Model distilasi sebenarnya merupakan teknik pembelajaran mesin yang sah dan lazim digunakan. Dalam praktik umum, model yang lebih kecil dilatih menggunakan keluaran model yang lebih besar agar dapat meniru sebagian kemampuan dan perilakunya. Masalah muncul ketika perusahaan menggunakan model milik pesaing sebagai sumber data tanpa izin—terutama jika tindakan tersebut melanggar ketentuan layanan dan memungkinkan penghematan biaya pelatihan secara signifikan .
Waktu pengungkapan tuduhan ini juga membuat posisinya semakin sensitif bagi Musk. Pada 30 April 2026, saat bersaksi di bawah sumpah dalam perkara hukumnya melawan OpenAI, Musk mengakui bahwa xAI “sebagian” menggunakan model OpenAI melalui distilasi untuk melatih Grok. Ia menyebut praktik tersebut umum di industri . Tuduhan terkait Claude kemudian mengindikasikan bahwa penggunaan model pesaing mungkin bukan kejadian yang berdiri sendiri.
Persoalan mulai mencuat pada awal Januari 2026. Anthropic dilaporkan menemukan bahwa xAI mengakses Claude melalui Cursor, perangkat lunak pengembangan terpadu atau IDE yang banyak digunakan untuk membantu penulisan kode. Anthropic menilai pemakaian tersebut bertentangan dengan ketentuan yang melarang penggunaan Claude untuk melatih sistem pesaing.
Dalam beberapa hari, Anthropic mencabut akses enterprise resmi xAI dan memperketat perlindungan teknis untuk mencegah aplikasi pihak ketiga menyamar sebagai klien resmi. Tony Wu, salah satu pendiri xAI, kemudian mengonfirmasi pemblokiran tersebut dalam memo internal perusahaan .
Namun, menurut sumber yang dikutip Sina Finance, pemutusan akses resmi tidak langsung menghentikan aktivitas tersebut. Setidaknya dua cara alternatif diduga digunakan :
Blackbox AI tidak menanggapi permintaan komentar mengenai laporan tersebut. Anthropic juga tidak memberikan pernyataan tentang dugaan penggunaan layanan itu oleh xAI .
Tuduhan terhadap xAI muncul ketika perusahaan-perusahaan AI Amerika Serikat sedang gencar menyoroti praktik distilasi yang mereka kaitkan dengan sejumlah laboratorium AI China.
Pada Februari 2026, Anthropic mengatakan telah menemukan kampanye berskala industri yang dilakukan DeepSeek, Moonshot, dan MiniMax untuk mengekstrak kemampuan Claude. Menurut Anthropic, ketiga perusahaan tersebut menghasilkan lebih dari 16 juta pertukaran percakapan melalui sekitar 24.000 akun palsu. Aktivitas itu disebut menggunakan akun penampung dan layanan proksi untuk mengakses Claude dalam skala besar sekaligus menyamarkan asal permintaan .
OpenAI juga mengirim memo kepada Kongres AS pada bulan yang sama. Perusahaan itu menuduh DeepSeek melakukan upaya berkelanjutan untuk “menumpang gratis” pada kemampuan model AI terdepan buatan AS, dengan teknik penyamaran yang semakin canggih . Pada April 2026, OpenAI, Anthropic, dan Google kemudian membentuk mekanisme bersama melalui Frontier Model Forum untuk berbagi informasi ancaman dan mendeteksi serangan distilasi adversarial .
Secara struktur, metode yang dituduhkan kepada xAI mirip dengan pola yang dikritik perusahaan-perusahaan tersebut: melakukan kueri sistematis terhadap model pesaing, lalu menggunakan perantara untuk menghindari pemblokiran. Perbedaannya, xAI adalah pesaing dari Amerika Serikat, bukan laboratorium asing. Perbedaan inilah yang membuat kasus tersebut terasa canggung bagi industri .
Musk sendiri belum memberikan penjelasan publik menyeluruh mengenai dugaan penggunaan Claude. Ia justru pernah menuduh Anthropic melakukan pengambilan data pelatihan secara besar-besaran .
