Dalam pidato pembukaannya, PM Hung menekankan bahwa pertanyaan sesungguhnya bukan hanya bagaimana ASEAN akan beradaptasi, melainkan "bagaimana ASEAN akan membentuk masa depannya sendiri" . Beliau menggambarkan forum ini sebagai titik awal "perjalanan ASEAN untuk membentuk masa depan" alih-alih hanya menjadi pengamat pasif dalam lanskap global yang makin terfragmentasi .
Dengan lebih dari 500 delegasi hadir, termasuk kepala pemerintahan dari Laos, Kamboja, Thailand, dan Timor-Leste, forum tingkat tinggi ini menjadi wadah strategis bagi blok Asia Tenggara untuk merumuskan rekomendasi kebijakan bagi Visi Komunitas ASEAN 2045 .
Untuk memandu blok ini, PM Hung memaparkan tiga arahan strategis utama :
Upacara pembukaan dihadiri oleh :
Selain itu, turut hadir Menteri Luar Negeri Vietnam Le Hoai Trung dan Sekretaris Jenderal ASEAN .
Edisi 2026 secara signifikan memperluas agenda forum. Untuk pertama kalinya, AFF mencakup :
Wakil Menteri Luar Negeri Nguyen Manh Cuong menegaskan bahwa format yang diperluas ini dirancang untuk menghasilkan "perspektif segar, inisiatif, dan rekomendasi kebijakan" bagi proses pembangunan komunitas ASEAN . Dengan semangat baru ini, ASEAN tampaknya siap untuk menulis "aturan main"-nya sendiri di panggung global .