Meski demikian, baik SoftBank maupun Agile Robots belum memberikan komentar resmi terkait diskusi ini. Nilai investasi final maupun total putaran pendanaan masih bisa berubah sewaktu-waktu karena pembicaraan masih dalam tahap yang sangat awal .
Rencana penyuntikan modal baru ini bukanlah taruhan pertama SoftBank di perusahaan tersebut. Sebelumnya, pada September 2021, SoftBank Vision Fund 2 memimpin putaran pendanaan Seri C Agile Robots senilai $220 juta. Investasi itu membuat perusahaan berkantor pusat ganda di Munich, Jerman, dan Beijing, China ini menyandang status unicorn dengan valuasi lebih dari $1 miliar . Putaran tersebut juga diikuti oleh investor strategis dan finansial ternama lainnya, termasuk Xiaomi, Foxconn Industrial Internet, dan Sequoia China .
Berdiri sejak 2018, Agile Robots telah bertumbuh signifikan . Perusahaan yang memproduksi lengan robot, mesin gudang, dan robot humanoid ini telah menggelar lebih dari 20.000 sistem di seluruh dunia dan mencatatkan pendapatan tahunan sekitar €200 juta pada tahun 2024 . Sebelum laporan putaran pendanaan baru ini, Agile Robots telah mengumpulkan total pendanaan lebih dari $270 juta .
Salah satu elemen kunci dari trajektori terkini Agile Robots adalah kemitraan riset strategis dengan Google DeepMind, yang diumumkan pada 24 Maret 2026 . Kolaborasi ini bertujuan mengintegrasikan model robotika Gemini milik Google ke dalam sistem perangkat keras dan lunak Agile Robots, memadukan riset AI mutakhir dengan kapabilitas penerapan industri yang matang .
Pembicaraan dengan Agile Robots hanyalah satu kepingan dari strategi yang jauh lebih besar dan agresif oleh pendiri sekaligus CEO SoftBank, Masayoshi Son, untuk mendominasi bidang baru yang disebut "Physical AI"—perpaduan antara kecerdasan buatan dan robotika.
Dalam kesepakatan penting yang ditandatangani pada 8 Oktober 2025, SoftBank Group Corp. setuju untuk mengakuisisi seluruh divisi robotika raksasa teknik Swiss, ABB, dengan nilai perusahaan $5,375 miliar . Transaksi yang diperkirakan rampung pada pertengahan hingga akhir 2026 ini—setelah mendapat persetujuan regulasi—memberi SoftBank akses langsung ke basis pelanggan robot industri yang masif, 7.000 tenaga kerja, dan teknologi yang pada 2024 lalu menghasilkan penjualan $2,3 miliar . Berbeda dengan investasinya di Agile Robots yang dilakukan melalui SoftBank Vision Fund, akuisisi ABB dilakukan langsung oleh SoftBank Group, menandakan komitmen jangka panjang yang mendalam di sektor ini .
Pada 14 Januari 2026, SoftBank memimpin putaran pendanaan Seri C senilai $1,4 miliar untuk Skild AI, startup asal Pittsburgh yang mengembangkan model fondasi skalabel untuk robotika serba guna . Putaran yang juga diikuti oleh NVIDIA, Macquarie, dan Jeff Bezos ini melejitkan valuasi Skild AI menjadi lebih dari $14 miliar—naik lebih dari tiga kali lipat hanya dalam waktu tujuh bulan . Investasi ini menempatkan SoftBank tepat di jantung perlombaan membangun "otak" bagi generasi robot yang adaptif di masa depan.
Semakin menegaskan seleranya di sektor ini, SoftBank juga dikabarkan sebelumnya telah melakukan pembicaraan akuisisi dengan pembuat robot humanoid Agility Robotics senilai lebih dari $900 juta pada awal 2025, sebelum akhirnya beralih ke investasi strategis di putaran pendanaan perusahaan tersebut .
Langkah-langkah ini membentuk portofolio koheren yang merentang dari manufaktur robot industri (ABB), model fondasi AI untuk robotika (Skild AI), hingga sistem robotik canggih dengan kemitraan AI terintegrasi (Agile Robots). Potensi putaran pendanaan Agile Robots menunjukkan bahwa SoftBank terus mengejar visinya di setiap lapisan tumpukan robotika, dari produksi perangkat keras hingga intelijen inti AI.
