World Humanoid Robot Games edisi kedua berlangsung pada 22–26 Agustus 2026 di National Speed Skating Oval, Beijing, yang dikenal sebagai “Ice Ribbon”. Sebanyak 666 tim dari 16 negara di enam benua terdaftar, termasuk Amerika Serikat, Jerman, Jepang, dan Brasil; daftar lengkap 16 negara tidak disebutkan dalam sumber...
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What are the key details of the second World Humanoid Robot Games in Beijing, including when they will be held; how participation has grown. Article summary: The second World Humanoid Robot Games will be held at Beijing’s National Speed Skating Oval (“Ice Ribbon”) from August 22–26, 2026. It has expanded sharply from the inaugural August 2025 event, with 666 teams—up 138% fro. Topic tags: general, general web. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, click
World Humanoid Robot Games edisi kedua akan digelar di National Speed Skating Oval, Beijing—stadion yang lebih dikenal dengan julukan “Ice Ribbon”—pada 22–26 Agustus 2026. Ajang ini jauh lebih besar dibandingkan penyelenggaraan perdananya pada Agustus 2025: panitia mencatat 666 tim dan 2.056 robot yang akan bertanding, sementara edisi pertama diikuti 280 tim.
Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan yang sangat cepat. Namun, perbandingan jumlah robot perlu dibaca secara hati-hati. Sejumlah laporan menyebut jumlah peserta robot tahun ini sekitar empat kali lipat dibandingkan tahun lalu, tetapi total robot pada edisi perdana tidak disebutkan secara konsisten dalam seluruh sumber yang tersedia.
Durasi acara juga bertambah. Jika edisi pertama berlangsung selama tiga hari dengan enam unit kompetisi, tahun ini pertandingan digelar selama lima hari dalam sembilan unit kompetisi.
Kompetisi ini diikuti tim dari 16 negara di enam benua. Sumber yang tersedia secara khusus menyebut keterlibatan negara-negara dengan ekosistem robotika kuat seperti Amerika Serikat, Jerman, dan Jepang, selain China dan Brasil. Brasil bahkan menggabungkan lima tim RoboCup—kompetisi sepak bola robot internasional—menjadi satu skuad nasional untuk tampil di Beijing.
Sumber yang tersedia tidak memuat daftar resmi lengkap seluruh 16 negara. Karena itu, negara-negara yang disebut di atas tidak dapat dianggap sebagai daftar peserta secara keseluruhan.
China diperkirakan menjadi penyumbang terbesar dalam kompetisi ini. Salah satu laporan menyebut ada 641 tim China dengan 1.975 robot yang mewakili perusahaan, universitas, dan lembaga penelitian. Secara umum, peserta domestik China mencakup perusahaan robotika serta tim dari perguruan tinggi dan institusi riset.
Kenaikan paling jelas terlihat pada jumlah tim. Edisi kedua memiliki 666 tim terdaftar, dibandingkan 280 tim pada edisi perdana—meningkat 138 persen.
Jumlah robot yang terdaftar mencapai 2.056 unit. Panitia dan sejumlah laporan menggambarkannya sebagai sekitar empat kali lipat dari jumlah pada penyelenggaraan perdana. Namun, salah satu sumber lain menyebut peningkatan dengan cara berbeda. Kesimpulan yang paling aman adalah bahwa partisipasi robot meningkat tajam, sementara sumber yang tersedia belum memberikan satu angka pengali yang benar-benar konsisten.
Skala programnya pun bertambah. Pengumuman awal menyebut lebih dari 30 nomor pertandingan, sedangkan program final yang dipublikasikan mencantumkan 51 nomor dan 1.301 sesi kompetisi.
Tahun ini, panitia menambahkan nomor lompat jauh, angkat besi, tarik tambang, dan tenis meja. Cabang-cabang tersebut dirancang untuk menguji keseimbangan, pengendalian tenaga, koordinasi, desain mekanis, serta kinerja komponen utama robot—bukan sekadar kemampuan berjalan atau berlari.
