Perundingan gencatan senjata AS Iran kembali mandek gara gara sengketa soal nasib 440 kg uranium yang diperkaya hingga 60%—cukup untuk sekitar 11 senjata nuklir—dan permintaan pembebasan aset beku hingga $25 miliar, m... Trump melunak pada 25 Mei, kini membuka opsi agar Iran memusnahkan uraniumnya di dalam negeri se...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What are the key sticking points in the stalled US-Iran negotiations over ending their war, including Trump's softened stance on destroying. Article summary: Here is the current state of the stalled US–Iran negotiations based on reports from the past 72 hours.. Topic tags: general, general web. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "TOPSHOT - Security personnel stand guard at a security checkpost along a road temporarily closed near the Serena Hotel at the Red Zone area in Islamabad on April 20, 2026, ahead of" source context "Cloud over US-Iran talks: What are the key sticking points? | US-Israel war on Iran News | Al Jazeera" Reference image 2: visual subject "Another major dispute centered on President Donald Trump's demand that Iran hand over or sell its near-bomb-grade
Meskipun selama beberapa hari dilaporkan bahwa Washington dan Teheran hampir mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang, negosiasi kembali terhenti—didorong mundur "ke zona merah" oleh perselisihan soal stok uranium yang diperkaya Iran dan permintaan dana beku senilai miliaran dolar . Di pusat kebuntuan ini terdapat Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) satu halaman yang secara prinsip diakui kedua pihak tetapi tak bisa ditandatangani, karena secara sengaja menunda pertanyaan-pertanyaan tersulit.
MoU yang diusulkan dirancang sebagai jembatan pembangun kepercayaan, bukan penyelesaian akhir. Dokumen itu akan menghentikan permusuhan aktif dan membuka kembali Selat Hormuz, sambil secara eksplisit menunda perjanjian nuklir yang komprehensif ke jendela perundingan berikutnya .
Elemen-elemen kunci yang telah diuraikan secara garis besar meliputi:
Seorang pejabat senior AS mengonfirmasi pada 25 Mei bahwa pemimpin tertinggi Iran telah menyetujui kerangka tersebut, tetapi penandatanganan tidak akan terjadi dalam waktu dekat karena detail kunci masih belum terselesaikan .
Iran menyimpan sekitar 440 kilogram uranium yang diperkaya hingga kemurnian 60%, tingkat yang hanya selangkah teknis lagi untuk menjadi senjata. Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menilai jumlah ini cukup, jika diperkaya lebih lanjut, untuk memproduksi sekitar 11 senjata nuklir . AS telah lama bersikeras bahwa stok ini harus dihilangkan sebagai prasyarat untuk setiap kesepakatan yang langgeng.
Pada 25 Mei, Presiden Trump memberi sinyal pelunakan dari posisi awal yang mewajibkan semua material dikirim keluar dari Iran. Dalam unggahan di Truth Social, dia menguraikan tiga opsi yang bisa diterima: transfer segera ke AS untuk dimusnahkan; pemusnahan "di tempat" di dalam Iran di bawah pengawasan internasional dan berkoordinasi dengan Teheran; atau pemusnahan di lokasi lain yang disetujui bersama, disaksikan oleh Komisi Tenaga Atom atau badan setara . Dia menyebut stok itu sebagai "Nuclear Dust!" dan mengatakan IAEA akan mengawasi prosesnya
.
Iran telah menolak penyerahan fisik materi itu secara langsung. Usul balasan mereka, menurut Le Monde, melibatkan pengenceran stok di bawah pengawasan IAEA—langkah yang sebagian pernah diterapkan selama era JCPOA—dengan sisanya diekspor ke Rusia, bukan dikirim ke Amerika Serikat . Kalangan garis keras di Teheran menolak setiap pemusnahan uranium, dan isu tunggal ini telah berulang kali menggagalkan perundingan yang lebih luas
.
MoU itu sengaja disusun untuk menendang masalah nuklir ke masa depan. Iran menolak memasukkan penghentian permanen pengayaan atau pembongkaran fasilitasnya dalam dokumen tahap pertama ini, hanya berkomitmen pada perundingan nuklir di masa depan tanpa konsesi substantif pada tahap ini . Washington melihat ini sebagai pembelian waktu, sementara Teheran menganggapnya sebagai garis yang tidak akan dilewati sebelum keringanan sanksi diberikan.
Uang adalah ganjalan besar lainnya. Iran menuntut pembebasan aset yang dibekukan sebagai prasyarat bahkan untuk MoU awal.
Secara khusus, perunding Iran telah menjadikan akses ke $12 miliar dana beku yang disimpan di Qatar sebagai prasyarat ketat untuk melanjutkan, menurut sumber yang mengetahui langsung perundingan itu dan dikutip oleh Iran International . Laporan dari kantor berita Iran, Tasnim, menambahkan bahwa Teheran menginginkan setengah dari total $24 miliar yang lebih luas dibebaskan segera setelah pengumuman MoU, dengan sisanya dibebaskan dalam 60 hari
.
Estimasi lain menyebut total dana yang disengketakan mencapai $20–25 miliar di berbagai yurisdiksi . AS enggan melepaskan jumlah sebesar itu di muka, dan urutan uang-untuk-konsesi tetap menjadi salah satu sengketa terberat
.
Bahkan ketika pejabat AS mengatakan kerangka kerja sudah dekat, kelompok garis keras di Iran menolak persyaratan yang meliputi pemusnahan uranium dan pembukaan kembali Selat Hormuz di bawah kondisi yang terkait dengan tuntutan AS . Pihak AS juga memiliki lampu peringatan sendiri: Trump mengatakan kepada para wakilnya "untuk tidak terburu-buru mencapai kesepakatan" tepat ketika para pejabat regional menggambarkan perjanjian itu sebagai hampir final
.
Per 25–26 Mei 2026, negosiasi masih buntu, dengan laporan tentang serangan baru di dekat Hormuz dan ultimatum AS yang diperbarui . Kerangka besarnya memang ada, tetapi kesepakatan tetap belum ditandatangani karena secara sengaja menunda pertanyaan tersulit—pemusnahan uranium dan hak pengayaan nuklir—sementara dua sengketa langsung soal uang dan materi menghalangi langkah pertama.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Perundingan gencatan senjata AS Iran kembali mandek gara gara sengketa soal nasib 440 kg uranium yang diperkaya hingga 60%—cukup untuk sekitar 11 senjata nuklir—dan permintaan pembebasan aset beku hingga $25 miliar, m...
Perundingan gencatan senjata AS Iran kembali mandek gara gara sengketa soal nasib 440 kg uranium yang diperkaya hingga 60%—cukup untuk sekitar 11 senjata nuklir—dan permintaan pembebasan aset beku hingga $25 miliar, m... Trump melunak pada 25 Mei, kini membuka opsi agar Iran memusnahkan uraniumnya di dalam negeri sendiri di bawah pengawasan internasional, tidak harus dikirim ke luar negeri.
Nota kesepahaman satu halaman itu sengaja menunda soal nuklir tersulit, memberi jeda 60 hari untuk perundingan lebih luas sambil membuka kembali Selat Hormuz dan mencabut blokade laut AS.