Kontradiksi hubungan kedua perusahaan semakin jelas pada Mei 2026. Anthropic meneken kesepakatan tiga tahun untuk menyewa seluruh kapasitas komputasi 300 megawatt dari pusat data superkomputer Colossus 1 milik xAI di dekat Memphis, Tennessee .
Ketentuannya mencakup pembayaran sekitar US$1,25 miliar per bulan hingga Mei 2029. Dengan potongan harga selama dua bulan pertama ketika kapasitas masih ditingkatkan, nilai total kontrak tersebut diperkirakan sekitar US$45 miliar .
Secara teknis, kesepakatan itu dijalankan melalui SpaceX, entitas induk yang membangun Colossus pada 2024 dengan lebih dari 220.000 GPU Nvidia. xAI mengatakan perjanjian tersebut memungkinkan perusahaan memonetisasi kapasitas komputasi yang belum terpakai .
Dengan kata lain, Anthropic melarang xAI menggunakan model Claude, tetapi pada saat yang sama menjadi pelanggan terbesar xAI untuk infrastruktur komputasi. Kesepakatan itu juga memperlihatkan bagaimana xAI perlahan berperan sebagai penyedia infrastruktur cloud—setidaknya untuk satu pelanggan besar—selain sebagai pembuat model AI .
Hubungan xAI dan Anthropic menunjukkan bahwa persaingan di garis depan AI tidak berlangsung hanya di ranah model, benchmark, atau perebutan talenta. Kapasitas pusat data, GPU, listrik, dan akses ke komputasi berskala besar sama pentingnya dengan kepemilikan teknologi model.
Laboratorium AI perlu melindungi kekayaan intelektual dan mencegah pesaing menyalin kemampuan model melalui distilasi. Namun, mereka juga membutuhkan kapasitas komputasi dalam jumlah sangat besar untuk melatih dan menjalankan layanan mereka. Akibatnya, perusahaan yang saling berkompetisi dalam produk dapat tetap menjadi mitra bisnis yang sangat bergantung satu sama lain.
Itulah paradoks utama dalam kisah xAI dan Anthropic: akses ke model bisa diputus dalam hitungan hari, tetapi kebutuhan terhadap komputasi dapat menghasilkan kontrak senilai puluhan miliar dolar.
Model distilasi sebenarnya merupakan teknik pembelajaran mesin yang sah dan lazim digunakan. Dalam praktik umum, model yang lebih kecil dilatih menggunakan keluaran model yang lebih besar agar dapat meniru sebagian kemampuan dan perilakunya. Masalah muncul ketika perusahaan menggunakan model milik pesaing sebagai sumber data tanpa izin—terutama jika tindakan tersebut melanggar ketentuan layanan dan memungkinkan penghematan biaya pelatihan secara signifikan .
Waktu pengungkapan tuduhan ini juga membuat posisinya semakin sensitif bagi Musk. Pada 30 April 2026, saat bersaksi di bawah sumpah dalam perkara hukumnya melawan OpenAI, Musk mengakui bahwa xAI “sebagian” menggunakan model OpenAI melalui distilasi untuk melatih Grok. Ia menyebut praktik tersebut umum di industri . Tuduhan terkait Claude kemudian mengindikasikan bahwa penggunaan model pesaing mungkin bukan kejadian yang berdiri sendiri.
Persoalan mulai mencuat pada awal Januari 2026. Anthropic dilaporkan menemukan bahwa xAI mengakses Claude melalui Cursor, perangkat lunak pengembangan terpadu atau IDE yang banyak digunakan untuk membantu penulisan kode. Anthropic menilai pemakaian tersebut bertentangan dengan ketentuan yang melarang penggunaan Claude untuk melatih sistem pesaing.
Dalam beberapa hari, Anthropic mencabut akses enterprise resmi xAI dan memperketat perlindungan teknis untuk mencegah aplikasi pihak ketiga menyamar sebagai klien resmi. Tony Wu, salah satu pendiri xAI, kemudian mengonfirmasi pemblokiran tersebut dalam memo internal perusahaan .
Namun, menurut sumber yang dikutip Sina Finance, pemutusan akses resmi tidak langsung menghentikan aktivitas tersebut. Setidaknya dua cara alternatif diduga digunakan :
Blackbox AI tidak menanggapi permintaan komentar mengenai laporan tersebut. Anthropic juga tidak memberikan pernyataan tentang dugaan penggunaan layanan itu oleh xAI .