Program lainnya mencakup sepak bola, pertarungan, tari, dan atletik. Dengan demikian, ajang ini berfungsi sebagai tontonan kompetitif sekaligus uji teknik yang dapat diulang. Selisih lompatan satu sentimeter atau tambahan beban angkatan satu kilogram, misalnya, dapat mencerminkan peningkatan pada motor sendi, peredam kecepatan, sambungan, sistem kendali, dan proses manufaktur presisi.
Perubahan paling penting dalam edisi 2026 adalah meningkatnya porsi kompetisi berbasis skenario. Robot tidak hanya diuji di arena olahraga, tetapi juga ditempatkan dalam simulasi lingkungan yang menyerupai dunia kerja dan layanan sehari-hari, antara lain:
Tugas yang diuji meliputi perakitan industri, pekerjaan rumah tangga, respons darurat, dan penyortiran buku di perpustakaan. Dalam tantangan tangan cekatan, robot dilaporkan harus melakukan berbagai operasi seperti merakit alat, menimbang bubuk, menumpuk balok, memaku, membuka botol, membongkar kemasan, mengambil benda dengan pinset, dan menyambungkan kabel.
Rangkaian tugas itu menyoroti tantangan yang sering disebut sebagai kemampuan “meter terakhir”: jarak antara robot yang mampu mengenali sebuah objek dan robot yang benar-benar dapat memegang serta memanipulasinya secara andal dalam situasi yang tidak selalu rapi dan dapat diprediksi. Karena itu, panitia menekankan kemampuan motorik halus dan kinerja yang semakin otonom.
Panitia memosisikan kompetisi ini sebagai ruang uji untuk kecerdasan berwujud, yakni kemampuan sistem AI untuk memahami dan bertindak melalui tubuh fisik, serta untuk penerapan robot dalam kondisi praktis. Menurut tujuan yang disampaikan penyelenggara, aturan yang lebih menantang, nomor yang semakin otonom, dan kemampuan manipulasi yang lebih presisi diharapkan dapat membantu mengubah kemajuan laboratorium serta arena kompetisi menjadi sistem industri dan pesanan di tempat kerja.
Namun, tujuan tersebut tidak sama dengan bukti bahwa komersialisasi massal telah terjadi. Robot yang mampu menyelesaikan tantangan dalam kondisi kompetisi tertentu belum otomatis terbukti siap menjalankan pekerjaan secara andal dan ekonomis di berbagai lingkungan industri atau layanan sehari-hari.
Sinyal terkuat dari ajang 2026 bukan hanya siapa yang memenangkan satu lomba atau pertandingan. Yang lebih penting adalah gabungan jumlah peserta yang membesar, tantangan fisik yang semakin sulit, dan simulasi pekerjaan nyata. Perubahan ini menunjukkan bahwa kompetisi robot humanoid kini tidak lagi hanya mengukur seberapa baik mesin bergerak, tetapi juga seberapa jauh robot dapat menyelesaikan tugas berguna dengan tingkat otonomi yang terus meningkat.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
World Humanoid Robot Games edisi kedua berlangsung pada 22–26 Agustus 2026 di National Speed Skating Oval, Beijing, yang dikenal sebagai “Ice Ribbon”.
World Humanoid Robot Games edisi kedua berlangsung pada 22–26 Agustus 2026 di National Speed Skating Oval, Beijing, yang dikenal sebagai “Ice Ribbon”. Sebanyak 666 tim dari 16 negara di enam benua terdaftar, termasuk Amerika Serikat, Jerman, Jepang, dan Brasil; daftar lengkap 16 negara tidak disebutkan dalam sumber yang tersedia.
Program kompetisi mencakup 51 nomor dan 1.301 sesi, mulai dari sepak bola, tenis meja, dan angkat besi hingga simulasi pekerjaan di pabrik, hotel, rumah, fasilitas logistik, dan perpustakaan.