perusahaan di Galaxy Digital, menyimpulkan hal yang berlawanan. Setelah menganalisis berbagai titik puncak dan dasar dalam sejarah siklus Bitcoin, Galaxy menyatakan bahwa titik terendah penurunan saat ini belum terbentuk .
Skenario utama Galaxy menempatkan titik terendah siklus di kisaran US$40.000–US$46.000. Dalam skenario kapitulasi yang lebih dalam, Bitcoin bahkan dapat turun ke sekitar US$30.000–US$37.000 .
Galaxy mendasarkan pandangan tersebut pada beberapa pertimbangan:
Galaxy tidak memperkirakan kehancuran pasar seperti penurunan 75%–80% dari puncak ke dasar yang pernah terjadi pada siklus-siklus terdahulu. Karena amplitudo siklus semakin mengecil, perusahaan itu menilai penurunan kemungkinan lebih moderat, tetapi tetap cukup signifikan untuk membawa Bitcoin ke zona US$40.000–US$46.000 .
| Aspek | Standard Chartered | Galaxy Digital |
|---|---|---|
| Status titik terendah | Sudah tercapai di sekitar US$59.000 | Belum terbentuk |
| Proyeksi titik terendah | US$59.000, yang sudah tersentuh | US$40.000–US$46.000 sebagai skenario utama |
| Target akhir 2026 | US$100.000 | Tidak memberikan target akhir tahun secara eksplisit; memperkirakan tekanan turun lebih lanjut terlebih dahulu |
| Risiko jangka pendek | Bitcoin dapat menguji kembali US$50.000 sebelum pulih | Skenario kapitulasi dapat membawa harga ke US$30.000–US$37.000 |
| Logika utama | Penurunan sudah banyak tercermin dalam harga; level kini merupakan “zona pembelian” | Data siklus menunjukkan syarat pembentukan dasar belum terpenuhi dan masih membutuhkan waktu |
Kedua perusahaan hanya sepakat pada satu hal: siklus empat tahunan Bitcoin masih relevan. Standard Chartered sebelumnya menggunakan analisis siklus untuk membaca kemungkinan perubahan tren , sedangkan keseluruhan tesis bearish Galaxy bertumpu pada waktu siklus, penyusutan amplitudo, dan indikator pembentukan dasar . Perbedaannya terletak pada cara mereka membaca sinyal tersebut saat ini.
Perbedaan pandangan kedua perusahaan mencerminkan ketidakpastian yang lebih luas. Saat laporan tersebut terbit, Bitcoin diperdagangkan di sekitar US$63.500 setelah pulih dari aksi jual yang dipicu laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan serta likuidasi besar-besaran .
Data pasar prediksi Kalshi menunjukkan bahwa banyak trader masih meragukan apakah titik terendah yang berkelanjutan telah terbentuk. Mereka memperkirakan peluang Bitcoin turun di bawah US$60.000 sebelum akhir tahun hampir 80%, sementara peluang penurunan di bawah US$50.000 mencapai 52% . Bitcoin terakhir kali berada di kisaran US$40.000 pada Agustus 2024 .
Pasar opsi juga menunjukkan ketidakpastian yang sama. Dalam publikasi terpisah, Galaxy mencatat bahwa harga opsi mencerminkan peluang yang kurang lebih seimbang bagi Bitcoin untuk mencapai US$50.000 atau US$250.000 pada akhir 2026. Rentang yang sangat lebar ini menggambarkan betapa terbelahnya ekspektasi pasar .
Perbedaan Standard Chartered dan Galaxy Digital bukan sekadar perbedaan kecil dalam target harga. Kedua lembaga itu memiliki selisih sekitar US$20.000 dalam memperkirakan posisi dasar siklus Bitcoin. Bagi investor, perdebatan ini memperlihatkan dua kerangka utama dalam membaca harga Bitcoin:
Keduanya sama-sama menggunakan data siklus historis, tetapi sampai pada kesimpulan yang bertolak belakang. Jawabannya akan bergantung pada kemampuan Bitcoin bertahan di atas US$59.000 dalam beberapa pekan dan bulan mendatang—atau apakah data siklus yang dipantau Galaxy pada akhirnya memicu pengujian ulang di level yang jauh lebih rendah.
Seperti biasa, proyeksi tersebut bukan kepastian harga. Laporan Galaxy sendiri menyebut skenario dasarnya hanya untuk tujuan ilustrasi, sementara kondisi pasar aktual dapat berbeda secara material .
Geoffrey Kendrick, kepala riset aset digital Standard Chartered, menyampaikan kepada klien pada 12 Juni bahwa penurunan Bitcoin ke sekitar US$59.000 kemungkinan merupakan titik terendah siklus kali ini. Ia menyebut penurunan tersebut setara dengan koreksi 53% dari rekor tertinggi sekitar US$126.000 pada Oktober 2025.
“Winter is over. Welcome back to crypto spring,” tulis Kendrick. Ia juga mempertahankan target Bitcoin di US$100.000 pada akhir 2026 dan menyebut level saat ini sebagai “zona pembelian yang selama ini kita inginkan” .