Tuduhan terhadap xAI muncul ketika perusahaan-perusahaan AI Amerika Serikat sedang gencar menyoroti praktik distilasi yang mereka kaitkan dengan sejumlah laboratorium AI China.
Pada Februari 2026, Anthropic mengatakan telah menemukan kampanye berskala industri yang dilakukan DeepSeek, Moonshot, dan MiniMax untuk mengekstrak kemampuan Claude. Menurut Anthropic, ketiga perusahaan tersebut menghasilkan lebih dari 16 juta pertukaran percakapan melalui sekitar 24.000 akun palsu. Aktivitas itu disebut menggunakan akun penampung dan layanan proksi untuk mengakses Claude dalam skala besar sekaligus menyamarkan asal permintaan .
OpenAI juga mengirim memo kepada Kongres AS pada bulan yang sama. Perusahaan itu menuduh DeepSeek melakukan upaya berkelanjutan untuk “menumpang gratis” pada kemampuan model AI terdepan buatan AS, dengan teknik penyamaran yang semakin canggih . Pada April 2026, OpenAI, Anthropic, dan Google kemudian membentuk mekanisme bersama melalui Frontier Model Forum untuk berbagi informasi ancaman dan mendeteksi serangan distilasi adversarial .
Secara struktur, metode yang dituduhkan kepada xAI mirip dengan pola yang dikritik perusahaan-perusahaan tersebut: melakukan kueri sistematis terhadap model pesaing, lalu menggunakan perantara untuk menghindari pemblokiran. Perbedaannya, xAI adalah pesaing dari Amerika Serikat, bukan laboratorium asing. Perbedaan inilah yang membuat kasus tersebut terasa canggung bagi industri .
Musk sendiri belum memberikan penjelasan publik menyeluruh mengenai dugaan penggunaan Claude. Ia justru pernah menuduh Anthropic melakukan pengambilan data pelatihan secara besar-besaran .
Kontradiksi hubungan kedua perusahaan semakin jelas pada Mei 2026. Anthropic meneken kesepakatan tiga tahun untuk menyewa seluruh kapasitas komputasi 300 megawatt dari pusat data superkomputer Colossus 1 milik xAI di dekat Memphis, Tennessee .
Ketentuannya mencakup pembayaran sekitar US$1,25 miliar per bulan hingga Mei 2029. Dengan potongan harga selama dua bulan pertama ketika kapasitas masih ditingkatkan, nilai total kontrak tersebut diperkirakan sekitar US$45 miliar .
Secara teknis, kesepakatan itu dijalankan melalui SpaceX, entitas induk yang membangun Colossus pada 2024 dengan lebih dari 220.000 GPU Nvidia. xAI mengatakan perjanjian tersebut memungkinkan perusahaan memonetisasi kapasitas komputasi yang belum terpakai .
Dengan kata lain, Anthropic melarang xAI menggunakan model Claude, tetapi pada saat yang sama menjadi pelanggan terbesar xAI untuk infrastruktur komputasi. Kesepakatan itu juga memperlihatkan bagaimana xAI perlahan berperan sebagai penyedia infrastruktur cloud—setidaknya untuk satu pelanggan besar—selain sebagai pembuat model AI .
Hubungan xAI dan Anthropic menunjukkan bahwa persaingan di garis depan AI tidak berlangsung hanya di ranah model, benchmark, atau perebutan talenta. Kapasitas pusat data, GPU, listrik, dan akses ke komputasi berskala besar sama pentingnya dengan kepemilikan teknologi model.
Laboratorium AI perlu melindungi kekayaan intelektual dan mencegah pesaing menyalin kemampuan model melalui distilasi. Namun, mereka juga membutuhkan kapasitas komputasi dalam jumlah sangat besar untuk melatih dan menjalankan layanan mereka. Akibatnya, perusahaan yang saling berkompetisi dalam produk dapat tetap menjadi mitra bisnis yang sangat bergantung satu sama lain.
Itulah paradoks utama dalam kisah xAI dan Anthropic: akses ke model bisa diputus dalam hitungan hari, tetapi kebutuhan terhadap komputasi dapat menghasilkan kontrak senilai puluhan miliar dolar.