Mekanisme Pembelanjaan
Pengguna menyetor stablecoin ke dalam aplikasi Cashi. Saldo stablecoin otomatis dikonversi menjadi nilai fiat saat melakukan pembayaran di titik penjualan melalui jaringan Visa. Tidak ada langkah konversi manual—prosesnya mulus seperti kartu debit biasa. Kartu ini bisa digunakan di mana pun Visa diterima, baik online maupun di toko fisik.
Jenis Kartu dan Ketersediaan
Keamanan dan Regulasi
Program ini masih dalam beta publik. Detail kepatuhan dan KYC/AML belum diumumkan secara terbuka, namun karena diproses melalui Thredd, standar pengawasan regulasi perbankan untuk penerbitan kartu sudah terpenuhi. Strategi peluncuran bertahap—Hong Kong lebih dulu, lalu Meksiko—menunjukkan adanya proses perizinan regulasi di setiap yurisdiksi.
Cashi menawarkan cashback yang dibayarkan dalam dolar asli (bukan poin atau token), tanpa kedaluwarsa.
| Kategori Belanja | Tingkat Cashback |
|---|---|
| Langganan (subscription) | Hingga 3% |
| Belanja umum | Tarif standar (persentase pasti belum diumumkan) |
Target pengguna: Pengguna kripto dan pemegang stablecoin yang ingin membelanjakan aset digital untuk kebutuhan sehari-hari seperti belanja bahan makanan, langganan, belanja online, dan perjalanan tanpa perlu konversi ke mata uang fiat terlebih dahulu.
Western Union meluncurkan Stablecard pada 4 Agustus 2026, hanya seminggu sebelum Cashi. Berikut perbandingan keduanya:
Perbedaan utama: Stablecard Western Union dirancang khusus untuk jaringan remitansi—pengguna menerima transfer uang sebagai USDPT dan langsung membelanjakannya melalui Visa, menyasar pasar remitansi global yang sangat besar. Cashi adalah aplikasi pembelanjaan stablecoin yang lebih umum untuk konsumen umum.
Angka-angka menunjukkan pasar ini melaju sangat cepat:
Belanja kartu stablecoin masih sangat kecil dibandingkan total volume kartu global—$5,2 miliar Visa dalam belanja kartu berbasis stablecoin hanya mewakili 0,04% dari total volume global $14,2 triliun. Namun, lintasan pertumbuhannya sangat curam (500%+ tahun ke tahun). Visa dan Mastercard sama-sama berinvestasi besar-besaran dalam infrastruktur, kemitraan, dan jalur regulasi untuk menormalkan stablecoin sebagai metode pembayaran arus utama. Peluncuran Cashi dan Western Union yang hampir bersamaan menandakan bahwa pasar ini beralih dari uji coba eksperimental ke produk konsumen skala produksi.