Beberapa tren besar yang mendorong pertumbuhan tersebut antara lain:
Eksekutif AMD juga menekankan bahwa meningkatnya penggunaan AI tidak hanya meningkatkan permintaan GPU, tetapi juga CPU yang bertugas mengatur orkestrasi sistem, preprocessing data, serta layanan terdistribusi.
Data industri yang dikutip analis menunjukkan perubahan besar dalam kompetisi CPU server pada kuartal tersebut.
Walau Intel masih memimpin dari sisi unit yang dikirim, kenaikan AMD ke 46,2% pangsa pendapatan x86 menunjukkan perusahaan ini semakin dominan di segmen server bernilai tinggi.
Hal ini terjadi karena dua faktor utama:
Di saat yang sama, CPU berbasis Arm—yang banyak dipakai pada chip kustom cloud dan platform server baru—mulai muncul sebagai arsitektur ketiga yang penting di data center.
Bisnis server Intel masih menghasilkan pendapatan besar, namun perusahaan menghadapi sejumlah kendala operasional.
Intel melaporkan pendapatan Q1 2026 sekitar $13,6 miliar, dengan divisi Data Center dan AI menghasilkan sekitar $5,1 miliar, naik 22% YoY.
Namun beberapa faktor membatasi kemampuan Intel mempertahankan pangsa pasar:
Kondisi ini memberi peluang bagi pesaing untuk memenangkan deployment baru di data center, meskipun permintaan CPU server secara keseluruhan tetap sangat kuat.
Yang menarik, gelombang AI saat ini tidak sekadar memindahkan pangsa pasar, tetapi juga memperbesar keseluruhan pasar CPU server.
Baik AMD maupun Intel menekankan bahwa CPU tetap menjadi komponen penting dalam infrastruktur AI, karena menangani tugas seperti:
Seiring berkembangnya sistem generative AI dan agentic AI, kebutuhan CPU untuk mengelola klaster akselerator besar juga meningkat.
AMD bahkan memperkirakan total pasar CPU server dapat melampaui $120 miliar pada 2030, dengan pertumbuhan lebih dari 35% per tahun berkat ekspansi infrastruktur AI.
CPU server berbasis Arm kini menjadi kekuatan ketiga di pasar data center.
Banyak penyedia cloud menggunakan kombinasi beberapa arsitektur, memilih antara x86 dan Arm berdasarkan kebutuhan beban kerja seperti efisiensi energi, biaya, atau performa.
Pendekatan multi‑arsitektur ini biasanya terlihat seperti:
Strategi tersebut kemungkinan akan terus berkembang karena operator data center mencari kombinasi terbaik antara performa, efisiensi, dan ketahanan pasokan chip.
Untuk menghadapi tekanan kompetisi, Intel menjalankan beberapa langkah strategis:
Selain itu, Intel terus berinvestasi besar pada manufaktur chip dan teknologi packaging canggih guna mendukung generasi prosesor server dan AI berikutnya.
Kenaikan AMD hingga hampir setengah dari pendapatan CPU server x86 menandai perubahan besar di pasar yang selama puluhan tahun didominasi Intel.
Tiga tren jangka panjang kini membentuk ulang lanskap tersebut:
Hasilnya adalah pasar CPU server yang lebih besar, lebih kompetitif, dan semakin terhubung dengan ekonomi AI—sebuah dinamika yang kemungkinan akan menentukan arah industri cloud dan komputasi selama dekade mendatang.
Comments
0 comments