Gasly menyebut dirinya “patah hati” dan merasa “dirampok” setelah kehilangan podium yang diyakini sebagai podium pertamanya pada musim 2026 . Penasihat eksekutif Alpine, Flavio Briatore, juga mengatakan timnya “sangat tidak setuju” dengan hukuman tersebut .
Gasly bukan satu-satunya pembalap yang terkena sanksi. Daftar penalti terkait pelanggaran kecepatan pit lane di Monaco mencakup:
Mayoritas pelanggaran itu hanya berada 0,1 km/jam di atas batas. Salah satu catatan Gasly menunjukkan kelebihan 0,4 km/jam . Jumlah pelanggaran yang sangat tipis dan terjadi pada lima pembalap dari empat tim berbeda membuat insiden ini menjadi salah satu kontroversi utama akhir pekan balap tersebut .
Strategi Alpine berpusat pada hubungan antara bentuk jalur masuk pit, garis putih pembatas, dan posisi loop pengukur waktu FIA. Inilah yang kemudian disebut sebagai “geometry defense” atau pembelaan berbasis geometri .
FIA tidak menggunakan radar untuk mengukur kecepatan mobil di pit lane. Sistemnya menghitung kecepatan rata-rata berdasarkan waktu yang diperlukan mobil untuk melewati jarak tertentu di antara titik-titik pengukuran .
Alpine diperkirakan akan membawa data telemetri yang, menurut klaim tim, menunjukkan kecepatan aktual Gasly tetap berada di bawah 60 km/jam . Dengan kata lain, tim ingin membuktikan bahwa angka yang muncul dalam sistem FIA merupakan dampak dari metode pengukuran, bukan gambaran akurat tentang kecepatan mobil di permukaan lintasan.
Pembelaan Alpine menyoroti bentuk khusus pintu masuk pit Monaco. Ketika pembalap mengambil garis tertentu di area yang melengkung—termasuk dengan memangkas jarak di dekat garis putih—mobil dapat melewati titik sensor dalam posisi yang berbeda dari asumsi garis tengah pengukuran.
Situasi itu bisa memperpendek jarak yang dihitung sistem. Jika waktu tempuh dibandingkan dengan jarak yang lebih pendek tersebut, kecepatan rata-rata yang dihasilkan dapat terlihat lebih tinggi, meskipun kecepatan aktual mobil tidak benar-benar melewati 60 km/jam .
FIA sendiri menyatakan tidak menemukan kejanggalan pada peralatan atau sistem pengukurannya. Menurut badan pengatur tersebut, gelombang penalti terjadi karena para pembalap sedikit memotong jalur masuk pit, sehingga jarak tempuh dan perhitungan kecepatannya berubah .
Alpine juga dapat menggunakan banyaknya pelanggaran marginal sebagai bagian dari argumennya. Lima pembalap dari tim yang berbeda tercatat melanggar batas dengan selisih yang nyaris identik .
Russell, yang turut terkena penalti, secara terbuka mempertanyakan sistem tersebut dan menyebut kemungkinan adanya “masalah perangkat lunak” . Alpine juga diperkirakan akan membandingkan telemetri beberapa mobil untuk menunjukkan apakah sistem menghasilkan pembacaan yang tidak konsisten ketika pembalap menggunakan garis masuk pit yang serupa .
Namun, beban pembuktian Alpine tetap tinggi. Agar Right of Review dapat diterima, tim harus menunjukkan bahwa data telemetri dan analisis geometri tersebut merupakan elemen yang baru dan signifikan, serta belum tersedia bagi steward ketika keputusan awal dibuat .
Alpine mengajukan permintaan Right of Review tidak lama setelah balapan berakhir . FIA kemudian menetapkan sidang untuk menilai permintaan tersebut dengan rincian berikut:
Sidang ini tidak otomatis berarti penalti Gasly akan dibatalkan. Pertama, steward harus memutuskan apakah bukti yang diajukan memenuhi syarat sebagai elemen baru dan signifikan. Jika syarat itu diterima, kasus dapat dibuka kembali dan penalti tersebut berpotensi dianulir.
Bagi Gasly, hasil terbaiknya adalah kembali tercatat sebagai finis posisi ketiga—podium pertamanya musim ini. Perubahan itu juga akan memulihkan poin penting untuk perebutan gelar pembalap dan konstruktor .
Dampaknya bisa lebih luas dari sekadar hasil Gasly. Jika argumen Alpine berhasil, Mercedes, Ferrari, dan McLaren dapat memiliki dasar untuk mengajukan peninjauan serupa terkait hukuman George Russell, Lewis Hamilton, dan Oscar Piastri . Hal itu berpotensi memicu perubahan lebih besar pada klasifikasi akhir GP Monaco.
Meski demikian, FIA telah menyatakan bahwa tinjauan internal terhadap garis waktu dan peralatan pengukuran tidak menemukan ketidaknormalan . Badan tersebut tetap berpendapat bahwa penalti diberikan secara tepat karena pembalap memang memotong jalur masuk pit.
Karena itu, Alpine bukan hanya perlu menunjukkan bahwa Gasly melaju di bawah batas kecepatan. Tim tersebut harus meyakinkan steward bahwa cara FIA mengubah waktu dan jarak menjadi angka kecepatan telah menghasilkan kesimpulan yang tidak adil—dan bahwa bukti geometri itu cukup baru serta kuat untuk mengubah keputusan resmi GP Monaco.
