Mandat kantor Singapura akan mencakup:
Dengan cakupan tersebut, Singapura akan berfungsi sebagai pusat manajemen regional sekaligus salah satu kontributor teknis bagi pengembangan produk Plaud.
Plaud menyebut sedang merekrut insinyur AI, arsitek agen AI, dan ilmuwan data di Singapura. Mereka akan mendukung pengembangan alur kerja AI dan sistem agen cerdas bersama tim produk serta rekayasa global perusahaan.
Laporan yang tersedia juga menyebut posisi di bidang rekayasa backend dan pemasaran produk. Namun, Plaud belum mengungkapkan secara terbuka bagaimana target 150 karyawan di Singapura akan dibagi antara R&D, rekayasa, operasional, dan fungsi komersial.
Rekrutmen yang telah dikonfirmasi menunjukkan fokus pada sistem pembelajaran mesin, data, dan alur kerja berbantuan AI. Informasi tersebut belum dapat dianggap sebagai konfirmasi jadwal peluncuran produk AI agentik tertentu.
Menurut Plaud, Singapura menawarkan akses ke kawasan Asia-Pasifik yang multibahasa dan berkembang cepat, sekaligus memiliki talenta di bidang AI, rekayasa, dan bisnis regional.
Lokasi ini juga memungkinkan Plaud mengoordinasikan operasi regional sambil mengembangkan produk, sistem AI, dan infrastruktur data. Namun, laporan yang tersedia belum membuktikan sejumlah klaim yang lebih luas mengenai jumlah pasar prioritas di APAC, tingkat penetrasi pasar, atau porsi pendapatan masa depan yang akan berasal dari kawasan tersebut.
Perbedaan antara komitmen dan proyeksi ini penting. Investasi lebih dari S$10 juta dan target perekrutan 150 orang merupakan rencana konkret, sedangkan besarnya peluang pasar dan kontribusi pendapatan APAC masih berupa perkiraan.
Plaud dikenal melalui perangkat pencatat berukuran ringkas yang dipasangkan dengan perangkat lunak untuk mengubah rekaman percakapan menjadi transkrip, ringkasan, dan catatan yang dapat dicari. Perusahaan menyatakan memiliki lebih dari dua juta pengguna secara global. Laporan terpisah menyebut Plaud telah mengirimkan lebih dari dua juta perangkat dan mencapai US$100 juta dalam annual recurring revenue (ARR), yakni estimasi pendapatan berulang tahunan.
Peran teknis yang lebih besar bagi kantor Singapura sejalan dengan upaya Plaud untuk bergerak melampaui transkripsi dan peringkasan dasar menuju alur kerja AI serta sistem agen cerdas.
Meski demikian, bukti yang tersedia belum mengonfirmasi peta jalan rinci untuk fitur seperti mengubah wawasan dari percakapan menjadi rangkaian tugas, memesan ruang rapat, atau menyediakan agen khusus dari pihak ketiga. Kemungkinan tersebut sebaiknya dipahami sebagai arah pengembangan, bukan kemampuan produk yang sudah diumumkan dengan tanggal rilis pasti.
Rencana Plaud menempatkan infrastruktur regional, fungsi korporat, dan pengembangan AI dalam satu basis APAC. Jika target tercapai, penambahan dari sekitar 100 menjadi 150 karyawan berarti hadirnya kurang lebih 50 posisi baru di kantor yang sudah menjadi pusat operasi regional perusahaan.
Dalam jangka dekat, ukuran keberhasilannya akan terlihat dari tiga hal: apakah Plaud mencapai target perekrutan, mampu mengisi posisi teknis yang spesifik, dan mengubah mandat R&D Singapura menjadi pekerjaan produk atau infrastruktur yang dapat dibuktikan secara publik.
Bagi Plaud, tujuan praktisnya adalah menopang ekspansi di Asia-Pasifik sekaligus memberi tim Singapura peran yang lebih besar dalam membangun sistem di balik produk AI perusahaan.