| Paket | Bulanan (Berkelanjutan) | Tahunan | Perkiraan/Tahun (USD) | Pengali Kuota |
|---|---|---|---|---|
| Premium (Pemula) | 19 yuan | 200 yuan | ~$29,60 | 2× |
| Elite (Menengah) | 49 yuan | 568 yuan | ~$84 | 5× |
| Flagship (Tertinggi) | 128 yuan | 1.499 yuan | ~$222 | 20× |
Sumber: Harga dikonfirmasi oleh halaman aplikasi Qwen dan daftar Apple App Store. Langganan tahunan mendapatkan diskon dibandingkan tarif bulanan .
Yang didapat pelanggan: Semua paket berbayar mencakup akses ke model unggulan Qwen terbaru, pemrosesan lokal dan cloud, serta batas pemakaian yang lebih tinggi dibandingkan pengguna gratis . Paket Flagship menawarkan hingga 20 kali lipat batas paket gratis
.
Fitur pembuatan video AI tidak disatukan dalam langganan Office Assistant. Alibaba menjualnya secara terpisah dengan sistem kredit. Pengguna dapat membeli paket kredit yang dibanderol mulai 26 yuan hingga 968 yuan, tergantung volumenya . Strategi ini memungkinkan Alibaba memonetisasi fitur generatif yang mahal secara terpisah, sementara paket langganan inti tetap lebih terjangkau.
Penting untuk dicatat: chatbot Qwen dasar tetap sepenuhnya gratis. Pengguna yang tidak berlangganan tetap bisa mengakses asisten percakapan inti tanpa perlu membayar . Alibaba tidak memonetisasi antarmuka obrolan, melainkan lapisan produktivitas kantor.
Peluncuran paket berbayar ini adalah ujian pertama Alibaba dalam skala besar untuk mengukur retensi dan konversi menjadi pendapatan. Sebelumnya, perusahaan ini gencar mengeluarkan biaya untuk akuisisi pengguna — termasuk promosi minuman bubble tea gratis — untuk mendorong kesadaran dan adopsi . Kini, dengan adanya paket Office Assistant, Alibaba menguji apakah konsumen dan bisnis akan beralih dari penggunaan gratis menjadi pelanggan berbayar untuk alat produktivitas bertenaga AI
.
Langkah ini mengikuti tren yang lebih luas di kalangan perusahaan AI China. ByteDance dengan Doubao adalah aplikasi besar pertama yang menempatkan fitur profesional di belakang paywall, dan Alibaba mengikuti cetak biru itu dengan cermat .
Alibaba tidak hanya memposisikan Qwen sebagai chatbot, tetapi sebagai platform untuk "AI agent" — asisten digital otonom yang bisa melakukan tugas kompleks. Pada Maret 2026, perusahaan membentuk grup bisnis baru bernama "Alibaba Token Hub" (ATH), terpisah dari lengan cloud-nya, dan dipimpin langsung oleh CEO Eddie Wu . Perubahan struktural ini menandakan pergeseran strategis menuju layanan AI berbasis agent yang mengonsumsi lebih banyak token dibandingkan chatbot tanya-jawab tradisional
.
Visi ini sering dibandingkan dengan strategi "Android-nya AI": mendistribusikan lapisan model secara gratis untuk menjadi platform bawaan yang dibangun semua orang, lalu memonetisasi infrastruktur dan ekosistem agent yang dibangun di atasnya .
Dorongan monetisasi ini bukanlah pilihan — melainkan keharusan yang didorong oleh biaya modal yang sangat besar. Pada Februari 2025, Alibaba berkomitmen untuk menginvestasikan setidaknya RMB 380 miliar (sekitar $53 miliar) selama tiga tahun untuk infrastruktur AI dan cloud . CEO Eddie Wu memproyeksikan pendapatan AI dan cloud senilai $100 miliar dalam lima tahun, namun pengeluaran awal yang sangat besar untuk GPU, pusat data, dan perangkat keras jaringan menjadi pendorong utama di balik urgensi untuk memonetisasi produk seperti QwenWork
.
Alibaba juga tengah menjajaki untuk mengenakan biaya kepada pengguna komersial terbesar dari model open-source Qwen berikutnya untuk hak penskalaan, sementara tetap membiarkan bobot model diunduh secara gratis . Ini adalah tanda lain bahwa biaya infrastruktur memaksa monetisasi di semua lini, tidak hanya pada aplikasi konsumen.
Langkah Alibaba memonetisasi Qwen adalah momen penting bagi industri AI China. Ini menguji apakah pengguna yang didapatkan melalui akses gratis dan promosi bersedia membayar untuk alat produktivitas AI — dan apakah investasi infrastruktur besar yang mendasari model-model ini pada akhirnya dapat menghasilkan keuntungan.