Gasly menyebut dirinya “patah hati” dan merasa “dirampok” setelah kehilangan podium yang diyakini sebagai podium pertamanya pada musim 2026 . Penasihat eksekutif Alpine, Flavio Briatore, juga mengatakan timnya “sangat tidak setuju” dengan hukuman tersebut .
Gasly bukan satu-satunya pembalap yang terkena sanksi. Daftar penalti terkait pelanggaran kecepatan pit lane di Monaco mencakup:
Mayoritas pelanggaran itu hanya berada 0,1 km/jam di atas batas. Salah satu catatan Gasly menunjukkan kelebihan 0,4 km/jam . Jumlah pelanggaran yang sangat tipis dan terjadi pada lima pembalap dari empat tim berbeda membuat insiden ini menjadi salah satu kontroversi utama akhir pekan balap tersebut .
Strategi Alpine berpusat pada hubungan antara bentuk jalur masuk pit, garis putih pembatas, dan posisi loop pengukur waktu FIA. Inilah yang kemudian disebut sebagai “geometry defense” atau pembelaan berbasis geometri .
FIA tidak menggunakan radar untuk mengukur kecepatan mobil di pit lane. Sistemnya menghitung kecepatan rata-rata berdasarkan waktu yang diperlukan mobil untuk melewati jarak tertentu di antara titik-titik pengukuran .
Alpine diperkirakan akan membawa data telemetri yang, menurut klaim tim, menunjukkan kecepatan aktual Gasly tetap berada di bawah 60 km/jam . Dengan kata lain, tim ingin membuktikan bahwa angka yang muncul dalam sistem FIA merupakan dampak dari metode pengukuran, bukan gambaran akurat tentang kecepatan mobil di permukaan lintasan.
Pembelaan Alpine menyoroti bentuk khusus pintu masuk pit Monaco. Ketika pembalap mengambil garis tertentu di area yang melengkung—termasuk dengan memangkas jarak di dekat garis putih—mobil dapat melewati titik sensor dalam posisi yang berbeda dari asumsi garis tengah pengukuran.
Situasi itu bisa memperpendek jarak yang dihitung sistem. Jika waktu tempuh dibandingkan dengan jarak yang lebih pendek tersebut, kecepatan rata-rata yang dihasilkan dapat terlihat lebih tinggi, meskipun kecepatan aktual mobil tidak benar-benar melewati 60 km/jam .
FIA sendiri menyatakan tidak menemukan kejanggalan pada peralatan atau sistem pengukurannya. Menurut badan pengatur tersebut, gelombang penalti terjadi karena para pembalap sedikit memotong jalur masuk pit, sehingga jarak tempuh dan perhitungan kecepatannya berubah .
Alpine juga dapat menggunakan banyaknya pelanggaran marginal sebagai bagian dari argumennya. Lima pembalap dari tim yang berbeda tercatat melanggar batas dengan selisih yang nyaris identik .
Russell, yang turut terkena penalti, secara terbuka mempertanyakan sistem tersebut dan menyebut kemungkinan adanya “masalah perangkat lunak” . Alpine juga diperkirakan akan membandingkan telemetri beberapa mobil untuk menunjukkan apakah sistem menghasilkan pembacaan yang tidak konsisten ketika pembalap menggunakan garis masuk pit yang serupa .
Namun, beban pembuktian Alpine tetap tinggi. Agar Right of Review dapat diterima, tim harus menunjukkan bahwa data telemetri dan analisis geometri tersebut merupakan elemen yang baru dan signifikan, serta belum tersedia bagi steward ketika keputusan awal dibuat .
Alpine mengajukan permintaan Right of Review tidak lama setelah balapan berakhir . FIA kemudian menetapkan sidang untuk menilai permintaan tersebut dengan rincian berikut:
Sidang ini tidak otomatis berarti penalti Gasly akan dibatalkan. Pertama, steward harus memutuskan apakah bukti yang diajukan memenuhi syarat sebagai elemen baru dan signifikan. Jika syarat itu diterima, kasus dapat dibuka kembali dan penalti tersebut berpotensi dianulir.
Bagi Gasly, hasil terbaiknya adalah kembali tercatat sebagai finis posisi ketiga—podium pertamanya musim ini. Perubahan itu juga akan memulihkan poin penting untuk perebutan gelar pembalap dan konstruktor .
Dampaknya bisa lebih luas dari sekadar hasil Gasly. Jika argumen Alpine berhasil, Mercedes, Ferrari, dan McLaren dapat memiliki dasar untuk mengajukan peninjauan serupa terkait hukuman George Russell, Lewis Hamilton, dan Oscar Piastri . Hal itu berpotensi memicu perubahan lebih besar pada klasifikasi akhir GP Monaco.
Meski demikian, FIA telah menyatakan bahwa tinjauan internal terhadap garis waktu dan peralatan pengukuran tidak menemukan ketidaknormalan . Badan tersebut tetap berpendapat bahwa penalti diberikan secara tepat karena pembalap memang memotong jalur masuk pit.
Karena itu, Alpine bukan hanya perlu menunjukkan bahwa Gasly melaju di bawah batas kecepatan. Tim tersebut harus meyakinkan steward bahwa cara FIA mengubah waktu dan jarak menjadi angka kecepatan telah menghasilkan kesimpulan yang tidak adil—dan bahwa bukti geometri itu cukup baru serta kuat untuk mengubah keputusan resmi GP Monaco.