Vaksin tersebut dirancang untuk menargetkan XFG, keturunan dari garis keturunan SARS-CoV-2 JN.1 yang termasuk dalam kelompok subvarian Omicron . Istilah monovalen berarti formulasi ini berfokus pada satu varian sasaran, yakni XFG.
Otorisasi terpusat ini berlaku di seluruh 27 negara anggota Uni Eropa. Cakupannya juga meliputi tiga negara European Economic Area (EEA), yaitu Islandia, Liechtenstein, dan Norwegia .
Namun, otorisasi pemasaran di tingkat Uni Eropa tidak otomatis menentukan pelaksanaan program vaksinasi di setiap negara. Otoritas nasional masing-masing negara tetap mengambil keputusan terkait kampanye vaksinasi 2026-2027 berdasarkan kondisi kesehatan masyarakat setempat .
Pada 29 Mei 2026, Emergency Task Force (ETF) dari European Medicines Agency (EMA) merekomendasikan agar komposisi vaksin COVID-19 diperbarui untuk menargetkan XFG pada kampanye vaksinasi 2026-2027. Menurut ETF, XFG telah beredar luas setidaknya sejak musim panas 2025 .
Dalam keluarga varian JN.1, ETF menilai XFG sebagai pilihan yang diutamakan. Keturunan JN.1 lain, seperti LP.8.1, juga dapat dipertimbangkan .
Selanjutnya, Committee for Medicinal Products for Human Use (CHMP), komite EMA yang mengevaluasi obat untuk penggunaan manusia, menilai adaptasi vaksin tersebut dan mengeluarkan rekomendasi positif pada Juli 2026 . Komisi Eropa kemudian menerbitkan otorisasi pemasaran pada 29 Juli 2026 .
Pembaruan berbasis varian ini mengikuti jalur yang dipercepat, serupa dengan proses pembaruan galur pada formulasi Comirnaty sebelumnya.
Pfizer dan BioNTech menyatakan bahwa data yang tersedia menunjukkan formulasi yang disesuaikan dengan XFG memicu respons imun yang kuat terhadap garis keturunan SARS-CoV-2 yang sedang beredar maupun yang baru muncul .
ETF EMA juga menyatakan bahwa vaksin yang menargetkan XFG diperkirakan dapat memberikan perlindungan terhadap BA.3.2 .
Meski demikian, pengumuman pers yang tersedia belum memuat angka titer imunogenisitas atau peningkatan netralisasi secara spesifik . Karena itu, klaim tentang respons imun sebaiknya dipahami dalam konteks data yang dirujuk perusahaan dan regulator, bukan sebagai jaminan perlindungan mutlak terhadap infeksi.
Pengiriman vaksin akan segera dimulai untuk mempercepat ketersediaannya di negara-negara anggota Uni Eropa sebelum musim penyakit pernapasan pada musim gugur dan dingin . Otorisasi tersebut memungkinkan Pfizer dan BioNTech melanjutkan produksi serta pelaksanaan rantai pasok untuk formulasi terbaru .
Kedua perusahaan menyebutkan bahwa lebih dari 5 miliar dosis vaksin COVID-19 mereka telah dipasok ke berbagai negara di dunia hingga saat ini .
Persetujuan ini mencerminkan perubahan pendekatan terhadap vaksin COVID-19. Pembaruan formulasi kini mengikuti pola musiman yang menyerupai pemilihan galur vaksin influenza: regulator menilai varian yang beredar, kemudian produsen menyesuaikan komposisi vaksin untuk musim berikutnya .
Dalam konteks global, vaksin COVID-19 berbasis mRNA telah bergerak menuju model pembaruan tahunan. Regulator dan produsen mengoordinasikan pemilihan varian sasaran serta adaptasi formulasi dari tahun ke tahun.
Karena vaksin XFG menggunakan platform mRNA Comirnaty yang sama, profil keamanannya diperkirakan konsisten dengan formulasi Comirnaty sebelumnya . Pemantauan keamanan tetap dilakukan oleh perusahaan dan EMA melalui pemantauan farmakovigilans rutin serta laporan pembaruan keamanan berkala .
Risiko dan efek samping yang telah dikenal dalam kelas Comirnaty meliputi:
Orang yang memiliki riwayat reaksi alergi berat terhadap dosis sebelumnya perlu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum menerima vaksin. Keputusan vaksinasi, khususnya untuk anak kecil, sebaiknya mengikuti rekomendasi otoritas kesehatan dan kondisi medis masing-masing individu.