Lantas, apa sebenarnya yang menjadi "senjata rahasia" di balik pertumbuhan fenomenal ini? Jawabannya ada pada model AI revolusioner mereka.
Dirilis pada 18 Maret 2026, M2.7 langsung mencuri perhatian sebagai model pertama yang berperan aktif dalam siklus pengembangannya sendiri . Ibarat seorang ilmuwan yang bisa mengevaluasi dan meningkatkan hasil kerjanya sendiri, M2.7 mampu menghasilkan data evaluasi, mengidentifikasi celah kemampuannya, dan menciptakan contoh-contoh pelatihan sintetis untuk menutup celah tersebut
. Pendekatan recursive self-improvement ini adalah salah satu demonstrasi paling awal dalam skala produksi dari pelatihan AI yang dibantu oleh AI.
Dari sisi arsitektur, M2.7 menggunakan desain sparse mixture-of-experts (MoE) yang canggih. Dengan total 230 miliar parameter, model ini hanya mengaktifkan sekitar 10 miliar parameter untuk setiap token yang diproses . Efisiensi inilah yang menjadi kuncinya. M2.7 mampu mencapai performa tier-1 yang sangat kompetitif, setara dengan model-model raksasa seperti Claude Opus 4.6 dan GPT-5, tetapi dengan biaya yang jauh lebih murah—hanya sekitar 1/50 dari harga model-model mainstream sekelasnya
. Untuk kebutuhan yang lebih ngebut, tersedia pula varian "highspeed" yang meningkatkan kecepatan output hingga 66%, mencapai 100 token per detik
. Tak heran, saat dirilis, M2.7 langsung menduduki peringkat pertama dalam Artificial Analysis Intelligence Index, mengungguli 136 model lain yang dievaluasi dengan skor komposit 50
.
Hebatnya lagi, lebih dari 70% pendapatan MiniMax kini berasal dari luar China . Preferensi internasional ini sebagian besar didorong oleh para pengembang di Amerika Utara dan Eropa. M2.7 dirancang untuk menjadi otak dari berbagai aplikasi agen AI pihak ketiga seperti Claude Code, Kilo Code, dan OpenClaw, sehingga dengan cepat mendapatkan daya tarik di kalangan pengembang global
.
Kisah sukses MiniMax tidak hanya terjadi di laboratorium AI, tetapi juga di lantai bursa. Perusahaan ini memulai debutnya di Bursa Efek Hong Kong pada 9 Januari 2026, dengan meraup dana segar HK$4,8 miliar (sekitar US$619 juta) dengan harga penawaran HK$165 per lembar saham . Respons pasar sungguh luar biasa: investor ritel berebut memesan hingga lebih dari 1.830 kali lipat dari saham yang tersedia. Di akhir hari pertama, saham ditutup di harga HK$345, melonjak 109%
. Sejak saat itu, sahamnya terus meroket hingga nyaris 500%
.
Puncaknya, pada 22 Mei 2026, Hang Seng Indexes Company mengumumkan bahwa MiniMax akan masuk ke dalam Hang Seng Tech Index dan Hang Seng Composite Index, berlaku efektif setelah penutupan pasar pada 5 Juni 2026 . Masuknya MiniMax ke indeks bergengsi ini diprediksi akan membuka pintu program Stock Connect dan berpotensi menarik aliran modal dari China daratan (southbound capital) hingga lebih dari HK$100 miliar
. Aliran dana pasif yang terkait dengan penyeimbangan indeks ini diperkirakan mencapai US$1,25 hingga US$1,75 miliar untuk MiniMax dan Zhipu (sesama perusahaan AI China) jika digabungkan
.
Perjalanan MiniMax tentu tidak berhenti di sini. Perusahaan telah menyiapkan model bahasa besar (large language model) generasi terbaru, M3, yang direncanakan meluncur pada paruh kedua tahun 2026. MiniMax mengungkapkan bahwa M3 akan menggabungkan mekanisme custom sparse attention yang dirancang untuk mempercepat proses prefilling dan decoding secara signifikan pada konteks super panjang hingga satu juta token . Ini seperti memproses seluruh rangkaian novel Harry Potter dalam satu tarikan napas.
Lembaga keuangan kelas kakap, Morgan Stanley, telah menandai peluncuran M3 sebagai katalisator kunci pertumbuhan dan langsung menaikkan target harga saham MiniMax menjadi HK$990 . Pertanyaan teknis kritis untuk paruh kedua 2026 adalah: mampukah M3 mempertahankan keunggulan performa-biaya M2.7 sambil menangani konteks yang jauh lebih besar?
Posisi MiniMax saat ini menunjukkan strategi model yang unik: memadukan efisiensi agresif dengan pelatihan self-improving, model bisnis yang bertumpu kuat pada pengembang internasional, serta sambutan pasar modal yang belum pernah ditandingi oleh banyak perusahaan AI China lainnya. Ujian terberat mereka selanjutnya adalah mengubah akselerasi pendapatan menjadi profitabilitas berkelanjutan, tanpa mengorbankan momentum teknis yang telah diciptakan oleh M2.7.
Comments
0 comments