Struktur paling mencolok dari aksi jual ini adalah 'perceraian' Bitcoin dari pergerakan saham AS — dan ke arah yang salah. S&P 500 menyentuh rekor 7.750 pada awal Agustus 2026, sementara Bitcoin tetap terperangkap di zona merah . Rasio S&P 500 terhadap Bitcoin bahkan menembus rata-rata pergerakan 200 minggu untuk pertama kalinya secara berkelanjutan, dan hal yang sama terjadi pada rasio Nasdaq terhadap Bitcoin . Pada awal Agustus 2026, hanya butuh sekitar 0,12 BTC untuk membeli satu unit S&P 500, bandingkan dengan lebih dari 300 BTC di tahun 2012 . Analis dari CoinDesk dan Gate.io menyebut fenomena ini sebagai "decoupling", di mana ekuitas AS menikmati 'risk appetite' yang ekstrem sementara kripto tertahan oleh hambatan makroekonomi yang spesifik . Kenaikan saham AS sendiri didorong oleh saham AI dan semikonduktor, area yang tidak terkait langsung dengan Bitcoin .
Kenaikan Harga Minyak. Lonjakan minyak adalah pemicu paling sering disebut. Pada 13 Juli, Bitcoin ambrol hingga 3,8% ke $61.761 setelah AS melancarkan serangan baru ke Iran, memicu kekhawatiran biaya energi tinggi akan memicu inflasi dan mengurangi minat pada aset berisiko . Lonjakan lebih lanjut di awal Agustus, terkait dengan eskalasi geopolitik dan risiko di Selat Hormuz, mendorong BTC kembali ke bawah $65.000 . Analis menyebut minyak sebagai "kartu liar" yang akan mempengaruhi rilis CPI mendatang .
Imbal Hasil Obligasi AS yang Melonjak. Melonjaknya imbal hasil obligasi AS meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga Fed, yang secara langsung membebani Bitcoin. Pada 5 Agustus, BTC jatuh di bawah $64.000 karena imbal hasil yang naik mendorong pasar untuk memperkirakan sikap Fed yang lebih hawkish .
Risiko Geopolitik (AS-Iran). Selain minyak, eskalasi militer AS-Iran yang lebih luas memicu likuidasi besar-besaran senilai $238 juta+ saat sentimen risk-off mendominasi . Kombinasi kenaikan minyak dan risiko geopolitik disebut sebagai "hambatan yang lebih besar" dan "biasanya tidak menguntungkan bagi aset yang sensitif terhadap likuiditas seperti kripto" .
Dolar AS yang Kuat. Yen Jepang yang perlahan kembali ke level 160 terhadap dolar menambah tekanan makro. Lingkungan dolar yang kuat mengurangi selera investor terhadap Bitcoin sebagai penyimpan nilai alternatif .
Leverage bukan sekadar cerita sampingan — itu adalah akselerator mekanis di balik hampir setiap penurunan tajam. Data Talos menunjukkan total likuidasi posisi long Bitcoin dan Ether mencapai $8,35 miliar sepanjang Q3, menghancurkan open interest dan kedalaman pasar . Peristiwa penting meliputi:
Analisis Investing.com secara eksplisit menyatakan bahwa likuidasi 28 Juli menunjukkan aksi jual yang didorong leverage, bukan kerusakan fundamental, dan pola ini secara historis mendahului titik dasar (bottom) jika dikombinasikan dengan aliran masuk ETF .
Konteks yang lebih luas menunjukkan potensi aksi 'capitulation' (menyerah): likuidasi skala besar yang berulang, harga spot di bawah basis biaya pemegang jangka pendek, dan akumulasi oleh paus (whale) yang tercatat bersamaan dengan penurunan 11 Agustus .
Laporan CPI Juli dijadwalkan rilis pada Rabu, 12 Agustus 2026, pukul 08.30 Waktu Bagian Timur AS . Konsensus memperkirakan inflasi tahunan headline sebesar 3,4%, turun dari 3,5% di bulan Juni . Laporan ini dideskripsikan secara luas sebagai "katalis utama berikutnya" dan "ujian berisiko tinggi" .
Peluang rapat The Fed bulan September terbelah hampir 50/50 menjelang rilis data ini .
Bitcoin sempat menembus $65.000 menjelang pekan CPI, sebagian karena "permintaan yang lebih kuat dari investor institusi" . Banyak laporan mencatat aliran masuk ETF sebagai penyeimbang aksi jual yang didorong likuidasi. Paus (whale) secara aktif melakukan akumulasi selama penurunan 11 Agustus, menunjukkan investor besar melihat koreksi ini sebagai peluang . Ini menciptakan ketegangan: permintaan ETF spot menyerap pasokan, namun leverage derivatif terus menahan harga.
Bitcoin terjebak di antara lingkungan makro yang menghukum aset spekulatif (minyak, imbal hasil obligasi, dolar kuat) dan aliran dana struktural dari adopsi ETF institusional. Gelombang likuidasi telah membersihkan sebagian besar leverage berlebih, dan laporan CPI Juli pada hari Rabu adalah peristiwa biner berikutnya yang akan menentukan apakah level $64.000 bertahan atau jebol lebih rendah.