Pernyataan itu muncul setelah Standard Chartered beberapa kali memangkas proyeksinya. Sepanjang 2025 hingga awal 2026, target akhir 2026 bank tersebut turun dari US$300.000 menjadi US$150.000, lalu kembali dipangkas menjadi US$100.000 pada Februari 2026. Saat itu, bank masih memperingatkan adanya “lebih banyak tekanan” sebelum pemulihan dimulai .
Meski targetnya dipangkas, keyakinan Kendrick terhadap angka US$100.000 tetap bertahan. Ia sebelumnya menggambarkan level US$50.000 sebagai kemungkinan ujian tekanan jangka pendek, bukan kerusakan struktural pada pasar. Dalam kerangka ini, setelah dasar yang kuat terbentuk, Bitcoin masih berpeluang kembali menuju level enam digit .
Pada hari yang sama, Alex Thorn, kepala riset seluruh perusahaan di Galaxy Digital, menyimpulkan hal yang berlawanan. Setelah menganalisis berbagai titik puncak dan dasar dalam sejarah siklus Bitcoin, Galaxy menyatakan bahwa titik terendah penurunan saat ini belum terbentuk .
Skenario utama Galaxy menempatkan titik terendah siklus di kisaran US$40.000–US$46.000. Dalam skenario kapitulasi yang lebih dalam, Bitcoin bahkan dapat turun ke sekitar US$30.000–US$37.000 .
Galaxy mendasarkan pandangan tersebut pada beberapa pertimbangan:
Galaxy tidak memperkirakan kehancuran pasar seperti penurunan 75%–80% dari puncak ke dasar yang pernah terjadi pada siklus-siklus terdahulu. Karena amplitudo siklus semakin mengecil, perusahaan itu menilai penurunan kemungkinan lebih moderat, tetapi tetap cukup signifikan untuk membawa Bitcoin ke zona US$40.000–US$46.000 .
| Aspek | Standard Chartered | Galaxy Digital |
|---|---|---|
| Status titik terendah | Sudah tercapai di sekitar US$59.000 | Belum terbentuk |
| Proyeksi titik terendah | US$59.000, yang sudah tersentuh | US$40.000–US$46.000 sebagai skenario utama |
| Target akhir 2026 | US$100.000 | Tidak memberikan target akhir tahun secara eksplisit; memperkirakan tekanan turun lebih lanjut terlebih dahulu |
| Risiko jangka pendek | Bitcoin dapat menguji kembali US$50.000 sebelum pulih | Skenario kapitulasi dapat membawa harga ke US$30.000–US$37.000 |
| Logika utama | Penurunan sudah banyak tercermin dalam harga; level kini merupakan “zona pembelian” | Data siklus menunjukkan syarat pembentukan dasar belum terpenuhi dan masih membutuhkan waktu |
Kedua perusahaan hanya sepakat pada satu hal: siklus empat tahunan Bitcoin masih relevan. Standard Chartered sebelumnya menggunakan analisis siklus untuk membaca kemungkinan perubahan tren , sedangkan keseluruhan tesis bearish Galaxy bertumpu pada waktu siklus, penyusutan amplitudo, dan indikator pembentukan dasar . Perbedaannya terletak pada cara mereka membaca sinyal tersebut saat ini.
Perbedaan pandangan kedua perusahaan mencerminkan ketidakpastian yang lebih luas. Saat laporan tersebut terbit, Bitcoin diperdagangkan di sekitar US$63.500 setelah pulih dari aksi jual yang dipicu laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan serta likuidasi besar-besaran .
Data pasar prediksi Kalshi menunjukkan bahwa banyak trader masih meragukan apakah titik terendah yang berkelanjutan telah terbentuk. Mereka memperkirakan peluang Bitcoin turun di bawah US$60.000 sebelum akhir tahun hampir 80%, sementara peluang penurunan di bawah US$50.000 mencapai 52% . Bitcoin terakhir kali berada di kisaran US$40.000 pada Agustus 2024 .
Pasar opsi juga menunjukkan ketidakpastian yang sama. Dalam publikasi terpisah, Galaxy mencatat bahwa harga opsi mencerminkan peluang yang kurang lebih seimbang bagi Bitcoin untuk mencapai US$50.000 atau US$250.000 pada akhir 2026. Rentang yang sangat lebar ini menggambarkan betapa terbelahnya ekspektasi pasar .
Perbedaan Standard Chartered dan Galaxy Digital bukan sekadar perbedaan kecil dalam target harga. Kedua lembaga itu memiliki selisih sekitar US$20.000 dalam memperkirakan posisi dasar siklus Bitcoin. Bagi investor, perdebatan ini memperlihatkan dua kerangka utama dalam membaca harga Bitcoin:
Keduanya sama-sama menggunakan data siklus historis, tetapi sampai pada kesimpulan yang bertolak belakang. Jawabannya akan bergantung pada kemampuan Bitcoin bertahan di atas US$59.000 dalam beberapa pekan dan bulan mendatang—atau apakah data siklus yang dipantau Galaxy pada akhirnya memicu pengujian ulang di level yang jauh lebih rendah.
Seperti biasa, proyeksi tersebut bukan kepastian harga. Laporan Galaxy sendiri menyebut skenario dasarnya hanya untuk tujuan ilustrasi, sementara kondisi pasar aktual dapat berbeda secara material .