Pada tahap penutupan pertama, pembeli mengakuisisi 9.016.750 saham yang dijual. Jumlah tersebut mewakili sekitar 59,9% modal saham Nanoleaf yang telah diterbitkan sebelum tahap tersebut . Tahap berikutnya mencakup pemesanan saham baru dengan nilai total US$8 juta, yang secara bertahap akan membawa kepemilikan OneRobotics mendekati target 95,2% .
Di antara pihak yang menjual saham terdapat dua pendiri Nanoleaf, Gimmy Shen Chu dan Christian Yan, yang disebut sebagai penjual pendiri utama dalam dokumen pengajuan ke HKEX . Penjual penting lainnya pada tahap pertama adalah Gershwin International Limited, perusahaan yang pemilik manfaat akhirnya adalah investor Hong Kong, Solina Chau .
Kondisi keuangan Nanoleaf turut menjelaskan mengapa transaksi ini menarik bagi kedua pihak. Menurut laporan tink.de, Nanoleaf membukukan pendapatan US$30,8 juta pada 2025, tetapi masih mencatat rugi bersih US$1,66 juta. Kerugian itu jauh membaik dibandingkan US$6,37 juta pada 2024, meski tetap menunjukkan tantangan bagi perusahaan yang berdiri sebagai pemain mandiri .
OneRobotics dipimpin oleh Li Zhichen sebagai ketua sekaligus CEO. Jajaran direktur eksekutifnya mencakup Pan Yang, Hu Zhidong, dan Yang Minghui .
Namun, Nanoleaf tidak akan dilebur sepenuhnya ke dalam SwitchBot. CEO Nanoleaf Gimmy Chu mengatakan kepada The Verge bahwa perusahaan tersebut akan tetap beroperasi secara independen setelah akuisisi. Nanoleaf akan memperoleh akses ke sumber daya SwitchBot, memperluas lini produknya, dan berintegrasi dengan ekosistem otomasi SwitchBot .
Struktur ini memiliki alasan strategis. Kekuatan merek Nanoleaf di Amerika Utara dan Eropa dapat membantu OneRobotics mempercepat penetrasi pasar di wilayah tersebut. Sebaliknya, skala rekayasa dan keahlian robotika SwitchBot memberi Nanoleaf ruang untuk mengembangkan produk yang lebih ambisius .
Portofolio SwitchBot berfokus pada fungsi dan otomasi. Produknya mencakup robot penyedot debu seperti S10 dan K10+ Pro, robot humanoid untuk pekerjaan rumah bernama "onero" yang diperkenalkan pada CES 2026, lengan robot, kunci pintar, sensor, kamera, pemurni udara, pelembap udara, serta seri pencahayaan yang kompatibel dengan Matter dan diperkenalkan pada akhir 2025 .
Identitas SwitchBot dibangun di sekitar konsep AI berwujud—perangkat keras yang dapat menjalankan tugas fisik di rumah, mulai dari menyedot debu hingga mengendalikan tirai .
Nanoleaf memiliki kekuatan di sisi yang berbeda: pencahayaan dekoratif yang menonjolkan suasana dan desain. Panel LED RGB modular seperti Hexagons, Shapes, Lines, dan Canvas, serta bohlam pintar, strip lampu, dan konektivitas berbasis Thread menjadikan Nanoleaf sebagai merek gaya hidup sekaligus perusahaan teknologi .
Jika digabungkan, keduanya membentuk ekosistem berbasis suasana rumah. SwitchBot membawa "otot robotik" untuk membersihkan, menjaga keamanan, dan menjalankan otomasi fisik. Nanoleaf menghadirkan "jiwa visual" melalui warna, pencahayaan ambient, dan perangkat yang mengutamakan desain .
SwitchBot memang telah memiliki pencahayaan dasar yang kompatibel dengan Matter. Namun, Nanoleaf mengisi celah pada segmen premium dengan produk yang mengutamakan desain dan menggunakan Thread secara native—kemampuan yang sebelumnya belum menjadi kekuatan SwitchBot .
Bagi Nanoleaf, transaksi ini membuka akses langsung ke basis pengguna SwitchBot yang membeli produk otomasi rumah. Bagi SwitchBot, akuisisi ini menghadirkan merek desain yang sudah dikenal di Amerika Utara dan Eropa, sehingga produk robotiknya berpeluang diposisikan lebih kuat sebagai bagian dari gaya hidup rumah pintar .
