Menteri Infrastruktur Vincent Karremans menolak seruan untuk menunda izin FSD Tesla, dengan menyatakan otoritas kendaraan RDW melakukan pengujian independen selama 18 bulan dan tidak mengandalkan statistik kontroversi... Investigasi Reuters menemukan Tesla membandingkan data kecelakaan kasus terbaiknya dengan data f...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What are the key details of Dutch infrastructure minister Vincent Karremans' refusal to pause or reopen the Netherlands' approval of Tesla's. Article summary: On June 16, 2026, Dutch Infrastructure Minister Vincent Karremans formally rejected calls to pause or revoke the Netherlands' approval of Tesla's Full Self-Driving (Supervised) system, arguing that the RDW's decision was. Topic tags: general, general web, user generated, news. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "# Dutch transport minister says RDW approved Tesla FSD on independent tests, not company statistics. ## Editor’s picks. ### IEA flags Hormuz restart as 2027 oil surplus looms. ###" source context "Dutch transport minister says RDW approved Tesla FSD on independent tests, not company statistics" Reference im
Belanda mengukuhkan posisinya sebagai batu loncatan Tesla untuk mobil otonom di Eropa awal tahun ini, tetapi keputusan tersebut telah menyulut badai politik. Pada 16 Juni 2026, Menteri Infrastruktur Belanda Vincent Karremans secara resmi menolak tuntutan parlemen untuk menunda atau membuka kembali persetujuan negara itu terhadap sistem Full Self-Driving (Supervised) Tesla. Pembelaannya menempatkan kredibilitas otoritas kendaraan Belanda, RDW, secara langsung melawan investigasi Reuters yang memberatkan, yang menemukan bahwa statistik keamanan yang disajikan Tesla kepada regulator Eropa dibangun di atas perbandingan yang cacat secara fundamental. Di jantung kebuntuan ini terdapat pertanyaan sederhana yang kini harus dijawab oleh negara-negara anggota Uni Eropa lainnya: dapatkah pengujian regulator sendiri benar-benar dipisahkan dari data yang digunakan pembuat mobil untuk melobi persetujuan?
Krisis politik ini bermula dari investigasi Reuters yang diterbitkan pada 28 Mei 2026, yang meneliti klaim keamanan utama Tesla bahwa sistem FSD-nya "hingga 10 kali lebih aman daripada pengemudi manusia" .
Reuters menemukan bahwa rasio ini meningkat sekitar tiga kali lipat karena kesalahan metodologi dasar. Tesla telah membandingkan tingkat kecelakaan pengaktifan kantung udaranya sendiri—sebuah subset insiden yang sempit dan parah—terhadap dataset federal yang luas yang mencakup semua kecelakaan yang memerlukan mobil derek, terlepas dari tingkat keparahannya. Data federal tersebut sudah memisahkan kecelakaan pengaktifan kantung udara sebagai kategori terpisah, membuat perbandingan Tesla menjadi tidak valid secara statistik .
Pemberitaan itu lebih dari sekadar kritik terhadap angka-angka. Reuters mewawancarai 11 peneliti keselamatan lalu lintas independen; 10 di antaranya menyatakan statistik tersebut merupakan pemasaran yang menyesatkan, bukan data keamanan yang dapat diandalkan . Lebih lanjut, sembilan mantan pelabel data Tesla dan seorang mantan insinyur swakemudi mengatakan kepada Reuters bahwa mereka tidak akan mempercayai sistem tersebut untuk mengemudikan mereka, dengan alasan kegagalan rutin pada kendaraan darurat, pengendara sepeda motor, dan zona konstruksi
.
Meskipun investigasi Reuters itu berfokus pada pemasaran publik Tesla, laporan lanjutan pada 15 Juni mengungkapkan melalui permintaan catatan publik bahwa Tesla telah menyajikan klaim yang dipublikasikan sendiri ini—termasuk pernyataan bahwa FSD "dapat menyelamatkan 32.000 nyawa"—langsung kepada regulator di Swedia dan Belanda selama proses lobi untuk persetujuan Eropa .
