Investasi yang diusulkan Prosus sebesar US$100 juta menjadi titik penting bagi Navi, perusahaan teknologi finansial asal Bengaluru yang didirikan Sachin Bansal. Untuk pertama kalinya, fintech tersebut mendapatkan dukungan dari investor institusional setelah selama ini sebagian besar membangun bisnis dengan modal yang dipimpin pendirinya. Pendanaan ini hadir ketika Navi kembali menyiapkan kemungkinan penawaran umum perdana atau IPO. 115
Nilai transaksi itu dilaporkan mencapai sekitar US$1,3 miliar. Namun, Navi dan Prosus belum mengungkapkan valuasi resmi maupun besarnya saham yang akan diperoleh Prosus. Angka tersebut juga lebih rendah dari valuasi sekitar US$2 miliar yang kabarnya pernah ditargetkan Navi saat berbicara dengan investor institusional pada 2024. 12410
Apa isi kesepakatannya?
Prosus, investor teknologi asal Belanda, mengusulkan investasi US$100 juta di Navi. Ini merupakan penggalangan modal institusional pertama Navi dan berlangsung menjelang rencana perusahaan untuk mengajukan kembali dokumen IPO. 715
Transaksi tersebut belum sepenuhnya tanpa syarat. Penyelesaiannya masih bergantung pada persyaratan penutupan yang lazim serta persetujuan regulator, termasuk izin dari Competition Commission of India (CCI), lembaga persaingan usaha India. Navi dan Prosus juga belum menjelaskan porsi saham yang akan dibeli maupun penggunaan dana secara terperinci. 415
Dengan demikian, pengumuman investasi tidak serta-merta berarti transaksi telah selesai. Struktur kepemilikan dan status final pendanaan masih menunggu seluruh persyaratan dipenuhi.
Mengapa pendanaan institusional pertama ini penting?
Sachin Bansal mendirikan Navi setelah meninggalkan Flipkart pada 2018. Ia memiliki ambisi untuk membangun institusi keuangan yang lebih luas dan menyerupai bank, bukan sekadar perusahaan teknologi finansial dengan satu produk. 210
Selama sebagian besar riwayatnya yang berlangsung delapan tahun, Navi beroperasi tanpa putaran pendanaan besar dari investor institusional. Masuknya Prosus karena itu bukan hanya menambah modal, tetapi juga memberikan validasi eksternal dari investor teknologi dan fintech berpengalaman pada saat Navi sedang memperluas bisnis dan mempersiapkan IPO. 1315
Prosus juga secara resmi menyebut pendanaan tersebut sebagai tonggak penting dalam upaya Navi membangun institusi jasa keuangan berbasis teknologi. Hal ini sejalan dengan strategi Navi untuk menggabungkan pembayaran, pinjaman, serta produk keuangan lainnya dalam satu ekosistem. 15
Bisnis Navi kini tidak lagi hanya soal pinjaman
Navi saat ini beroperasi di beberapa kategori jasa keuangan, yaitu:
- pembayaran digital berbasis Unified Payments Interface atau UPI;
- pinjaman konsumen;
- asuransi; dan
- reksa dana. 2
Bisnis pembayaran menjadi tanda ekspansi Navi yang paling terlihat. Aplikasi UPI Navi mempertahankan posisi keempat di antara aplikasi UPI di India berdasarkan volume transaksi pada Juli 2026. Dalam bulan tersebut, aplikasi ini memproses 947,08 juta transaksi senilai ₹48.318 crore, atau sekitar US$5 miliar. 153237
Navi Finserv, unit pinjaman grup tersebut, juga telah memiliki aset yang dikelola atau assets under management (AUM) lebih dari ₹13.000 crore pada akhir FY26, berdasarkan pengungkapan perusahaan dan pasar. 72335
Skala ini berpotensi memberi Navi peluang cross-selling. Pembayaran menciptakan interaksi rutin dengan pelanggan, sementara pinjaman dan produk keuangan lain dapat menghasilkan pendapatan yang lebih langsung. Namun, volume transaksi yang besar tidak otomatis berarti perusahaan sudah menguntungkan—terutama ketika bisnis pembayaran masih membutuhkan investasi besar.
Kinerja keuangan: pendapatan tumbuh, kerugian melebar
Hasil FY26 Navi memperlihatkan tantangan tersebut. Perusahaan melaporkan pendapatan total ₹3.091 crore dan pendapatan operasional ₹2.982 crore. Namun, rugi bersih konsolidasinya melebar menjadi ₹466 crore. Sejumlah laporan mengaitkan kenaikan kerugian ini dengan investasi Navi pada UPI dan bisnis-bisnis baru. 1922
Di sisi lain, Navi melaporkan telah mencapai titik impas konsolidasi pada kuartal IV FY26. Penilaian lembaga pemeringkat kredit juga menyebut kuartal tersebut sebagai periode impas, meski mencatat bahwa profitabilitas konsolidasi Navi masih lemah secara keseluruhan. 721
Gambaran besarnya adalah perusahaan dengan skala pembayaran dan pinjaman yang cukup besar, tetapi masih harus membuktikan bahwa ekspansi tersebut dapat berubah menjadi keuntungan tahunan yang konsisten. Ini akan menjadi salah satu pertanyaan utama bagi calon investor di pasar modal.
Hubungannya dengan rencana IPO Navi
Navi dilaporkan sedang menyiapkan IPO untuk menghimpun sekitar ₹3.000 crore, atau kurang lebih US$314 juta. Rencana ini menghidupkan kembali ambisi perusahaan untuk melantai di bursa setelah membatalkan rencana penawaran senilai sekitar US$440 juta yang telah diajukan pada 2022. 3512
Pendanaan dari Prosus dapat membantu Navi membiayai tahap pertumbuhan berikutnya sebelum pengajuan IPO serta memberikan acuan valuasi institusional terbaru bagi investor. Namun, valuasi sekitar US$1,3 miliar yang dilaporkan juga menciptakan perbandingan dengan target sekitar US$2 miliar yang pernah dicari Navi pada 2024. 12913
Perbedaan tersebut belum bisa disebut sebagai penurunan valuasi resmi yang telah dikonfirmasi perusahaan. Navi dan Prosus tidak mengungkapkan valuasi transaksi, sedangkan angka US$1,3 miliar berasal dari laporan yang mengutip sumber yang mengetahui persoalan tersebut. Jika angka itu akurat, hal ini menunjukkan bahwa investor eksternal kini memberikan penilaian yang lebih hati-hati terhadap Navi, meski perusahaan memiliki posisi kuat di UPI dan kinerja kuartalan yang membaik.
Ujian terbesar Navi baru dimulai
Investasi Prosus penting secara strategis karena mengubah Navi dari perusahaan yang sebagian besar dibiayai pendiri menjadi perusahaan dengan dukungan investor institusional. Dana tersebut juga memberi dukungan tambahan menjelang kemungkinan IPO sekaligus memperkuat strategi Navi untuk membangun institusi jasa keuangan dengan banyak produk, bukan hanya perusahaan pinjaman. 115
Namun, tantangan berikutnya lebih berat. Navi perlu menunjukkan bahwa pertumbuhan UPI dan produk keuangan baru dapat menghasilkan kinerja bisnis yang berkelanjutan tanpa terus memperlebar kerugian konsolidasi.
Karena itu, investasi US$100 juta tersebut merupakan dua hal sekaligus: suara kepercayaan dari investor besar dan tolok ukur kinerja baru. Navi kini memiliki lebih banyak sumber daya untuk berkembang, tetapi juga menghadapi standar pembuktian yang lebih tinggi sebelum investor publik menilai bisnisnya.