Meski demikian, baik SoftBank maupun Agile Robots belum memberikan komentar resmi terkait diskusi ini. Nilai investasi final maupun total putaran pendanaan masih bisa berubah sewaktu-waktu karena pembicaraan masih dalam tahap yang sangat awal .
Rencana penyuntikan modal baru ini bukanlah taruhan pertama SoftBank di perusahaan tersebut. Sebelumnya, pada September 2021, SoftBank Vision Fund 2 memimpin putaran pendanaan Seri C Agile Robots senilai $220 juta. Investasi itu membuat perusahaan berkantor pusat ganda di Munich, Jerman, dan Beijing, China ini menyandang status unicorn dengan valuasi lebih dari $1 miliar . Putaran tersebut juga diikuti oleh investor strategis dan finansial ternama lainnya, termasuk Xiaomi, Foxconn Industrial Internet, dan Sequoia China .
Berdiri sejak 2018, Agile Robots telah bertumbuh signifikan . Perusahaan yang memproduksi lengan robot, mesin gudang, dan robot humanoid ini telah menggelar lebih dari 20.000 sistem di seluruh dunia dan mencatatkan pendapatan tahunan sekitar €200 juta pada tahun 2024 . Sebelum laporan putaran pendanaan baru ini, Agile Robots telah mengumpulkan total pendanaan lebih dari $270 juta .
Salah satu elemen kunci dari trajektori terkini Agile Robots adalah kemitraan riset strategis dengan Google DeepMind, yang diumumkan pada 24 Maret 2026 . Kolaborasi ini bertujuan mengintegrasikan model robotika Gemini milik Google ke dalam sistem perangkat keras dan lunak Agile Robots, memadukan riset AI mutakhir dengan kapabilitas penerapan industri yang matang .
Pembicaraan dengan Agile Robots hanyalah satu kepingan dari strategi yang jauh lebih besar dan agresif oleh pendiri sekaligus CEO SoftBank, Masayoshi Son, untuk mendominasi bidang baru yang disebut "Physical AI"—perpaduan antara kecerdasan buatan dan robotika.
Dalam kesepakatan penting yang ditandatangani pada 8 Oktober 2025, SoftBank Group Corp. setuju untuk mengakuisisi seluruh divisi robotika raksasa teknik Swiss, ABB, dengan nilai perusahaan $5,375 miliar . Transaksi yang diperkirakan rampung pada pertengahan hingga akhir 2026 ini—setelah mendapat persetujuan regulasi—memberi SoftBank akses langsung ke basis pelanggan robot industri yang masif, 7.000 tenaga kerja, dan teknologi yang pada 2024 lalu menghasilkan penjualan $2,3 miliar . Berbeda dengan investasinya di Agile Robots yang dilakukan melalui SoftBank Vision Fund, akuisisi ABB dilakukan langsung oleh SoftBank Group, menandakan komitmen jangka panjang yang mendalam di sektor ini .
Pada 14 Januari 2026, SoftBank memimpin putaran pendanaan Seri C senilai $1,4 miliar untuk Skild AI, startup asal Pittsburgh yang mengembangkan model fondasi skalabel untuk robotika serba guna . Putaran yang juga diikuti oleh NVIDIA, Macquarie, dan Jeff Bezos ini melejitkan valuasi Skild AI menjadi lebih dari $14 miliar—naik lebih dari tiga kali lipat hanya dalam waktu tujuh bulan . Investasi ini menempatkan SoftBank tepat di jantung perlombaan membangun "otak" bagi generasi robot yang adaptif di masa depan.
Semakin menegaskan seleranya di sektor ini, SoftBank juga dikabarkan sebelumnya telah melakukan pembicaraan akuisisi dengan pembuat robot humanoid Agility Robotics senilai lebih dari $900 juta pada awal 2025, sebelum akhirnya beralih ke investasi strategis di putaran pendanaan perusahaan tersebut .
Langkah-langkah ini membentuk portofolio koheren yang merentang dari manufaktur robot industri (ABB), model fondasi AI untuk robotika (Skild AI), hingga sistem robotik canggih dengan kemitraan AI terintegrasi (Agile Robots). Potensi putaran pendanaan Agile Robots menunjukkan bahwa SoftBank terus mengejar visinya di setiap lapisan tumpukan robotika, dari produksi perangkat keras hingga intelijen inti AI.