Otoritas kendaraan Belanda, RDW, memberikan Tesla persetujuan tipe provinsional di bawah UN R-171 (Sistem Bantuan Kontrol Pengemudi) pada 10 April 2026, menjadikan Belanda sebagai negara Uni Eropa pertama yang mengotorisasi sistem tersebut di jalan umum . Persetujuan itu tidak datang dengan cepat. Menurut RDW, sistem tersebut "diperiksa dan diuji secara ekstensif selama lebih dari satu setengah tahun di trek uji kami dan di jalan umum"
. Berbagai laporan di media otomotif mengutip lebih dari 18 bulan pengujian, sekitar 3.000 jam di trek uji tertutup, 4.500 skenario pengujian, dan sekitar 1,6 hingga 1,8 juta kilometer berkendara di jalan Eropa
.
Persetujuan ini tetap provinsional dan saat ini hanya berlaku untuk kendaraan yang dilengkapi dengan komputer Hardware 4 (AI4) Tesla di Belanda. RDW sedang mengejar otorisasi di seluruh Uni Eropa atas nama Tesla, yang akan membutuhkan suara dari negara-negara anggota yang mewakili 55% dari populasi Uni Eropa .
Menghadapi pertanyaan di parlemen dari anggota parlemen Partai Buruh (PvdA) Habtamu de Hoop, Menteri Karremans menarik garis tegas antara lobi statistik Tesla dan penilaian teknis RDW. Argumen utamanya adalah bahwa statistik keamanan yang disengketakan "tidak berperan" dalam keputusan akhir; lembaga itu mendasarkan persetujuannya semata-mata pada pengujian yang diverifikasi secara independen .
Karremans menolak untuk menunda atau membuka kembali proses persetujuan, dan RDW sendiri telah menggambarkan sistem tersebut sebagai memberikan "kontribusi positif terhadap keselamatan" . Pendirian menteri menciptakan logika regulasi yang jelas: jika lembaga teknis suatu negara melakukan ribuan jam pengamatan dan validasi trek uji sendiri, itu menjadikan klaim yang dipublikasikan sendiri oleh pabrikan menjadi tidak relevan secara hukum.
Pendekatan solo-first Belanda telah menuai kritik tajam. Anggota parlemen de Hoop mendesak menteri tentang mengapa negara itu menyetujui sistem tersebut sebelum negara anggota Uni Eropa lainnya, mengutip kecelakaan fatal di Amerika Serikat yang melibatkan sistem FSD Tesla sebagai bukti bahwa koordinasi yang lebih luas diperlukan . Dewan Keselamatan Transportasi Eropa (ETSC) telah mengirim surat resmi kepada negara-negara anggota lainnya yang mendesak mereka untuk menuntut jawaban publik dari sumber selain Tesla sebelum mengakui persetujuan Belanda
.
Sekitar 40.000 Tesla di Belanda sekarang menggunakan fitur FSD (Supervised), menurut Tesla Europe, yang melaporkan mobil yang menggunakan perangkat lunak tersebut telah berkendara sejauh 23,6 juta kilometer pada pertengahan Juni . Penting untuk dicatat bahwa sistem ini diklasifikasikan sebagai bantuan pengemudi Level 2 di bawah regulasi PBB, artinya pengemudi manusia tetap bertanggung jawab secara hukum dan harus mempertahankan kendali setiap saat
. Beberapa negara Uni Eropa lainnya, termasuk Belgia, Denmark, Estonia, dan Lithuania, telah mengakui persetujuan provinsional Belanda atau mengeluarkan dukungan awal mereka sendiri, menciptakan tambal sulam regulasi kompleks yang pada akhirnya harus direkonsiliasi oleh Komisi Eropa
.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Menteri Infrastruktur Vincent Karremans menolak seruan untuk menunda izin FSD Tesla, dengan menyatakan otoritas kendaraan RDW melakukan pengujian independen selama 18 bulan dan tidak mengandalkan statistik kontroversi...
Menteri Infrastruktur Vincent Karremans menolak seruan untuk menunda izin FSD Tesla, dengan menyatakan otoritas kendaraan RDW melakukan pengujian independen selama 18 bulan dan tidak mengandalkan statistik kontroversi... Investigasi Reuters menemukan Tesla membandingkan data kecelakaan kasus terbaiknya dengan data federal yang lebih luas dan tidak terkait, sebuah metodologi yang oleh 10 dari 11 peneliti keselamatan lalu lintas indepen...
Persetujuan provinsional ini menjadikan Belanda sebagai uji kasus regulasi bagi Eropa, dengan negara negara Uni Eropa lainnya kini memutuskan apakah akan mengakui lampu hijau dari Belanda ini atau tidak.
Loading comments...
Comments
0 comments