Akuisisi ini terjadi ketika pasar rumah pintar mulai beralih dari era perangkat terpisah menuju platform yang terintegrasi. Pasar perangkat rumah pintar global diproyeksikan mencapai US$169,9 miliar pada 2026 dan meningkat menjadi US$248,8 miliar pada 2033, dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan 5,6% . Di Amerika Serikat, penetrasi rumah tangga diperkirakan mendekati 57%, sementara pendapatan pasar diproyeksikan berada di kisaran US$47,5 miliar hingga US$50,2 miliar .
Pendorong pertumbuhan tersebut bukan lagi sekadar kebaruan teknologi, melainkan interoperabilitas—kemampuan perangkat dari berbagai merek untuk bekerja sama. Standar Matter dari Connectivity Standards Alliance telah berkembang signifikan. Matter 1.5 kini mencakup kamera, manajemen energi, dan perangkat penutup seperti tirai atau pintu, sementara lebih dari 80% perangkat baru yang dijual di AS disebut kompatibel dengan Matter .
Thread, protokol jaringan mesh IPv6 berdaya rendah yang menjadi salah satu fondasi koneksi Matter, juga semakin banyak digunakan oleh merek seperti IKEA, Aqara, dan Bosch. Nanoleaf sendiri termasuk pendukung awal Thread .
Bagi produsen, pesannya jelas: perusahaan yang hanya menguasai satu kategori semakin sulit bersaing. Pemain dengan ekosistem lebih luas dapat menawarkan satu aplikasi, rutinitas otomasi lintasperangkat, dan proses pengaturan yang lebih sederhana. Ketika robot penyedot debu dan sensor SwitchBot dapat dipadukan dengan lampu premium Nanoleaf, peluang penjualan silang bukan lagi sekadar fitur tambahan, melainkan bagian dari strategi bisnis .
Bagi pengguna rumah pintar, visi akhirnya bisa berupa otomasi seperti sensor gerak yang menyalakan panel lampu lalu memicu robot penyedot debu—semuanya dikendalikan dari satu aplikasi. Bagi industri, kesepakatan ini menandakan bahwa kategori "perusahaan robot" dan "perusahaan lampu" semakin sulit dipisahkan.
Pertarungan berikutnya bukan hanya soal siapa yang membuat perangkat paling pintar, melainkan siapa yang mampu merangkai seluruh adegan kehidupan di rumah ke dalam satu ekosistem. Akuisisi Nanoleaf senilai sekitar US$40 juta menjadi salah satu taruhan terbesar OneRobotics untuk memenangkan persaingan tersebut.
Pada tahap penutupan pertama, pembeli mengakuisisi 9.016.750 saham yang dijual. Jumlah tersebut mewakili sekitar 59,9% modal saham Nanoleaf yang telah diterbitkan sebelum tahap tersebut . Tahap berikutnya mencakup pemesanan saham baru dengan nilai total US$8 juta, yang secara bertahap akan membawa kepemilikan OneRobotics mendekati target 95,2% .
Di antara pihak yang menjual saham terdapat dua pendiri Nanoleaf, Gimmy Shen Chu dan Christian Yan, yang disebut sebagai penjual pendiri utama dalam dokumen pengajuan ke HKEX . Penjual penting lainnya pada tahap pertama adalah Gershwin International Limited, perusahaan yang pemilik manfaat akhirnya adalah investor Hong Kong, Solina Chau .
Kondisi keuangan Nanoleaf turut menjelaskan mengapa transaksi ini menarik bagi kedua pihak. Menurut laporan tink.de, Nanoleaf membukukan pendapatan US$30,8 juta pada 2025, tetapi masih mencatat rugi bersih US$1,66 juta. Kerugian itu jauh membaik dibandingkan US$6,37 juta pada 2024, meski tetap menunjukkan tantangan bagi perusahaan yang berdiri sebagai pemain mandiri .
OneRobotics dipimpin oleh Li Zhichen sebagai ketua sekaligus CEO. Jajaran direktur eksekutifnya mencakup Pan Yang, Hu Zhidong, dan Yang Minghui .
Namun, Nanoleaf tidak akan dilebur sepenuhnya ke dalam SwitchBot. CEO Nanoleaf Gimmy Chu mengatakan kepada The Verge bahwa perusahaan tersebut akan tetap beroperasi secara independen setelah akuisisi. Nanoleaf akan memperoleh akses ke sumber daya SwitchBot, memperluas lini produknya, dan berintegrasi dengan ekosistem otomasi SwitchBot .
Struktur ini memiliki alasan strategis. Kekuatan merek Nanoleaf di Amerika Utara dan Eropa dapat membantu OneRobotics mempercepat penetrasi pasar di wilayah tersebut. Sebaliknya, skala rekayasa dan keahlian robotika SwitchBot memberi Nanoleaf ruang untuk mengembangkan produk yang lebih ambisius .
