El Niño dapat mengubah posisi dan kekuatan jet stream, yaitu arus udara berkecepatan tinggi di atmosfer yang membantu menentukan jalur badai musim dingin. Secara historis, pola ini cenderung meningkatkan peluang kondisi lebih basah di Amerika Serikat bagian selatan dan sebagian wilayah Barat, sementara banyak kawasan di utara cenderung lebih hangat dan kering dari biasanya.
Dari tujuh peristiwa El Niño terkuat sejak 1950, kondisi lebih basah dari normal paling sering terlihat di sepanjang Pantai Barat dan wilayah selatan Amerika Serikat, termasuk kawasan Tenggara. Meski demikian, ini adalah kecenderungan musiman—bukan jaminan bahwa setiap bulan atau setiap badai akan mengikuti pola yang sama.
Lebih banyak hujan musim dingin memang dapat menghasilkan salju pegunungan yang signifikan di sebagian California, Utah, dan Colorado, terutama di dataran tinggi ketika suhu cukup dingin. Tetapi prakiraan curah hujan dan prakiraan salju bukanlah hal yang sama.
Udara yang lebih hangat dapat mengubah salju menjadi hujan di dataran rendah dan menengah. Bahkan dalam satu badai, perubahan profil suhu dapat menentukan apakah presipitasi turun sebagai salju, hujan, atau campuran keduanya.
Peta yang memprakirakan salju di atas normal di wilayah Barat Daya AS dan di bawah normal di wilayah utara AS serta sebagian besar Kanada berasal dari OpenSnow, bukan prakiraan resmi NOAA. Ringkasan historis NOAA memang menunjukkan penurunan salju di sejumlah wilayah utara saat El Niño, termasuk sebagian Pegunungan Rocky utara, Pacific Northwest, dan Kanada bagian barat.
Karena itu, kesimpulan yang paling aman adalah adanya kecenderungan salju yang berbeda-beda menurut wilayah, bukan kepastian bagi negara bagian, kota, atau area ski tertentu.
El Niño yang kuat dapat mendukung jalur badai yang lebih aktif menuju wilayah selatan dan barat Amerika Serikat. Analisis historis NOAA mengaitkan tahun-tahun El Niño dengan lebih banyak hari bercurah hujan tinggi dan aliran sungai tinggi di wilayah Barat AS, khususnya di Barat Daya.
Bagi California, kondisi ini dapat membawa hujan yang dibutuhkan dan meningkatkan cadangan salju di pegunungan. Namun, jika badai datang dengan udara hangat atau dalam gelombang yang sangat terkonsentrasi, risikonya juga mencakup:
Risiko tersebut dapat meningkat ketika gelombang tinggi, muka air yang lebih tinggi, dan hujan lebat terjadi bersamaan. Akan tetapi, outlook musiman tidak dapat menentukan apakah sungai atmosfer tertentu atau banjir pesisir tertentu akan terjadi berbulan-bulan sebelumnya.
Pusaran kutub yang melemah atau terganggu dapat memicu serbuan udara dingin sementara di sebagian Amerika Utara. Kondisi itu berpotensi mengesampingkan pola El Niño yang secara rata-rata membuat wilayah utara lebih hangat selama beberapa hari atau minggu.
Namun, outlook El Niño NOAA yang menjadi dasar laporan ini tidak menyatakan bahwa gangguan pusaran kutub pasti terjadi. El Niño sendiri juga tidak menentukan kapan gangguan tersebut muncul atau seberapa kuat dampaknya.
Artinya, musim dingin dengan suhu rata-rata lebih hangat di wilayah utara tetap dapat diselingi gelombang dingin tajam. Prakiraan musiman tidak boleh dibaca sebagai ramalan cuaca harian.
El Niño dapat mengubah pola hujan jauh di luar Amerika Utara. NOAA menyebut berkurangnya curah hujan di Indonesia dan Amerika Selatan bagian utara, serta meningkatnya curah hujan di Amerika Selatan bagian tenggara, Afrika ekuatorial timur, dan Amerika Serikat bagian selatan sebagai sejumlah hubungan global yang paling konsisten.
Namun, materi NOAA yang ditinjau tidak cukup untuk menyatakan bahwa musim hujan di Vietnam akan berakhir lebih awal atau bahwa Panama, Ethiopia, dan India pasti mengalami kekeringan pada 2026–2027. Perilaku monsun setempat, periode musim yang dianalisis, dan struktur El Niño yang terbentuk dapat mengubah hasilnya.
Hal serupa berlaku untuk musim badai Atlantik. El Niño dapat meningkatkan geseran angin di lapisan atas atmosfer di Atlantik tropis, yang biasanya menghambat sebagian perkembangan siklon tropis. Namun, aktivitas badai juga dipengaruhi suhu laut, kelembapan, gelombang timuran Afrika, dan faktor lain. El Niño yang kuat merupakan pengaruh yang cenderung menekan aktivitas badai, bukan jaminan bahwa musim tersebut akan tenang.
Bukti yang tersedia mendukung pesan musiman dengan tingkat keyakinan tinggi: El Niño 2026–2027 kemungkinan besar mencapai kategori sangat kuat dan bertahan hingga awal musim semi, dengan peluang lebih besar terjadinya kondisi basah di wilayah selatan dan barat Amerika Serikat serta kondisi lebih hangat di sebagian besar wilayah utara.
Tetapi sejumlah batasan penting tidak boleh diabaikan. NOAA belum mengonfirmasi peristiwa pemecah rekor atau puncak suhu di atas 3°C. Jumlah salju akan bergantung pada ketinggian dan suhu setiap badai, gangguan pusaran kutub belum terbukti, dan klaim kekeringan spesifik di berbagai negara masih belum pasti.
California dapat mengalami dua hal sekaligus: tambahan curah hujan dan salju pegunungan yang bermanfaat, serta bahaya banjir, longsor, erosi, dan ancaman pesisir yang lebih tinggi apabila badai hangat dan kaya uap air berkembang.