Portofolio SwitchBot berfokus pada fungsi dan otomasi. Produknya mencakup robot penyedot debu seperti S10 dan K10+ Pro, robot humanoid untuk pekerjaan rumah bernama "onero" yang diperkenalkan pada CES 2026, lengan robot, kunci pintar, sensor, kamera, pemurni udara, pelembap udara, serta seri pencahayaan yang kompatibel dengan Matter dan diperkenalkan pada akhir 2025 .
Identitas SwitchBot dibangun di sekitar konsep AI berwujud—perangkat keras yang dapat menjalankan tugas fisik di rumah, mulai dari menyedot debu hingga mengendalikan tirai .
Nanoleaf memiliki kekuatan di sisi yang berbeda: pencahayaan dekoratif yang menonjolkan suasana dan desain. Panel LED RGB modular seperti Hexagons, Shapes, Lines, dan Canvas, serta bohlam pintar, strip lampu, dan konektivitas berbasis Thread menjadikan Nanoleaf sebagai merek gaya hidup sekaligus perusahaan teknologi .
Jika digabungkan, keduanya membentuk ekosistem berbasis suasana rumah. SwitchBot membawa "otot robotik" untuk membersihkan, menjaga keamanan, dan menjalankan otomasi fisik. Nanoleaf menghadirkan "jiwa visual" melalui warna, pencahayaan ambient, dan perangkat yang mengutamakan desain .
SwitchBot memang telah memiliki pencahayaan dasar yang kompatibel dengan Matter. Namun, Nanoleaf mengisi celah pada segmen premium dengan produk yang mengutamakan desain dan menggunakan Thread secara native—kemampuan yang sebelumnya belum menjadi kekuatan SwitchBot .
Bagi Nanoleaf, transaksi ini membuka akses langsung ke basis pengguna SwitchBot yang membeli produk otomasi rumah. Bagi SwitchBot, akuisisi ini menghadirkan merek desain yang sudah dikenal di Amerika Utara dan Eropa, sehingga produk robotiknya berpeluang diposisikan lebih kuat sebagai bagian dari gaya hidup rumah pintar .
Akuisisi ini terjadi ketika pasar rumah pintar mulai beralih dari era perangkat terpisah menuju platform yang terintegrasi. Pasar perangkat rumah pintar global diproyeksikan mencapai US$169,9 miliar pada 2026 dan meningkat menjadi US$248,8 miliar pada 2033, dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan 5,6% . Di Amerika Serikat, penetrasi rumah tangga diperkirakan mendekati 57%, sementara pendapatan pasar diproyeksikan berada di kisaran US$47,5 miliar hingga US$50,2 miliar .
Pendorong pertumbuhan tersebut bukan lagi sekadar kebaruan teknologi, melainkan interoperabilitas—kemampuan perangkat dari berbagai merek untuk bekerja sama. Standar Matter dari Connectivity Standards Alliance telah berkembang signifikan. Matter 1.5 kini mencakup kamera, manajemen energi, dan perangkat penutup seperti tirai atau pintu, sementara lebih dari 80% perangkat baru yang dijual di AS disebut kompatibel dengan Matter .
Thread, protokol jaringan mesh IPv6 berdaya rendah yang menjadi salah satu fondasi koneksi Matter, juga semakin banyak digunakan oleh merek seperti IKEA, Aqara, dan Bosch. Nanoleaf sendiri termasuk pendukung awal Thread .
Bagi produsen, pesannya jelas: perusahaan yang hanya menguasai satu kategori semakin sulit bersaing. Pemain dengan ekosistem lebih luas dapat menawarkan satu aplikasi, rutinitas otomasi lintasperangkat, dan proses pengaturan yang lebih sederhana. Ketika robot penyedot debu dan sensor SwitchBot dapat dipadukan dengan lampu premium Nanoleaf, peluang penjualan silang bukan lagi sekadar fitur tambahan, melainkan bagian dari strategi bisnis .
Bagi pengguna rumah pintar, visi akhirnya bisa berupa otomasi seperti sensor gerak yang menyalakan panel lampu lalu memicu robot penyedot debu—semuanya dikendalikan dari satu aplikasi. Bagi industri, kesepakatan ini menandakan bahwa kategori "perusahaan robot" dan "perusahaan lampu" semakin sulit dipisahkan.
Pertarungan berikutnya bukan hanya soal siapa yang membuat perangkat paling pintar, melainkan siapa yang mampu merangkai seluruh adegan kehidupan di rumah ke dalam satu ekosistem. Akuisisi Nanoleaf senilai sekitar US$40 juta menjadi salah satu taruhan terbesar OneRobotics untuk memenangkan persaingan tersebut.